Lewati Palang Pintu Kereta, Siap-siap Ditilang

In Metropolis
PERATURAN PERLINTASAN SEBIDANG : Sejumlah kendaraan menunggu KRL Comutter Line yang melintas di perlintasan sebidang kawasan Jalan Dewi Sartika, Kecamatan Pancoranmas, Jumat (20/9). FOTO : AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK- Daop 1 Commuter Line Jabodetabek terus menyosialisasikan keselamatan berkendara, di perlintasan sebidang. Tidak hanya imbauan untuk mematuhi aturan di perlintasan sebidang, di lokasi kepolisian juga melakukan penilangan terhadap pengendara yang nekat menerobos palang pintu kereta api.

Executive Vice President Daop 1 Jakarta, Dadan Rudiansyah mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menaati aturan lalu lintas. Khususnya di perlintasan sebidang.

“Sementara kita masih konsentrasi di kawasan Jakarta Selatan, tidak menutup kemungkinan kami akan lakukan sosialisasi sampai Depok bahkan Bogor, karena masih dalam kawasan Daop I,” kata Dadan kepada Radar Depok, Jumat (20/9).

Dengan melakukan sosiaslisasi, dia berharap kesadaran masyarakat untuk menaati aturan lalu lintas di perlintasan sebidang semakin meningkat. Sebab, pelanggaran lalu lintas di perlintasan sebidang tidak saja merugikan pengendara jalan tetapi juga perjalanan kereta api.

Perlintasan sebidang merupakan perpotongan antara jalur kereta api dan jalan yang dibuat sebidang. Perlintasan sebidang tersebut muncul, dikarenakan meningkatnya mobilitas masyarakat menggunakan kendaraan yang harus melintas atau berpotongan langsung dengan jalan kereta api.

Berdasarkan data yang dimiliki Daop 1 Jakarta, kata Dadan, terdapat 171 perlintasan sebidang yang resmi. Sementara itu, terdapat 287 perlintasan sebidang yang tidak resmi. Sedangkan perlintasan tidak sebidang, baik berupa flyover maupun underpass berjumlah 70.

Dadan menambahkan, selama 2019, di wilayah Daop 1 Jakarta telah terjadi 97 kali kecelakaan yang melibatkan orang maupun kendaraan. Jumlah korban 53 meninggal dunia dan 25 mengalami luka-luka.

Oleh karena itu, untuk mengurangi angka kecelakaan dan meningkatkan keselamatan di perlintasan sebidang, pihak PT KAI telah melakukan berbagai upaya. Di antaranya seperti sosialiasi, serta menutup sejumlah perlintasan sebidang tidak resmi.

“Sebanyak 48 pelintasan telah ditutup oleh Daop 1 Jakarta sepanjang tahun 2018 Agustus 2019. Sosialisasi di perlintasan sebidang ini pun tak hanya sampai di sini saja. Kami berkomitmen bahwa agenda sosialisasi ini akan terus berkelanjutan secara bertahap di lokasi lain,” papar Dadan.

Sementara itu, Pengamat Transportasi Publik, Djoko Setjowarno mengatakan, harus ada harmonisasi antara PT KAI dengan pemerintah daerah. Sehingga upaya penanganan masalah kecelakaan bisa diminimalisir.

“Harmonisasi dan sinergi antara Ditjen Perkertetapian dengan PT KAI dan pemerintah daerah diperlukan untuk menekan angka kecelakaan yang terjadi,” ungkapnya.

Kata dia, aparat kepolisian harus lebih agresif lagi untuk menindak pelanggar di perlintasan sebidang. Perlintasan sebidang antara jalan kereta dan jalan. Prinsipnya dibangun tidak sebidang.

“Namun jika dibangun sebidang, hanya bersifat sementara yang harus memperhatikan keselamatan operasional KA dan penguna jalan raya,” terangnya.

Masalah perlintasan sebidang selalu kontroversial. Di satu sisi, masyarakat membutuhkan akses jalan yang lebih singkat. Akan tetapi, di sisil ain, perlintasan itu juga menjadi sumber petaka.

“Selain menjadi simpul terjadinya kecelakaan, perlintasan sebidang juga menjadi pangkal kemacetan,” pungkasnya. (rd)

Jurnalis : Rubiakto

Editor : Pebri Mulya

You may also read!

Puskesmas Kemirimuka Sempatkan 10 Menit untuk Peregangan

SENAM : Puskesmas Kemirimuka melakukan gerak peregangan 10 Menit disela-sela pelayanan. FOTO : GHEA PATTIA/RADARDEPOK   RADARDEPOK.COM,

Read More...

Jumat Kaya Manfaat di SMPN 22 Depok

SEHAT : Guru dan siswa SMPN 22 Depok sedang melakukan senam bersama, Jumat (18/10). FOTO

Read More...

Lulusan Pesantren Makin Mendapat Pengakuan dari Negara

ILUSTRASI   JAKARTA - Disahkannya UU Pesantren memberikan ruang pengakuan bagi santri setelah menamatkan studinya. Pasalnya, selama

Read More...

Mobile Sliding Menu