Bersabar Menahan Amarah

In Ruang Publik

 

Oleh : Muqorobin

Kepala SMP Avicenna Cinere, Founder Pusat Terapi dan Edukasi Tootie Kidz Center 

 

Sungguh, kasus pembunuhan yang dilakukan seorang istri terhadap suami dan anak tirinya membuat kita prihatin dan miris dengan kejadian tersebut. Terlepas apa pun faktor penyebabnya, masalah ekonomi, perasaan kesal ataupun kondisi sedang marah, tindakan membunuh tidak dapat dibenarkan dan termasuk dosa besar.

Allah SWT berfirman “Dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya), melainkan dengan suatu (alasan) yang benar (Q.S Al-Isra’:33). Dalam salah satu hadits Rasulullah SAW bersabda “Jauhilah tujuh (dosa) yang membinasakan! Mereka (para sahabat) bertanya, Wahai Rasulullah, apakah itu? Rasulullah menjawab, Syirik kepada Allah, sihir, membunuh jiwa yang Allah haramkan kecuali dengan haq, memakan riba, memakan harta anak yatim, berpaling dari perang yang berkecamuk, menuduh zina terhadap wanita-wanita merdeka yang menjaga kehormatan, yang beriman, dan yang bersih dari zina”. (H.R Bukhari dan Muslim).

Islam sebagai agama yang mengajarkan nilai-nilai kemanusiaan mengajarkan kepada umatnya agar senantiasa bersabar disaat menghadapi situasi kesal dan marah. Sabar menahan amarah merupakan wujud dari implementasi kecerdasan emosional (EQ) yang bersifat progresif disaat seseorang dalam situasi yang dapat menimbulkan kemarahan.

dengan hal itu, dalam kitab Syuab Al-Iman dikisahkan suatu ketika ada seorang budak dari Ali bin Al-Husain, ketika itu ia menuangkan air pada Ali untuk persiapan shalat. Tiba-tiba wadah yang digunakan itu jatuh lalu pecah lantas melukai tuannya (Ali). Lalu Ali mengangkat kepala dan memandang budak wanita itu.

Selanjutnya, budak itu mengingatkan Ali dengan firman Allah SWT (Q.S Ali-Imran: 134) “ciri-ciri penghuni surga adalah orang-orang yang menahan amarahnya.”. Mendengar ayat tersebut Ali berkata, “Aku tidak jadi memarahimu”. Kemudian budak itu melanjutkan ayat berikutnya “ciri-ciri penghuni surga adalah memaafkan (kesalahan) orang.” Ali pun berkata, “Saya sudah memaafkanmu.”  Terakhir, sang budak membacakan firman Allah lagi Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan”. Dan Ali berkata, “Sekarang engkau bebas (merdeka).”(HR. Al-Baihaqi dalam kitab Syuab Al-Iman, 10: 545, dinukil dari Tafsir Az-Zahrawain, hlm. 723).

Nasihat yang dapat dipetik dari kisah tersebut sangat mendalam. Dialog antara Ali dengan budaknya menunjukkan makna akan pentingnya menggapai kebajikan dengan menahan amarah kepada orang lain meskipun seseorang punya kesempatan untuk melakukan kemarahan tersebut. Begitu pentingnya menahan amarah rasulullah berwasiat melalui sabdanya yang diriwayatkan Abu Hurairah RA seorang lelaki berkata kepada Nabi SAW, “Berilah aku wasiat. Beliau menjawab, Janganlah engkau marah. Lelaki itu mengulang-ulang permintaannya, namun Nabi SAW selalu menjawab, Janganlah engkau marah.” (HR. Bukhari).

Sejatinya, dengan bersabar yang dilandasi keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, orang mukmin tidak akan mudah tergelincir dalam api kemarahan, terjebak dengan perasaan kekesalan yang berlebihan dan menyakiti sesama saudaranya. Komitmen perilaku itulah yang dikatakan sebagai indikator orang kuat yang sesungguhnya, sebagaimana sabda rasulullah SAW “Bukanlah orang yang kuat itu yang menang dalam gulat, tetapi orang kuat yang menahan dirinya pada waktu marah“. (H.R Bukhari dan Muslim).

Terakhir, Allah SWT berjanji kepada orang-orang yang memiliki sifat sabar dalam menahan amarah dengan balasan kemenangan kelak di akhirat yakni surga dan diselamatkan dari api neraka. Allah SWT berfirman, ” Sesungguhnya Aku memberi balasan kepada mereka pada hari ini, karena kesabaran mereka. Sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang menang.” (QS Al-Mu’minun: 111). Wallahu alam bish-shawab. (*)

You may also read!

ICW Curiga Reivisi UU KPK, Karena 23 Anggota DPR Jadi Tersangka

Ketua DPR Setya Novanto harus mendekam di penjara karena kasus korupsi yang menjerat dirinya. Selain

Read More...

Jelang HUT ke-74, PMI Gelar Lomba Edukatif

APEL : Ketua Panitia HUT PMI ke-74, Eka Bachtiar saat memberikan sambutan dalam apel pagi

Read More...

Klinik Pasar Tugu Layani Kesehatan Pasien

CEK KESEHATAN : Petugas medis klinik Pasar Tugu, Widia sedang memeriksa kesehatan salah satu pasien

Read More...

Mobile Sliding Menu