60 Guru Ikut Diklat Dasar yang Diadakan P3I dan LPP Al Fattah

In Pendidikan
KOMPETENSI : Bunda PAUD Kota Depok, Elly Farida dan panitia Diklat Dasar yang diadakan P3I Kota Depok dan Al Fattahb bserta peserta berfoto bersama, Senin (16/9). FOTO : PEBRI/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, SUKMAJAYA – Perkumpulan Pos PAUD Indonesia (P3I) Kota Depok bekerjasama dengan LPP Al Fattah mengadakan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Dasar, Senin (16/9). Kegiatan yang diadakan di Gedug Koperasi Kota Depok tersebut, diikuti 60 guru Pos PAUD yang menjadi anggota P3I dan juga untuk umum.

Ketua Panitia Diklat Dasar, Widia Tunta mengatakan, ini adalah pertamakalinya P3I mengadakan Diklat Dasar untuk guru-guru Pos PAUD. Karena, memang P3I Kota Depok baru terbentuk setahun, yakni pada 27 September 2018. Oleh karena itu, ini adalah sebuah terobosan besar untuk meningkatkan kualitas tenaga pendidikan di jenjang pendidikan PAUD.

“Kegiatannya akan berlangsung selama lima hari, dengan berbagai materi yang memang berguna untuk mereka menjalankan profesi guru PAUD,” ucapnya kepada Radar Depok.

Widia menjelaskan, Diklat Dasar tersebut adalah langkah awal untuk meningkatkan kompetensi guru PAUD untuk menjadi lebih berkualitas. Tidak hanya itu saja, agar guru-guru Pos PAUD yang terintegrasi dengan posyandu memiliki kemampuan kompetensi yang linear dengan profesi yang mereka jalani.

“Kedepannya semoga bisa diadakan diklat berikutnya, yakni Diklat Lanjutan dan Diklat Mahir. Sehingga, guru-guru Pos PAUD menjadi guru yang berkualitas dalam menjalankan profesinya,” terangnya.

Sementara itu, Bunda PAUD Kota Depok, Elly Farida menjelaskan, P3I adalah rumah yang harus dibangun, karena berbasis masyarakat yang kini sudah menjadi resmi sebuah organisasi. Semangatnya harus terus dipupuk, karena pada dasarnya mereka adalah kader-kader dari posyandu yang mendirikan Pos PAUD. Tentunya dengan ada Diklat Dasar, bisa memotivasi guru-guru di Pos PAUD untuk meningkatkan kompetensi mereka.

“Sebagai sebuah organisasi, tentunya ada sebuah kekuatan yang mesti dibangun, pertama adalah komunikatif, koordinatif, dan evaluatif, Tentunya, juga harus bisa meneria saran dan masukan dari orang lain, untuk kebaikan dalam membangun sebuah organisasi,” jelasnya. (rd)

 

Jurnalis/Editor : Pebri Mulya

You may also read!

Puskesmas Kemirimuka Sempatkan 10 Menit untuk Peregangan

SENAM : Puskesmas Kemirimuka melakukan gerak peregangan 10 Menit disela-sela pelayanan. FOTO : GHEA PATTIA/RADARDEPOK   RADARDEPOK.COM,

Read More...

Jumat Kaya Manfaat di SMPN 22 Depok

SEHAT : Guru dan siswa SMPN 22 Depok sedang melakukan senam bersama, Jumat (18/10). FOTO

Read More...

Lulusan Pesantren Makin Mendapat Pengakuan dari Negara

ILUSTRASI   JAKARTA - Disahkannya UU Pesantren memberikan ruang pengakuan bagi santri setelah menamatkan studinya. Pasalnya, selama

Read More...

Mobile Sliding Menu