Malaysia Terancam Bangkrut Karena Bayar Utang

In internasional, Utama
Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad.

 

MALAYSIA – Jeratan Utang masih belum bisa dilepas oleh Malaysia. Negeri jiran itu bahkan tengah kedodoran untuk melunasinya, sampai-sampai Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad, membuka opsi menjual aset negara. Opsi ini disampaikan Mahathir, karena hasil patungan rakyat Malaysia belum mencukupi.

Sistem donasi yang bernama Tabung Harapan Malaysia itu sudah ditutup pada 14 Januari 2019, dan uang yang terkumpul hanya 202.716.775,10 ringgit, atau sekitar Rp 695,4 miliar. Sementara utang Malaysia mencapai Rp 3.500 triliun. Jumlahnya masih sangat jauh. Makanya, kata Mahathir, kini pemerintah Malaysia mulai mejajaki penjualan sejumlah aset-aset strategis milik negara. Baik yang ada di dalam maupun di luar negeri. Aset yang akan dijual ini tidak hanya yang besar-besar, yang kecil juga bakal dilelang.

“(Meski kecil) tetapi tetap saja jumlah yang terakumulasi akan menjadi besar,” kata Mahathir dalam sebuah wawancara, seperti dilansir The Star.

Mahathir belum dapat merinci aset mana saja yang akan dilego. Sebab, sejauh ini, masih dalam tahap negosiasi. Pemerintah Malaysia sedang berupaya untuk mendapatkan harga terbaik dari aset-aset yang dijualnya. Salah satu aset yang bakal dijual berupa properti. Namun, properti yang akan dijual itu tidak termasuk aset yang terletak di Iskandar, Johor.

“Tidak. Karena properti di Johor telah terjual dan uangnya telah dibayarkan bukan kepada kami, tetapi kepada orang yang menjual tanah sehingga bukan yang kami cari,” ujarnya.

Sebelumnya politisi berusia 94 tahun itu juga mengaku hendak menjual pulau hingga lahan-lahan yang masih dikuasai pemerintah.

Mahathir terus berupaya untuk memulihkan uang yang hilang karena skandal 1Malaysia Development Berhad (1MDB). Sebab, pemerintah saat ini menanggung beban utang yang cukup besar dari pemerintahan sebelumnya. Tidak hanya menjual aset, Mahathir juga telah menunda proyek kereta cepat Kuala Lumpur-Singapura, serta proyek lain yang diangkap tidak perlu. Alasannya, yang menjadi prioritas saat ini adalah menekan kesenjangan keuangan dan ekonomi antara ras, daerah perkotaan, dan pedesaan negara bagian.

Menurutnya, distribusi kekayaan di Malaysia saat ini tidak merata dan tidak adil. Sehingga sudah saatnya untuk segera diperbaiki. Jika tidak, ia khawatir akan muncul kecemburuan sosial tindakan anarkisme.

“Misalnya, antara perkotaan dan pedesaan, ada perbedaan besar. Kita perlu memperbaikinya,” katanya.

Melunasi utang negara adalah salah satu janji kampanye Mahathir. Perdana Menteri tertua di dunia itu juga mengaku akan berusaha membenahi permasalahan itu sebelum menyerahkan jabatannya kepada Anwar Ibrahim. Namun, dalam pelaksanaannya, melunasi utang sebesar Rp 3.500 triliun itu tidak mudah. Untuk membayar bunganya saja, kata Mahathir, sudah membuat negaranya bangkrut. (rmco/rd)

 

Editor : Pebri Mulya

You may also read!

ustad beben meninggal

GDC Belum Melayat Ustad Beben

IKHLAS : Orang tua Almarhum Beben, Dedeh Rosdinah saat berbincang dengan kerabatnya di Perum Griya

Read More...
Cabor Faji Kota Depok berprestasi

Mengenal FAJI Depok : Raih Emas di Porda dan Kejurnas (2)

JUARA : Atlet FAJI Depok berfoto bersama saat memenangi Kejurnas FAJI di Tasikmalaya. FOTO :

Read More...
pensi bulan bahasa di SMPN 16 Depok

Pensi Bulan Bahasa di SMPN 16 Depok

PEMBUKAAN : Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Depok, Mohammad Thamrin saat membuka kegiatan pentas seni

Read More...

Mobile Sliding Menu