Cermat Pilih Daging, Label Halalnya Akan Dicabut

In Metropolis
TETAP MEMENUHI STANDAR : Penjual daging beraktifitas di lapak dagangnya di kawasan Pasar Depok Jaya, Kelurahan Depok Jaya, Kecamatan Pancoranmas, kemarin. Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKPPP) Kota Depok mengatakan ekspor impor hewan dan produk hewan tetap memenuhi standar aman, sehat, utuh, serta halal. FOTO : AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Enggartiasto Lukita kembali membuat heboh jagat raya dengan kebijakan yang dia keluarkan.

Baru-baru ini, melalui Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 29 tahun 2019 tentang Ketentuan Ekspor dan Impor Hewan dan Produk Hewan, dia menghapus ketentuan label halal bagi daging yang masuk ke Indonesia.

Menanggapi aturan baru ini, Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Depok (Disdagin) mengajak masyarakat untuk mewaspadai dan teliti melakukan seleksi saat akan membeli daging, baik yang di pasar tradisional atau modern (swalayan).

“Kalau memang nantinya diberlakukan, ya masyarakat harus pandai menyeleksi daging mana yang baik untuk dikonsumsi atau tidak,” kata Kepala Disdagin Kota Depok, Kania Parwanti kepada Radar Depok, Minggu (15/9).

Walaupun isu sudah ramai di media dan masyarakat, Kania mengaku sampai saat ini belum menerima salinan peraturan menteri yang sudah ditetapkan sejak 24 April 2019 lalu. Namun apabila dalam waktu dekat salinan tersebut sudah turun, pihaknya tidak akan serta merta langsung memberlakukan aturan tersebut.

“Kami akan pelajari dulu kalau sudah terima, poin apa saja yang ada di Permendag Nomor 29/2019 itu. Karena di Perda Perdagangan Kota Depok juga tidak mengatur tentang label halal itu,” tegas Kania.

Sebagaimana diketahui Permendag Nomor 29 Tahun 2019 adalah revisi dari Permendag Nomor 59/2016. Dalam peraturan sebelumnya, impor produk hewan diwajibkan mencantumkan produk halal, namun dalam aturan baru sudah tidak diberlakukan.

Disdagin Kota Depok akan rutin mengecek dan berkoordinasi dengan bidang perdagangan untuk menindaklanjuti dari peraturan menteri tersebut. Terutama pengawasan akan diperketat di pasar-pasar swalayan.

“Kalau di pasar tradisional di kota Depok tidak terlalu berpengaruh, karena daging yang beredar banyak lokal, saya belum tahu di pasar modern, akan dicek dan dikoordinasikan,” jelas Kania.

Sementara itu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Depok turut menanggapi kebijakan baru ini. Ketua MUI Kota Depok, KH Dimyati Badruzzaman menuturkan, MUI Pusat harus mengambil langkah tegas meminta Menteri Enggar untuk mencabut aturan penghapusan label halal pada produk hewan impor.

“MUI pusat harus protes ke pemerintah sebelum semuanya terlambat, artinya sebelum diberlakukan permanen di Indonesia,” tegasnya.

Menurut Dimyati, dihapusnya label halal untuk daging impor akan menimbulkan keraguan pada masyarakat. Label halal yang tercantum selama ini sangat penting untuk membedakan daging yang sesuai syariat Islam dan yang tidak untuk dikonsumsi umat muslim.

“Kalau ini (label halal) dicabut akan timbul keraguan umat muslim untuk konsumsi daging, karena tidak ada bedanya pasti yang dijual di pasar. Mana daging halal dan tidak halal,” tukas Dimyati.

Selain masalah impor produk hewan, MUI juga mengeluarkan fatwa untuk produk kosmetik, obat-obatan, dan makanan yang masuk dari luar negeri ke Indonesia. Adapun daging yang dihalalkan oleh MUI untuk dikonsumsi umat muslim, di antaranya daging sapi, kerbau, kambing, ayam dan sejenisnya.

“MUI memiliki tim untuk meneliti kehalalan suatu produk, sehingga umat islam tidak ragu untuk mengonsumsinya,” pungkas Dimyati. (rd)

 

Heboh Pencopotan Label Halal

Dasar :

– Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 29 tahun 2019 tentang Ketentuan Ekspor dan Impor Hewan dan Produk Hewan

– Revisi dari Permendag Nomor 59/2016. Dalam peraturan sebelumnya, impor produk hewan diwajibkan mencantumkan produk halal, namun dalam aturan baru sudah tidak diberlakukan.

Masalah yang bisa muncul :

– Menimbulkan keraguan pada masyarakat, khususnya muslim

Langkah Pemkot Depok :

– Meminta masyarakat lebih cermat memilih daging

– Sejauh ini belum menerima salinan permendag yang dimaksud

– Akan pelajari permendag

– Mau melakukan koordinasi internal

Desakan MUI Kota Depok :

– Meminta agar aturan ini dihapus

– Meminta kepada MUI Pusat melakukan protes ke pemerintah

 

Jurnalis : Nur Aprida Sani (IG : @apridasani)

Editor : Pebri Mulya

You may also read!

Puskesmas Kemirimuka Sempatkan 10 Menit untuk Peregangan

SENAM : Puskesmas Kemirimuka melakukan gerak peregangan 10 Menit disela-sela pelayanan. FOTO : GHEA PATTIA/RADARDEPOK   RADARDEPOK.COM,

Read More...

Jumat Kaya Manfaat di SMPN 22 Depok

SEHAT : Guru dan siswa SMPN 22 Depok sedang melakukan senam bersama, Jumat (18/10). FOTO

Read More...

Lulusan Pesantren Makin Mendapat Pengakuan dari Negara

ILUSTRASI   JAKARTA - Disahkannya UU Pesantren memberikan ruang pengakuan bagi santri setelah menamatkan studinya. Pasalnya, selama

Read More...

Mobile Sliding Menu