Guru SLB Depok Dilatih UI

In Pendidikan
LATIH : Pengmas Program Pendidikan Vokasi Universitas Indonesia (UI), menggelar Pelatihan skill Fisioterapi dan Okupasi Terapi kepada guru pendidik anak berkebutuhan khusus di SLB Nusantara Kota Depok Jawa Barat, belum lama ini. FOTO : FAHMI/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Tim Pengabdian Masyarakat (Pengmas) Program Pendidikan Vokasi Universitas Indonesia (UI), menggelar Pelatihan skill Fisioterapi dan Okupasi Terapi kepada guru pendidik anak berkebutuhan khusus di SLB Nusantara Kota Depok Jawa Barat, belum lama ini.  Para tim Pengmas ini memberikan pelatihan kemampuan dalam mendidik anak-anak berkebutuhan khusus berbasis fisioterapi dan okupasi terapi terkait kemandirian.

Ketua Tim Pengabdi yang juga Dosen Program Studi Fisioterapi Aditya Denny menuturkan, dalam pelaksanaannya, tim Pengmas Vokasi UI juga menggandeng Psikolog dari Fakultas Psikologi UI yang memberikan pemahaman tentang aspek psikologis. Ini yang perlu diperhatikan dari sisi orang tua, guru, masyarakat dan anak-anak disabilitas dan dokter THT. Selain itu, tim Pengmas juga menggandeng Akademi Terapi Wicara Jakarta dan Surakarta untuk memberikan screening dan terapi wicara bagi anak-anak disabilitas yang mengalami gangguan makan, menelan dan wicara lainnya.

Menurutnya, kemampuan ajar dalam bidang Fisioterapi dan Okupasi terapi sangat penting untuk dimiliki guru SLB. Mengingat anak-anak disabilitas memerlukan perhatian khusus baik dalam permasalahan kesehatan, kemandirian beraktifitas dan masalah psikososial. Banyak aspek yang harus diperhatikan dalam mendidik anak berkebutuhan khusus, maka kami melibatkan dokter, terapi wicara, psikolog serta kelompok mahasiswa dengan melakukan pemeriksaan gangguan fisik, tumbuh kembang dan keluhan kesehatan anak.

SLB Nusantara yang menjadi penerima manfaat program ini telah berdiri sejak 1989 dengan 120 orang murid dari jenjang sekolah dasar, sampai sekolah menengah atas.  Umumnya siswa disini memiliki jenis disabilitas antara lain tuna rungu, tuna grahita, tuna wicara, tuna netra, down syndrome, autism, cerebral palsy dan keterbelakangan mental.

Denny menjelaskan, pada acara yang berlangsung selama dua hari tersebut cukup memberikan kesan mendalam dan menyenangkan bagi warga sekolah. Karena anak-anak didampingi bermain oleh para mahasiswa dan diberi kesempatan untuk unjuk kebolehan seperti senam, marawis, bermain band, menyanyi dan aktifitas hiburan lainnya. “Kesempatan ini sangat penting untuk membangun rasapercaya diri mereka. Untuk kita, penampilan seperti ini seperti hal biasa, namun bagi mereka ini adalah bagian dari terapi yang baik untuk tumbuh kembangnya” tambah Denny kepada Harian Radar Depok, kemarin.

Kepala SLB Nusantara, Sujono menuturkan, acara semacam ini dapat memberi kesan positif yang mendalam bagi anak-anak. “Acara ini akan sangat diingat oleh anak-anak, akan tertanam kesan positif mendalam yang akan meningkatkan semangat dalam belajar dan aktifitas lainnya di sekolah,” imbuhnya.

Setelah pelatihan selesai, program akan dilanjutkan dengan beberapa aksi lainnya yaitu rekomendasi pemeriksaan kesehatan ke puskesmas dan rumah sakit, pemberian alat bantu kemandirian dan pelatihan intensif terstruktur bagi para guru. Tentunya dengan pendampingan teknis selama satu bulan melalui program rehabilitasi bersumberdaya masyarakat (RBM) oleh mahasiswa. (rd)

 

Jurnalis : Fahmi Akbar (IG : @akbar.fahmi.71)

Editor : Pebri Mulya

You may also read!

Puskesmas Kemirimuka Sempatkan 10 Menit untuk Peregangan

SENAM : Puskesmas Kemirimuka melakukan gerak peregangan 10 Menit disela-sela pelayanan. FOTO : GHEA PATTIA/RADARDEPOK   RADARDEPOK.COM,

Read More...

Jumat Kaya Manfaat di SMPN 22 Depok

SEHAT : Guru dan siswa SMPN 22 Depok sedang melakukan senam bersama, Jumat (18/10). FOTO

Read More...

Lulusan Pesantren Makin Mendapat Pengakuan dari Negara

ILUSTRASI   JAKARTA - Disahkannya UU Pesantren memberikan ruang pengakuan bagi santri setelah menamatkan studinya. Pasalnya, selama

Read More...

Mobile Sliding Menu