Ini Orang yang Mendaftar di Pilkada Kota Depok ke PDI Perjuangan

In Politika
MENGAMBIL FORMULIR : Komedian senior, Qomar mengambil formulir yang ditemu langsung Ketua DPC PDI Perjuangan, Hendrik Tangke Allo (kedua kiri), Ketua Bapilu DPC PDI Perjuangan Kota Depok Frans Samosir di Kantor Sekretariat DPC PDI Perjuangan, Ruko De’Arcade, Jalan Boulevard GDC, Kelurahan Tirtajaya, Sukmajaya, Kamis (19/9). FOTO : RICKY/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK DPC PDI Perjuangan Kota Depok resmi menutup proses pendaftaran bakal calon Walikota dan Wakil Walikota Depok 2020, lewat penjaringan terbuka, Jumat (20/9). Diketahui, penjaringan dibuka sejak 2 September lalu.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Depok, Hendrik Tangke Allo mengatakan, dari pendaftaran dibuka, ada sebanyak 12 orang yang mengambil formulir. Dari jumlah tersebut, total enam orang mengambalikan berkas pendaftaran.

“Hari ini (kemarin) adalah batas terakhir. Maka agak numpuk. Total yang sudah mengembalikan itu enam,” ujar Hendrik kepada Radar Depok.

Ia menambahkan, dari enam orang itu, hanya satu orang yang merupakan kader murni partai berlambang Banteng ini. Dia adalah Achmad Riza Alhabsyi, mantan Anggota DPRD Jawa Barat. Sementara sisanya, berasal dari eksternal berbagai kalangan. “Misalnya, komedian Qomar serta beberapa kalangan dari pengusaha,” terang HTA, sapaannya.

Disinggung soal Qomar yang pernah tersandung kasus ijazah palsu, HTA menerangan bila saat ini pihaknya menerima seluruh pendaftar asalkan Warga Negara Indonesia. Karena sesuai namanya : penjaringan terbuka.

Nah, terlepas dari sosok yang bersangkutan ada masalah diluar, hal tersebut berbeda urusan. Pasalnya nanti dalam prosesnya, akan ada verifikasi faktual. Segala pemberkasan akan diperiksa.

“Tentu setelah ini akan ada undangan dari DPD (Jawa Barat) atau DPP (Pusat) untuk melakukan mekanisme tahapan selanjutnya, fit and proper test dan wawancara,” terang Wakil Ketua DPRD Kota Depok ini.

Kemudian, ihwal kealpaan namanya dalam peserta penjaringan, dia menerangkan bila dalam peraturan partai, melarang pimpinan DPRD untuk mencalonkan ataupun dicalonkan untuk masuk ke pilkada, kecuali ada penugasan dari partai.

“Karena kedudukan saya sebagai wakil ketua DPRD, maka saya tidak boleh melanggar perintah itu, kecuali saya ditugaskan. Kalau anggota (DPRD) biasa boleh,” terangnya.

Dirinya mengatakan, ada perbedaan mencolok yang dilakukan PDI Perjuangan, ketimbang Pilkada Depok 2015. Tahun ini, proses rekomendasi calon akan lebih cepat dikeluarkan oleh DPP. Bisa maju sampai enam bulan. “Langkah ini guna memberikan kesempatan kepada calon yang nanti dapat rekomendasi untuk melakukan sosialisasi ke masyarakat,” pungkasnya.

 

Riza Alhabsyi Nyalon Wakil Walikota Depok

PENGEMBALIAN FORMULIR : Salah satu Bakal Calon Wakil Walikota Depok Periode 2020-2025 Achmad Riza Alhabsyi mengembalikan berkas formulir pendaftaran, dan diterima langsung oleh Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Depok, Hendrik Tangke Allo, di kantor DPC PDI Perjuangan Kota Depok, Jalan Boulevard Grand Depok City, kemarin (20/9). FOTO : AGUNG/RADAR DEPOK

 

Salah satu yang mengembalikan berkas formulir pendaftaran, Jumat (20/9), yaitu kader PDI Perjuangan, Achmad Riza Alhabsyi. Dia mendaftar sebagao bakal calon Wakil Walikota Depok.

Riza tiba di kantor DPC PDI Perjuangan Kota Depok tepat pukul 13:30 WIB, ia disambut salawatan dan marawis dari Majelis Taklim Ashhaburratib Beji.

Selain itu, tampak sejumlah tokoh mendampingi Riza, di antaranya Ustad Fauzan, Afifah, Akbar, Revalino, sejumlah fungsionaris PDI Perjuangan, dan kader PDI Perjuangan Beji.

“Perkembangan Kota Depok sebagai kawasan penyangga ibukota harus diiringi dengan kemampuan menyelesaikan persoalan, dan pengelolaan kota yang lebih profesional dan terencana,” ungkapnya.

Selain itu lanjut Riza, sistem manajemen birokrasi ke depan dengan paradigma baru yang selaras dengan rencana pembangunan nasional. Sehingga terjadi sinkronisasi dan akselerasi pencapaian hasil pembangunan.

“Dilandasi rasa cinta sebagai putra daerah yang besar di Kota Depok, ingin kembali menjadikan Depok tidak sekedar berkembang dan padat tetapi juga seharusnya menjadi contoh kota pelayanan, yang tertata dan terkelola dengan baik sehingga menjadi kebanggaan bagi penduduknya,” tutur Riza kepada Radar Depok.

Sebagai kader partai lanjut Riza, ia mengaku merasa terpanggil untuk mewujudkan cita-cita, yaitu Depok sebagai miniatur kecil Indonesia yang nyaman. Rumah milik semua, bukan milik salah satu kelompok satau golongan saja.

“Tentunya dengan tidak menghilangkan nilai-nilai kemajemukan  pluralisme, serta budaya. Sehingga mampu bersosialisasi baik dalam kehidupan beragama dengan masyarakat lainnya secara terbuka atau inklusif,” tegas Riza.

Masih di hari yang sama. Sosok lain yang mendaftar ialah Nofel Saleh Hilabi. Ia mengaku ingin membangun Kota Depok agar lebih baik lagi.

 

SIAP : Pengusaha Nofel Saleh Hilabi mengembalikan berkas formulir pendaftaran, dan diterima langsung oleh Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Depok, Hendrik Tangke Allo, di kantor DPC PDI Perjuangan Kota Depok, Jalan Boulevard Grand Depok City, kemarin (20/9). FOTO : JUNIOR/RADAR DEPOK

 

“Kami punya niat yang sama. Saya melihat PDI Perjuangan membuka peluang untuk Calon Walikota Depok. Karena, saya diyakinkan bahwa jika bersama, maka kita bisa menang,” tegas Nofel.

Mantan Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Jakarta Selatan ini meyakini bersama PDI Perjuangan bisa memegang kursi pemerintahan kedepan. Sebab, ia juga meyakini militansi dari kader partai berlambang kepala banteng tersebut hebat.

“Apalagi, yang saya tahu, Ketua DPC-nya yang telah berpengalaman membuat kebijakan di DPRD. Insya Allah saya akan mempelajari dan berjuang,” kata pengusaha berusia 33 tahun tersebut.

Berbicara dari segi penduduk dan ekonomi, Deputi KADIN Indonesia ini mengungkapkan, Depok yang bersebelahan dengan DKI Jakarta masih terjadi  ketimpangan dan kesenjangan sosial, pekerjaan dan pengangguran cukup banyak. Sementara, sambung Nofel, di Depok terdapat universitas hebat.

“Seperti Universitas Indonesia, tapi kita lihat, banyak pendapatan masyarakat yang masih jauh dari rata-rata, di sini perlu kita tingkatkan,” paparnya.

Padahal, lanjut Nofel, Depok berpotensi untuk dikembangkan menjadi kota yang lebih baik dan maju lagi. Untuk itu, perlu meningkatkan sektor sumber daya manusia (SDM). Sehingga, warga Depok memiliki peluang yang sama untuk memperoleh pekerjaan.

“Ujung tombaknya apa sih, orang bisa mengisi perutnya dengan pekerjaan. Itu harus kita hadapi bersama dan kita berikan bantuan kepada mereka pekerjaan,” ujarnya.

Pekerjaan itu ada, kata Nofel, maka pengusahanya perlu ada, jika ingin mau ada pengusaha, maka kebijakan-kebijakan yang mendukung gerakan usaha harus sejalan. Jika tidak sejalan, bagaimana pengusaha itu mau investasi dan ada pekerjaan di Depok.

“Itu kedepan yang harus dikerjakan bersama,” ucapnya.

Sementara itu, komedian Qomar, mengaku mendaftar sebagai bakal calon Wakil Walikota Depok. Dirinya ingin mewujudkan Kota Depok sebagai kota pusat budaya dan peradaban masyarakat berkarakter agamis, nasionalis, dan humanis. “Semoga silaturahmi kita diberkahi Allah SWT,” pungkasnya. (rd)

 

Jurnalis : Junior Williandro, Ricky Juliansyah, M. Agung HR, Adit

Editor : Pebri Mulya

You may also read!

Puskesmas Kemirimuka Sempatkan 10 Menit untuk Peregangan

SENAM : Puskesmas Kemirimuka melakukan gerak peregangan 10 Menit disela-sela pelayanan. FOTO : GHEA PATTIA/RADARDEPOK   RADARDEPOK.COM,

Read More...

Jumat Kaya Manfaat di SMPN 22 Depok

SEHAT : Guru dan siswa SMPN 22 Depok sedang melakukan senam bersama, Jumat (18/10). FOTO

Read More...

Lulusan Pesantren Makin Mendapat Pengakuan dari Negara

ILUSTRASI   JAKARTA - Disahkannya UU Pesantren memberikan ruang pengakuan bagi santri setelah menamatkan studinya. Pasalnya, selama

Read More...

Mobile Sliding Menu