Tentang Rahes : Idolakan Syabian, Bersyukur Tidak Ada Teman Mengucilkan

In Metropolis
MAINKAN : Rahes Restu Sadewa mengikuti pelajaran musik di hadapan teman dan guru SLB Insan Mandiri, Kelurahan Baktijaya, Kecamatan Sukamajaya, Jumat (30/8). FOTO : DICKY/RADARDEPOK

 

Umumnya penyandang disabilitas takut bergaul dengan masyarakat khususnya anak sebaya. Tidak bagi Rahes Restu Sadewa. Pria berusia 14 tahun ini, malah aktif di sekolah dan ingin menunjukan disabilitas memiliki keterampilan khusus.

Laporan : Dicky Agung Prihanto

RADARDEPOK.COM – Sejumlah siswa mengenakan pakaian seragam olahraga Sekolah Luar Biasa (SLB) Insan Mandiri, riang gembira. Siswa juga saling berbaur dan bercanda. Begitupun sosok disabiltas yang pernah bernyanyi bersama Walikota Depok, Mohammad Idris, yakni Rahes Restu Sadewa.


Di ruang kelas, Rahes Restu Sadewa mengatakan, manusia diciptakan memiliki kekurangan dan kelebihan, begitupun dengan dirinya. Namun Rahes tidak pernah larut dalam kekurangannya. Dia berusaha untuk tetap tegar dan melakukan sesuai kemampuan yang dia miliki.

“Saya merupakan anak kembar dan adik saya Mahes Wahyu Sadewa bersekolah di PGRI,” ujar Mahes sambil duduk dibangkunya.

Pria kelahiran 2005 tersebut mengungkapkan, dalam menjalani aktifitasnya Rahes kerap mengisi kesehariannya dengan belajar, ibadah, berlatih musik, dan bermain bersama temannya dilingkungan sekitar. Walaupun memiliki kekurangan, dia bersyukur temannya tidak pernah ada yang mengucilkannya.

Sebagai pengidola Syabian, lanjut Rahes kerap melakukan latihan musik menggunakan Keyboard. Terlebih orang tuanya ikut mendukung dan memberikan arahan dalam bermain musik. Hal itulah yang menjadi motivasinya untuk lebih mahir bermain alat musik. Bahkan, dia kerap mencoba untuk berlajar bermain gitar untuk lebih mengasah kemampuannya.

“Saya ingin menjadi guru musik,” ujar Rahes sambil tersenyum.

Masih ditempat yang sama, salah seorang guru di SLB Insan Mandiri begitu telaten ngajarkan anak-anak. Pria paruh baya itu bernama Muhammad Soleh. Dia menuturkan, mengajarkan kepada siswa difable harus memiliki kesabaran dan ketekunan. Hal itu dikarenakan siswa difable harus mendapatkan perhatian khususnya, berbeda dengan siswa lainnya.

Soleh menuturkan, selama mengeyam pendidikan Rahes siswa yang baik dan kerap mendengarkan guru saat memberikan pelajaran. Bahkan cara menangkap pelajaran yang diterima Rahes sangat baik, bahkan mampu menghapal beberapa surat Al-Quran.

“Dia mampu menerjemahkan kembali pelajaran yang diberikan guru yang dia ikuti,” ujar Soleh.

 

Rahes Restu Sadewa bersama Walikota Depok, Mohammad Idris dan Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna. FOTO : ISTIMEWA

 

Masih diingatan Soleh, Rahes sangat gemar bernyanyi apabila dia bertemu dengan kakak kelasnya yang kini sudah pindah sekolah. Apabila Rahes dan kakak kelasnya tersebut bermain musik, siswa lainnya ikut bernyanyi bersama Rahes. Hal itu membuat suasana di SLB Insan Mandiri menjadi hidup, karena setiap siswa memiliki kelebihan dan keterampilan.

Soleh mengapresiasi kepada Pemerintah Kota Depok karena memperhatikan anak Disabilitas. Hal itu dapat mendukung dan menguatkan program kota layak anak yang digaungkan Pemerintah Kota Depok. Bahkan belum lama ini, siswa SLB Insan Mandiri ikut diberikan pelatihan membantik. Dia berharap, Pemerintah Kota Depok memberikan ruang kepada anak difable maupun ruang kerja untuk masyarakat penyandang difable.

“Kedepannya semakin banyak lagi siswa Disabilitas untuk diberikan pelatihan dan keterampilan untuk menambah ilmu pengetahuan dan pengalaman siswa,” tutup Soleh. (*)

 

Editor : Pebri Mulya

You may also read!

sumbangan dari warga semiliar

Warga Sumbang Rp1 Miliar untuk Penanganan Covid-19 di Depok

BANTUAN : Diana Dewi memberikan bantuan untuk penanganan Covid-19 di Kota Depok. bantuan diterima langsung

Read More...
akar rumput disinfektan

Akar Rumput Berbagi Lawan Covid-19

SEMPROTKAN DISINFEKTAN : Tim Akar Rumput Gerakan Berbagi Kebaikan melakukan penyemprotan cairan disifektan di sejumlah

Read More...
ilustrasi virus korona size kecil

Data Minggu (5/4) Korona di Indonesia : 2.273 Positif, 198 Meninggal, dan 164 Sembuh

ILUSTRASI   RADARDEPOK.COM, JAKARTA - Pemerintah mengungkapkan hingga Minggu (5/4) pukul 12.00 WIB, total ada 198 pasien

Read More...

Mobile Sliding Menu