Bendahara SD Tugu Ibu Dipanggil Polisi

In Metropolis
SUASANA : Suasana di SD Yaspen Tugu Ibu saat kegiatan belajar mengajar, Senin (16/9). FOTO : RUBIAKTO/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Berdasarkan surat panggilan klarifikasi nomor:R/14995/IX/RES.3/2019/Reskrim. Polres Depok memanggil bendahara SD Yaspen Tugu Ibu, dengan dugaan sekolah tidak menyalurkan dana BOS Tahun Anggaran 2018 tidak sesuai dengan juklak dan juknis.

Dalam surat tersebut merujuk pada Pasal 1 (5). Pasal 4 dan Pasal 5 KUHAP. Pasal 14 ayat (1) huruf g UU RI nomor 2 tahun 2002 tentang kepolisian Negara RI, serta Surat Perintah penyelidikan nomor: sp. Lidik/1758/IX/Res.3/Reskrim.

Surat tersebut juga dijelaskan telah di dapat informasi bahwa tahun anggaran 2018. SD Yaspen Tugu Ibu, Kota Depok telah menerima bantuan dana hibah dalam bentuk BOS dari pemerintah. Namun dalam melakukan distribusi dan penggunaan Dana Bos, tidak sesuai dengan Juklak dan Juknis yang berlaku.

Kasubbag Humas Polresta Depok, AKP Firdaus mengatakan, kasus tersebut telah ditangani Unit Tipikor. “Sebentar, kami cek dulu di Tipikor,” singkat Firdaus kepada Harian Radar Depok, kemarin.

Saat Radar Depok mengunjungi Sekolah Dasar (SD) Yayasan Pendidikan (Yaspen) Tugu Ibu di Jalan Sentosa Raya nomor 2, Kelurahan Mekar Jaya, Kecamatan Sukmajaya, aktifitas sekolah berjalan normal, baik SD SMP maupun SMA.

Tidak ada yang berbeda dengan sistem belajar mengajar kemarin. Tapi sayang Radar Depok belum berkesempatan untuk bertemu dengan Kepala Sekola SD Yaspen Tugu Ibu, Suharti. Ruangan kepala sekolah yang berada di lantai dasar SD Tugu Ibu rapat terkunci.

Saat mengunjungi ruang Tata Usaha di lantai dua sekolah tersebut Radar Depok juga tidak bisa bertemu Bendahara dana BOS. Hanya ada staf TU Eli. Eli mengatakan, Bendahara Dana BOS SD Yaspen Tugu Ibu, Aisyah sedang tidak ditempat.

Dia juga mengaku, tidak mengetahui keberadaan Aisyah. “Kayanya ngga ada, sudah saya telp dua kali tapi tidak diangkat,” kata Eli.
Satpam SD Yaspen Tugu Ibu, Darjaya juga tidak mengetahui keberadaan kepala sekolah. “Biasanya ada, tapi ternyata pintunya dikunci, sedang tidak diruangannya,” kata Darjaya.

Menimpali hal ini, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Depok, Mohamad Thamrin tidak mau bicara banyak. Dia hanya mengatakan proses pemeriksaan sedang berlangsung. Pihak Disdik juga mengaku, sedang memproses kebenarannya melalui bidang Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). “Yang tahun 2019 sedang di proses di bidang masing-masing untuk sekolah swasta,” tukas Thamrin. (rd)

 

Jurnalis : Rubiakto (IG : @rubiakto), Nur Aprida Sani (IG : @apridasani)

Editor : Pebri Mulya

You may also read!

Puskesmas Kemirimuka Sempatkan 10 Menit untuk Peregangan

SENAM : Puskesmas Kemirimuka melakukan gerak peregangan 10 Menit disela-sela pelayanan. FOTO : GHEA PATTIA/RADARDEPOK   RADARDEPOK.COM,

Read More...

Jumat Kaya Manfaat di SMPN 22 Depok

SEHAT : Guru dan siswa SMPN 22 Depok sedang melakukan senam bersama, Jumat (18/10). FOTO

Read More...

Lulusan Pesantren Makin Mendapat Pengakuan dari Negara

ILUSTRASI   JAKARTA - Disahkannya UU Pesantren memberikan ruang pengakuan bagi santri setelah menamatkan studinya. Pasalnya, selama

Read More...

Mobile Sliding Menu