Mengikuti Pengabdian Fakultas Ilmu Keperawatan UI

In Satelit Depok
PENGABDIAN : Dosen Fakultas Ilmu Keperawatan, Astuti Yuni Nursasi bersama dosen Universitas lainnya melakukan pengabdian masyarakat di kantor Kelurahan/Kecamatan Beji, Rabu (11/9). FOTO : DICKY/RADARDEPOK

 

Untuk memenuhi tugas dan pengembangan kemampuan dosen pada Universitas Indonesia (UI), Dosen Fakultas Ilmu Keperawatan UI melakukan pengabdian masyarakat di kantor Kelurahan/Kecamatan Beji. Sejumlah masyarakat dan kader pendamping Kelurahan Beji diberikan pemahaman dalam pendampingan terhadap masyarakat pengidap TBC di kantor Kelurahan/Kecamatan Beji.

Laporan : Dicky Agung Prihanto

 

RADARDEPOK.COM, – Tidak seperti biasanya, halaman parkir kantor Kelurahan/Kecamatan Beji, dipenuhi puluhan kendaraan motor. Kendaraan bermotor tersebut digunakan kader pendamping sebagai alat transportasi untuk mengikuti kegiatan penyuluhan pendampingan dan pemahaman terhadap penyakit TBC yang digelar dosen Fakultas Ilmu Keperawatan UI.

Salah satu dosen Fakultas Ilmu Keperawatan UI, Astuti Yuni Nursasi mengatakan, TBC merupakan penyakit yang menular melalui udara. Untuk itu diperlukan pemahaman kepada masyarakat melalui kader pendamping dalam melakukan pendampingan terhadap penderita TBC maupun pencegahan penyakit TBC.

“Indonesia merupakan negara ketiga terbanyak didunia berdasarkan data WHO Global TB Report 2018,” ujar Astuti didampingi I Gusti Putu Ayu Desy Rohana kepada Radar Depok.

Astuti menjelaskan, untuk menekan angka tersebut, pihaknya ingin mengubah stigma yang berkembang terhadap TBC, mulai dari pasien dan masyarakat. Pasien penderita TBC perlu untuk mendapat kesembuhan harus rutin meminum obat selama enam bulan. Melihat jangka waktu proses penyembuhan, diperlukan kader untuk memberikan motivasi kepada pasien maupun keluarga pasien dalam menjalankan dan penanganan pasien TBC.

Astuti mengungkapkan, lingkungan yang bersih dan terpapar sinar matahari akan membantu pembunuhan bakteri Mycobacterium Tuberculosis dengan suhu 36 derajat celcius. Tidak hanya itu, untuk mencegah penyakit TBC, kader dapat menginfromasikan kepada masyarakat mengenal ciri awal penyakit TBC.

Ciri tersebut seperti batuk selama dua minggu, berat badan turun, nafsu makan berkurang, saat malam seperti demam, dan berkeringat. Namun tidak semuanya batuk menjadi tanda penyakit TBC, sehingga diperlukan pemeriksaan khusus. Selain memberikan penyuluhan, pihakya juga ingin menjaring masyarakat dapat melakukan pemeriksaan kesehatan rujuk balik di RS UI.

“Dalam penyuluhan kami memberikan modul kepada kader pendamping,” tutup Astuti. (rd)

 

Jurnalis : Dicky Agung Prihanto (IG : @iky_slank)

Editor : Pebri Mulya

You may also read!

Jelang HUT ke-74, PMI Gelar Lomba Edukatif

APEL : Ketua Panitia HUT PMI ke-74, Eka Bachtiar saat memberikan sambutan dalam apel pagi

Read More...

Klinik Pasar Tugu Layani Kesehatan Pasien

CEK KESEHATAN : Petugas medis klinik Pasar Tugu, Widia sedang memeriksa kesehatan salah satu pasien

Read More...

Beli Sate, Gratis Nasi Goreng

Sate Blora Cirebon cabang Depok kini sudah bisa dinikmati, pengunjung bisa datang ke Jalan Margonda,

Read More...

Mobile Sliding Menu