Mengenal Profesi Apoteker dan Tanaman Obat Keluarga : Lewat Kegiatan POS PINTER dan Berkebun TOGA

In Ruang Publik
PENGENALAN: Foto Bersama para siswa serta guru kelas 5 dan 6 Sekolah Alam Indonesia Meruyung dengan tim dosen dan mahasiswa dari Fakultas Farmasi Universitas Pancasila setelah materi pengenalan profesi apoteker dan tanaman obat keluarga (TOGA). FOTO : DOK.PRI FOR RADAR DEPOK

 

Oleh:  Nur Miftahurrohmah, Lusiana Ariani, dan Wiwi Winarti*)

Dosen Fakultas Farmasi Universitas Pancasila, Jakarta

 

APOTEKER memiliki peran yang tidak dapat dipisahkan dalam bidang kesehatan bersama-sama dengan profesi tenaga kesehatan lainnya seperti dokter, dokter gigi, bidan, perawat, dll. Namun demikian, tidak seperti halnya dokter, profesi apoteker kurang dikenal di masyarakat, terutama anak-anak. Saat sakit, anak-anak tentu lebih banyak berinteraksi dengan dokter. Anak-anak belum mengetahui apa peran apoteker dan  bidang-bidang apa saja yang dapat menjadi tempat seorang apoteker berkarya.

Pengenalan profesi perlu dilakukan sejak usia dini. Hal ini diperlukan untuk membantu mereka menentukan pilihan profesi yang akan menjadi cita-cita mereka. Gambaran tentang jenis profesi tentunya akan anak-anak dapatkan jika mereka pernah berinteraksi, melihat, mendengar, membaca, mengkaji. Oleh karena itu, peran orang tua, guru, lingkungan masyarakat, dan sekolah memiliki andil besar dalam mengenalkan profesi kepada anak-anak.

Tanaman obat keluarga (TOGA) dapat ditanam di area pekarangan rumah-rumah penduduk maupun di kebun sekolah. Pemanfaatan TOGA sebagai obat tradisional sudah dilakukan sejak jaman dahulu sebelum dikenal adanya obat dari bahan kimia. Masyarakat saat ini pun mulai banyak kembali ke alam (back to nature), memilih tanaman obat sebagai obat alternatif di tengah banyaknya informasi efek samping yang diakibatkan oleh obat kimia. Pengenalan dan pemahaman mengenai jenis TOGA dan pemanfaatannya perlu dilakukan sejak dini, yaitu pada usia anak-anak, sehingga diharapkan mereka lebih menganal dan mencintai tanaman obat sebagai pengobatan alternatif yang telah secara turun-temurun diwariskan dari nenek moyang bangsa Indonesia.

Pada hari kamis, tanggal 18 Juli 2019 yang lalu, tim dosen dan mahasiswa dari program studi D-3 dan S-1 Fakultas Farmasi Universitas Pancasila  (FFUP) Jakarta melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Sekolah Alam Indonesia Meruyung, Rangkapan Jaya Baru, Pancoran Mas, Depok, Jawa Barat. Kegiatan yang bertujuan utama untuk mengenalkan profesi apoteker serta tanaman obat keluarga (TOGA) kepada siswa sekolah dasar ini merupakan Program Kemitraan Masyarakat yang disponsori oleh Kementrian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi. Aktivitas utama kegiatan ini adalah POS PINTER (Pos Simulasi Pengenalan Profesi Interaktif Terstruktur) serta berkebun TOGA bersama. Sebanyak 71 siswa kelas 5 dan 6 Sekolah Alam Indonesia Meruyung dengan antusias mengikuti rangkaian kegiatan yang dimulai sejak jam 08.00 WIB hingga 14.30 WIB. Kepala Sekolah Alam Indonesia Meruyung, Bapak Kharis Saepudin menyampaikan apresiasi dan sambutan yang sangat baik kepada tim dosen dan mahasiswa FFUP atas kegiatan yang dilakukan.

Kegiatan POS-PINTER dan Kebun TOGA, merupakan salah satu bentuk kegiatan pembelajaran berbasis pengalaman (experiental learning), dimana para siswa dihadapkan pada pengalaman konkrit, melakukan pengamatan dan refleksi, konseptualisasi dan generalisasi, serta penerapan. Pembelajaran berbasis pengalaman dinilai lebih efektif dan dapat mencapai tujuan secara maksimal. Hal ini selaras dengan tipikal Sekolah Alam Indonesia Meruyung yang merupakan sekolah berbasis komunitas.             Sumber belajar para siswa bukan hanya dari guru atau fasilitator saja, melainkan dari komunitas, baik itu orang tua para siswa dengan aneka profesi dan keterampilan yang dimiliki, maupun para praktisi di berbagai bidang yang sekiranya terkait dengan tema pembelajaran yang sedang dipelajari. Pengalaman belajar seperti ini, yang bukan hanya didasarkan pada buku bacaan dan penjelasan guru, harapannya dapat lebih bermakna bagi para siswa.

Sebelum kegiatan POS PINTER dan kebun TOGA, para siswa diberikan penjelasan materi tentang profesi apoteker dan TOGA oleh tim dosen FFUP, yang terdiri dari Ibu Nur Miftahurrohmah, M.Si., Apt., Ibu Lusiana Ariani, M.Farm., Apt., dan Ibu Wiwi Winarti, M.Si., Apt. Selanjutnya, dengan didampingi oleh kakak-kakak mahasiswa, para siswa mengikuti kegiatan POS PINTER dan berkebun TOGA bersama. Dalam kegiatan POS PINTER, para siswa dikenalkan pada pekerjaan kefarmasian yang dilakukan apoteker baik di industri farmasi maupun  di bidang pelayanan kefarmasian. Kegiatan POS PINTER terdiri dari 6 (enam) pos yang di dalamnya para siswa diperkenalkan tentang jenis-jenis bentuk sediaan obat, golongan-golongan obat, menonton video pembuatan obat di industri farmasi, praktek meracik obat puyer dan kapsul, menulis etiket obat, serta simulasi peran menyerahkan dan memberikan informasi obat sederhana kepada pasien.

Kegiatan berkebun bersama dan pemberian media belajar berupa flash card tanaman obat sangat efektif untuk mengenalkan siswa tentang TOGA. Para siswa sangat bersemangat menerima bibit-bibit tanaman obat siap tanam, menanam bibit-bibit tersebut dengan penuh keseruan bersama kakak-kakak mahasiswa dan guru pendamping, hingga memberi papan nama di setiap jenis tanaman obat yang telah ditanam. Adalah tugas bersama untuk kemudian memelihara setiap bibit yang telah ditanam hingga kelak menjadi tanaman yang bermanfaat.

“Kegiatannya seru banget..Dari kegiatan ini, saya jadi tau apa itu apoteker, dan kalau sudah besar nanti, apoteker mungkin jadi salah satu cita-cita saya..pekerjaannya seru, buat obat, ngeracik obat, dan membantu orang juga. Saya juga jadi lebih tahu tentang tanaman-tanaman obat.”, demikian tutur Sena, salah satu siswa kelas 5 SD.

Komentar positif juga disampaikan oleh tim guru pendamping, yang berharap bahwa kegiatan ini dapat berkelanjutan untuk memberikan pemahaman dan pembelajaran bagi para siswa, serta agar kegiatan seperti ini juga dapat dilaksanakan di sekolah-sekolah lainnya. Sekolah Alam Indonesia Meruyung berharap agar setelah kegiatan ini, pihak kampus dapat memberikan edukasi lebih lanjut terkait pemanfaatan tanaman obat untuk pengobatan sederhana di kegiatan-kegiatan sekolah alam yang banyak terkait dengan eksplorasi di alam terbuka. (*)

You may also read!

ICW Curiga Reivisi UU KPK, Karena 23 Anggota DPR Jadi Tersangka

Ketua DPR Setya Novanto harus mendekam di penjara karena kasus korupsi yang menjerat dirinya. Selain

Read More...

Jelang HUT ke-74, PMI Gelar Lomba Edukatif

APEL : Ketua Panitia HUT PMI ke-74, Eka Bachtiar saat memberikan sambutan dalam apel pagi

Read More...

Klinik Pasar Tugu Layani Kesehatan Pasien

CEK KESEHATAN : Petugas medis klinik Pasar Tugu, Widia sedang memeriksa kesehatan salah satu pasien

Read More...

Mobile Sliding Menu