Imam Musanto Ingin di Komisi D

In Politika

 

DEWAN : Anggota Fraksi PKS DPRD Kota Depok dari Dapil 1 (Pancoranmas) Imam Musanto bersama istri tercinta berfoto usai pelantikan Anggota DPRD Kota Depok periode 2019-2024 beberapa waktu lalu. FOTO : ISTIMEWA

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Senang berinteraksi langsung dengan masyarakat, Anggota Fraksi PKS DPRD Kota Depok periode 2019-2024 dari Dapil 1 (Pancoranmas), Imam Musanto menginginkan agar duduk di Komisi D DPRD Kota Depok.

“Rencanannya saya mau di Komisi D. Insya Allah dan doakan saya, Fraksi PKS dan dewan lainnya tetap istiqomah,” kata Imam Musanto kepada Radar Depok, Rabu (11/9).

Pemilik 6.018 suara di Kecamatan Pancoranmas ini ingin duduk di Komisi D DPRD Kota Depok karena bidang kerjanya berkaitan langsung dengan masyarakat, dimana dirinya senang berinteraksi langsung dengan masyarakat, khususnya mereka yang membutuhkan advokasi berkaitan dengan pelayanan publik.

“Karena perlu dipahami, saya berasal dari masyarakat yang tergolong tidak mampu, tidak dapat bersekolah karena keterbatasan dana, tidak bisa ke Puskesmas padahal di sana biayanya murah. Jadi anak putus sekolah itu tidak enak dan menyakitkan,” papar Imam.

Mantan Ketua LPM Kelurahan Pancoranmas ini pun melihat, masih banyak dari masyarakat Depok yang belum bisa mengambil haknya di pemerintahan, karena ketidakpahaman mereka dan ketidakadaan informasi yang cukup.

“Karena itu, saya putuskan saat ditawarkan posisi mau di komisi apa dari Fraksi PKS, maka saya pilih komisi D,” katanya.

Ia menjelaskan, di Komisi D sendiri ada bidang agama dan bidang pendidikan, hal ini selaras dengan latar belakang dirinya sebagai dosen agama di beberapa perguruan tinggi dan hingga saat ini ia mendapat posisi penasihat di MUI kecamatan Pancoranmas Depok.

“Sampai saat ini saya masih aktif sebagai dosen di beberapa perguruan tinggi, selaras dengan bidang pendidikan di Komisi D,” jelasnya.

Kemudian, untuk bidang kesehatan, sambung Imam, dirinya masih dipercaya sebagai Ketua  Persatuan Pemberantasan Tuberculosis Indonesia (PPTO) Kecamatan Pancoranmas. Sehingga, ia tahu persis bagaimana kader Pengawas Menelan Obat (PMO) bekerja mengetuk pintu rumah orang yang harus minum obat setiap hari. Dengan resiko besar, tetapi mendapat honor ala kadarnya.

“Saya berusaha mendorong agar anggaran di beberapa lini tersebut bisa ditambah dan mereka di perhatikan. Karena kita berharap Depok bebas TB di 2021,” tegasnya.

Sedangkan, di bidang agama, ia berharap kembali ke Pemkot Depok untuk menambah kembali kuota para penyuluh agama yang ada di tiap-tiap RW Dan RT, agar mereka mendapat insentif yang diberikan Pemkot saat ini. “Saya juga berusaha untuk mengusulkan petugas pengurusan jenazah mendapatkan insentif sama dengan penyuluh agama,” ujarnya.

Dari semua yang disebutkan di atas, Imam tertarik untuk duduk di Komisi D DPRD Kota Depok, karena pada dasarnya ia merupakan orang lapangan dan merasakan, mendengarkan dan melihat langsung apa yang terjadi di lingkungan.

“Yang utama, harapan saya masyarakat bisa merasakan keberadaan saya sebagai dewan di tengah-tengah mereka dan berkontribusi positif untuk masyarakat Depok pada umumnya,” pungkas Imam. (rd)

 

Jurnalis : Ricky Juliansyah

Editor : Pebri Mulya

You may also read!

dahlan iskan

Nasib Benny

  Oleh : Dahlan Iskan   AWALNYA saya berpikir Bentjok --Benny Tjokrosaputro-- pasti lolos lagi. Kali ini pun. Ternyata Kejaksaan Agung kali

Read More...
siswa depok meninggal loncat dari atas gedung

Siswi Asal Depok Lompat Gedung Sekolah

BERKABUNG : Terlihat keluarga serta tetangga silih berganti berdatangan ke kediaman orang tua SN di

Read More...
status CPNS Depok

Empat Hari 5.196 Pelamar Nge-Hotel

MELENGKAPI BERKAS : Sejumlah peserta saat melengkapi pemberkasan Nomor Induk Pegawai (NIP) CPNS 2018, di

Read More...

Mobile Sliding Menu