Dorong Penuntasan Sekolah Numpang di Depok

In Metropolis
Anggota DPRD Kota Depok, Lahmudin Abdullah dan Hafid Nasir.

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Anggota DPRD Kota Depok turut menyoroti pembangunan dan renovasi sekolah yang mulai berjalan bulan ini. Dewan menginginkan Dinas Pendidikan Kota Depok mendahulukan pembangunan sekolah yang masih menumpang di sekolah lain.

Lantaran di Kota Depok sendiri masih ditemukan sekolah yang belum memiliki gedung mandiri.

“Kami mendorong Pemkot Depok dapat menuntaskan beberapa sekolah yang masih menumpang ke sekolah lain. Agar menjalankan proses kegiatan belajar mengajar (KBM),” ucap Anggota DPRD Kota Depok, Hafid Nasir kepada Radar Depok, Selasa (10/9).

Hafid menilai, pembangunan gedung sekolah baru yang dinilai sangat mendesak ketimbang Ruang Kelas Baru (RKB). Namun, kendala yang terjadi adalah keterbatasan lahan di Kota Depok.

“Karena kesulitan mencari lahan, akhirnya membangun RKB dan menggabungkan sekolah (merger) sebagai solusi,” ujarnya.

Seperti SMP Negeri 25 Depok yang masih menumpang di SDN Kedaung. Sekolah yang berada di Kelurahan Kedaung, Sawangan ini masuk dalam pembangunan gedung sekolah di tahun anggaran 2019.

Hafid melanjutkan, selain renovasi di sekolah negeri, Pemkot Depok juga harus memperhatikan sekolah swasta. Pasalnya sekolah swasta turut mempunyai andil dalam menampung siswa yang tidak masuk ke sekolah negeri.

“Terutama bagi siswa yang tidak mampu, karena sudah dianggarkan sejak 2018 sebesar Rp2 juta untuk SD dan Rp3 juta SMP per tahunnya. Bagi siswa tidak mampu yang tidak masuk di sekolah negeri dan harus masuk di swasta,” tegas Hafid.

Dia berharap pembangunan gedung dan renovasi gedung sekolah yang saat ini tengah berjalan dapat menambah semangat peserta didik dalam belajar. Untuk itu diperlukan gedung yang sesuai standarisasi dan kesepakatan pada rencana anggaran biaya (RAB).

“Kami akan awasi setiap tahapan dana yang turun ke sekolah agar sesuai dengan spesifikasinya, supaya dapat rampung sesuai rencana di akhir tahun 2019 ini,” tegas Hafid.

Senada, Anggota DPRD Depok lainnya yang turut menyoroti pembangunan pendidikan di Depok adalah Lahmudin Abdullah. Dia menyebut, pembangunan RKB khawatir menambah kusut pemandangan di sekolah. Karena luas tanah yang kurang memadai, sehingga kelas baru dibangun secara vertikal ke atas.

“Saya sudah minta saat rapat koordinasi dengan Disdik untuk menata bersama membuat bangunan baru secara permanen. Misal SD butuh 12 kelas, ya dibuat sekaligus sejumlah itu. Jangan nantinya setiap tahun mengajukan dana untuk pembuatan RKB, khawatir makin numpuk dan tidak enak dipandang sekolahnya,” beber Lahmudin.

Supaya tidak terjadi kekeliruan dan tumpang tindih biaya pembangunan, Lahmudin menginginkan dinas terkait yakni Dinas Pendidikan serta Dinas Perumahan dan Permukiman Kota Depok untuk membuat dan menyerahkan lembar pertanggungjawaban (LPJ) yang jelas. Apabila tidak dilakukan, dapat terjadi lepas kontrol di sekolah yang bersangkutan.

“Kurang lebih selama 90 hari sekolah yang sedang proses pembangunan harus selesai. Artinya batas akhir sampai Desember 2019,” tukasnya.

Lahmudin berharap, pendidikan di Kota Depok dapat terus maju baik dari sektor sarana prasarana, maupun kualitas peserta didik dan tenaga pendidik kependidikan. Dia juga mengapresiasi Disdik Depok yang selalu memberikan penghargaan kepada siswa dan guru berprestasi.

“Selain SDM guru yang baik, media pembelajaran sangat diperlukan untuk menunjang keberhasilan siswa. Dinas pendidikan sudah bergerak maju untuk memenuhi segala kebutuhan itu,” pungkas Lahmudin. (rd)

 

Jurnalis : Nur Aprida Sani (IG : @apridasani)

Editor : Pebri Mulya

 

 

You may also read!

Jelang HUT ke-74, PMI Gelar Lomba Edukatif

APEL : Ketua Panitia HUT PMI ke-74, Eka Bachtiar saat memberikan sambutan dalam apel pagi

Read More...

Klinik Pasar Tugu Layani Kesehatan Pasien

CEK KESEHATAN : Petugas medis klinik Pasar Tugu, Widia sedang memeriksa kesehatan salah satu pasien

Read More...

Beli Sate, Gratis Nasi Goreng

Sate Blora Cirebon cabang Depok kini sudah bisa dinikmati, pengunjung bisa datang ke Jalan Margonda,

Read More...

Mobile Sliding Menu