Bawaslu Seleksi Peserta Sekolah Kader

In Politika
KOMPAK : Jajaran Komisioner Bawaslu Kota Depok berfoto usai kegiatan Refleksi Pengawasan Pemilu Tahun 2019 di Gedung Hotel Bumi Wiyata Jalan Margonda, Kota Depok, beberapa waktu lalu. FOTO : RICKY/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Depok berencana melakukan pendidikan sekolah kader pemilu kepada masyarakat, dengan membentuk wadah pendidikan pengawasan Pemilu yang berkesinambungan dalam program ‘Sekolah Kader Pengawas Pemilu Partisipatif’.

Untuk itu, menghadapi Pilkada serentak 2020, Bawaslu Depok tengah menyeleksi warga Depok yang akan diikut sertakan dalam program Bawaslu Jawa Barat tersebut. Tiap kabupaten/kota mengirimkan tiga peserta.

Koordinator Divisi Pengawasan, Hubungan Masyarakat (Humas) dan Hubungan antar Lembaga (Hubal) Bawaslu Kota Depok, Dede Selamet Permana mengatakan, upaya perbaikan pengawasan pemilu tentu harus mendapatkan dukungan baik oleh penyelenggara pemilu lainnya (KPU dan DKPP), peserta pemilu, dan masyarakat.

“Saat ini salah satu fokus Bawaslu terkait pengawasan Pemilu adalah tertuju pada pelibatan masyarakat untuk aktif ambil bagian menjadi Pengawas Pemilu partisipatif,” kata Dede kepada Radar Depok, Senin (16/9).

Ia menjelaskan, Bawaslu menganggap penting untuk mendorong pelibatan Pengawasan Pemilu oleh masyarakat yang didasarkan pada kepedulian dan dalam konteks “serah-terima kedaulatan” masyarakat itu sendiri yang dalam proses Pemilu.

“Pengawasan pemilu partisipatif  sendiri didasarkan pada pengertian partisipasi politik,” paparnya.

Dede menguraikan, program Sekolah Kader Pengawas Pemilu Partisispatif ini bertujuan, pelaksanaan fungsi pendidikan Bawaslu RI, meningkatkan pengawasan partisipatif masyarakat, sarana pendidikan pemilu bagi masyarakat, pembentukan pusat pendidikan Pengawasan Pemilu yang berkesinambungan bagi masyarakat, menciptakan Kader Pengawasan yang tepat guna dan menciptakan kantong-kantong atau simpul-simpul pengawasan di semua lapisan masyarakat yang ada di Indonesia.

Sedangkan, target program ini, untuk jangka pendeknya adalah peserta atau anak didik Sekolah Kader Pengawas Pemilu Partisipatif mampu menjadi pengawas pemilu partispatif dan penggerak masyarakat untuk terlibat dalam pengawasan pemilu secara partisipatif di daerahnya masing-masing.

“Untuk jangka panjangnya, agar program ini dapat berkesinambungan dan menjadi model pengawasan pemilu partisipatif yang dapat dilaksanakan pada Pemilu-Pemilu selanjutnya,” terang Dede.

Tahapan yang telah dan sedang dijalankan Bawaslu Depok adalah proses pendaftaran 10-14 September pendaftaran, kemudian seleksi administrasi. Kata Dede, karena seluruh pendaftar memenuhi kriteria, jadi diloloskan yang mendaftar.

“Besok (hari ini) tahapan wawancara, ada 10 peserta yang mendaftar, mereka diminta membuat artikel tentang pesta demokrasi, dan yang lolos seleksi administrasi pun 10 nama itu. Nanti akan dipilih  tiga orang tiap kabupaten/kota,” katanya.

Ia menambahkan, dalam hal pengawasan sendiri memang dibutuhkan agen-agen penggerak. Seperti dahulu ada relawan pengawasan, satuan karya (Saka) Adhyasta (Pengawas) Pemilu yang melibatkan pramuka, relawan mahasiswa, relawan santri dan lainnya.

“Orang-orang yang terpilih sebagai peserta diharapkan menyebarkan ilmu yang sudah didapat dan mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam gelaran Pilkada, khususnya di pengawasan. Kami hanya menyiapkan SDM. Ke depannya, dari provinsi juga meminta untuk membuat program serupa di kabupaten/kota,” pungkasnya. (rd)

 

Jurnalis : Ricky Juliansyah

Editor : Pebri Mulya

You may also read!

Puskesmas Kemirimuka Sempatkan 10 Menit untuk Peregangan

SENAM : Puskesmas Kemirimuka melakukan gerak peregangan 10 Menit disela-sela pelayanan. FOTO : GHEA PATTIA/RADARDEPOK   RADARDEPOK.COM,

Read More...

Jumat Kaya Manfaat di SMPN 22 Depok

SEHAT : Guru dan siswa SMPN 22 Depok sedang melakukan senam bersama, Jumat (18/10). FOTO

Read More...

Lulusan Pesantren Makin Mendapat Pengakuan dari Negara

ILUSTRASI   JAKARTA - Disahkannya UU Pesantren memberikan ruang pengakuan bagi santri setelah menamatkan studinya. Pasalnya, selama

Read More...

Mobile Sliding Menu