Sungai Ciliwung di Depok Tercemar Limbah Industri-Domestik

In Metropolis
MASIH TERCEMAR : Sejumlah anak bermain di Sungai Ciliwung, Jembatan Panus, Kecamatan Pancoranmas, kemarin. Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) tahun 2016-2018 tingkat pencemaran air sungai di Kota Depok masuk kategori sedang. FOTO : AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Khalayak Kota Depok saat ini harus benar-benar menjaga lingkungan di Sungai Ciliwung. Kemarin, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Depok menyebut Ciliwung sudah melebihi daya tampung beban pencemaran.

Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Penataan Lingkungan DLHK Kota Depok, Bambang Supoyo mengatakan, terus meminta masyarakat untuk tidak buang sampah sembarang. Terlebih di Sungai Ciliwung, karena limbah akan mempengaruhi kualitas air di Sungai Ciliwung.

“Ini harus dikerjakan bersama, bukan hanya tanggung jawab Pemkot Depok saja, seluruh elemen harus sama-sama menjaga kebersihan Sungai Ciliwung. Saat ini Ciliwung sudah melebihi daya tampung beban pencemaran,” kata Bambang kepada Radar Depok, Jumat (23/08).

Sementara itu, Direktur Pengendalian dan Pencemaran Air Kementerian Lingkungan Hidup (KLHK), Luckmi Purwandari mengatakan, seharusnya limbah yang masuk ke sungai bisa dikurangi. Karena daya tampungnya sudah maksimal.

Menurutnya tingkat pencemaran air sungai di setiap daerah sangat berbeda. Berdasarkan data tahun 2016 – 2018 tingkat pencemaran air sungai di Kota Depok masuk kategori sedang.

“Depok itu kategorinya sedang dan itu di sekitar jembatan panus. Tapi kondisi pencemaran memang beda-beda tiap daerah kadang naik turun ada ringan, sedang dan berat. Khusus Depok saat ini sedang,” tegasnya.

Menurutnya, limbah yang paling banyak memberikan pencemaran di Kota Depok adalah limbah industri dan domestik. Kalau dilihat yang pertama industri, domestik, peternakan dan yang terakhir noinvoicor seperti limbah yang tidak tau sumbernya.

Luckmi meminta, DLHK Kota Depok lebih teliti memberikan ijin kepada industri agar membuang limbah di sungai. Membuang limbah dibolehkan tetapi, harus memenuhi baku mutu yang berlaku dan ijin pembuangan air limbah itu kewenangan Kabupaten dan Kota. “Kami juga minta dalam menetapkan ijin tidak hanya dilihat baku mutu saja, tapi perhatikan daya tampung dan beban pencemaran, karena Depok itu udah lebih,” bebernya.

Menjaga kebersihan sungai bukan perkara mudah, perlu kesamaan visi semua sektor, masyarakat harus bersama menjaga kualitas air sungai. “Pemerintah juga tidak bisa sendiri hanya mengandalkan kebijakan harus ada dukungan semua pihak,” tuturnya. (rd)

 

Jurnalis : Rubiakto

Editor : Pebri Mulya

You may also read!

Porkas Jaya lolos Persikad Cup 1

Porkas Jaya Maju Ke Final

Porkas Jaya lolos Persikad Cup 1 RADARDEPOK.COM, DEPOK - Memasuki babak semifinal, permainan di Persikad Cup

Read More...
Ponpes Ashhaburratib al madani peringati maulid nabi

Ponpes Ashhaburratib Al Madani Peringati Maulid Nabi

MAULID NABI : Ribuan jamaah memadati Pondok Pesantren Ashhaburratib Al Madani Beji, memperingati Maulid Nabi

Read More...
malaysia belajar ke dekranasda depok

UNITA Malaysia Belajar ke Dekranasda Depok

DEKRANASDA : Ketua Dekranasda Kota Depok, Elly Farida menerima kunjungan dari Persatuan Usahawanwanita Daerah Sipitang

Read More...

Mobile Sliding Menu