Soal Lahan UIII di Depok, JK Desak Emil

In Utama
RUTIN : Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) meninjau pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII), di Kelurahan Cisalak, Kecamatan Sukmajaya, Kamis (22/8). FOTO : ISTIMEWA

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Sebelum menghabiskan masa jabatannya hingga Oktober 2019, Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) lebih intens meninjau pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII), di Kelurahan Cisalak, Kecamatan Sukmajaya, Kamis (22/8).

JK tiba di lokasi proyek UIII sekitar pukul 08.30. JK langsung menuju proyek pembangunan meninjau dan mendengarkan pemaparan dari petugas proyek pembangunan kampus UIII. Ia terus menyoroti tiga kontraktor negara yang sedang melaksanakan pembangunan tersebut.

Karena tidak bersinggungan langsung dengan warga, hanya PT Wika yang pembangunannya lancar. Dalam paket dua pembangunan UIII yang dikerjakan PT Wika, untuk membangun asrama mahasiswa serta rumah profesor mendapatkan apresiasi dari Wapres. Saat ini, proses asrama mahasiswa sudah dalam pembangunan toping up di lantai sembilan asrama mahasiswa.

“Kamarnya mirip hotel bintang empat,” kata JK, disambut tawa pejabat yang hadir di gedung asrama mahasiswa UIII.

Di sisi lain, JK mendesak Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil alias Emil, dan Walikota Depok Mohammad Idris segera menerbitkan Surat Keputusan (SK) penertiban untuk lahan lokasi pembangunan UIII. JK menilai, progres pembangunan kampus UIII sejauh ini sudah cukup maju, kecuali kendala lahan.

“Persoalan lahan urusan gubernur dan walikota, untuk segera terbitkan SK tentang penertibannya,” ujar JK kepada wartawan.

JK mengatakan, persoalan lahan ini harus segera diselesaikan dan dipercepat prosesnya. Sebab, pada tahun depan, kampus itu harus mulai dioperasikan. “Kami harap bisa selesai lahannya, bisa selesai cepat semua,” kata JK.

Selain terkendala lahan, pembangunan kampus UIII terkendala tower yang ada di lokasi belum dibongkar. Namun, terkait tower ini, kata JK, sudah ada persetujuan antara Menteri Agama dengan RRI untuk segera membongkarnya secara bertahap.

“Nanti mudah-mudahan bulan depan, pertengahan September sudah selesai pembongkaran, sehingga bisa maju ke tahap pengerjaan selanjutnya,” harap JK.

 

DISKUSI : Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) bersama Walikota Depok, Mohamad Idris meninjau pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII), di Kelurahan Cisalak, Kecamatan Sukmajaya, Kamis (22/8). FOTO : ISTIMEWA

 

Kampus UIII Depok dibangun di aras lahan seluas 142,5 hektare. Seluas 30 persen lahan di antaranya akan diisi bangunan dan 70 persen lainnya adalah lahan hijau untuk perlindungan flora dan fauna. Adapun Kalla meninjau di tiga titik pembangunan kampus yang dibangun di atas lahan eks pemancar RRI, Cisalak, Depok itu. Proyek pembangunan pagar keliling dan infrastruktur kawasan kampus UIII tahap 1- Paket III menjadi lokasi tinjauan pertama.

Proyek ini dibangun oleh PT Brantas Abipraya berupa pagar sepanjang 3159,49 meter dan panjang trase jalan 2360,33 meter. Di lokasi kedua, JK meninjau pembangunan perumahan dosen, asrama mahasiswa dan rehabilitasi bangunan MEP. Lokasi tersebut akan dibangun 224 kamar untuk non difable dan 16 kamar untuk difable. Kemudian di titik akhir, Kalla meninjau yakni proyek pembangunan gedung rektorat, gedung fakultas, dan kawasan tiga pilar Kampus UIII.

Sementara itu, kendala hanya terjadi di paket tiga yang dikerjakan PT Brantas Abipraya dan paket satu dikerjakan PT Waskita. PT Waskita yang mengerjakan kawasan tiga pilar, yang terdapat gedung rektorat, serta perpustakaan malah belum dibangun sama sekali akibat permasalahan dengan warga yang belum selesai.

Begitupula yang dialami PT Brantas Abipraya, yang mengerjakan paket tiga lebih beruntung. Masalah yang terjadi hanya pada bangunan infrastrutur pagar dan jalan yang melintas di kawasan bersengketa dengan lahan yang sudah dikuasai warga. “Kalau proyek PT Brantas sudah mulai  berjalan, kendalanya hanya pada kawasan yang masih ditempati oleh warga,” kata PPPK UIII, Syafrizal.

Pantauan Radar Depok, kondisi infrastruktur sudah mulai dikerjakan dan digunakan kontraktor melakukan aktivitas, hanya jalan baru saja dikerjakan infrastruktur jalan di kawasan UIII sudah ada yang retak dan patah. Syafrizal menambahkan, dengan kedatangan Wapres JK ke lokasi untuk memastikan proyek segera berjalan, sesuai masa akhir pembangunan pada Februari 2020.

“Batas akhir pembangunan pada Februari mendatang, karena kita menggunakan sistem pembangunan multi years,” kata Syafrizal.

Dia juga menegaskan pembangunan di tahap satu dan tahap tiga akan segera dikerjakan, mulai hari ini. Terkait masalah uang kerohiman yang belum diterima warga, pihaknya mengaku sudah menitipkan uang tersebut di kantor Kemenag. “Kami sudah nyatakan, jika ada warga yang masih belum berkenan dengan harga yang telah ditentukan KJPP, bisa mengambil di Kantor Kemenag hingga 31 Desember,” kata Syafrizal.

Dia juga menyampaikan Wapres meminta kepada Walikota Depok, Kapolresta Depok, dan Dandim 0508/Kota Depok untuk sama-sama menyelesaikan masalah UIII.

Sementara Kapolresta Depok, AKBP Azis Andriansyah mengatakan, pihaknya hanya bertugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat dan pembangunan tetap berjalan. “Sesuai tugas polisi menjaga ketertiban. Intinya pembangunan berjalan situasi aman,” kata AKBP Azis.

Ia juga akan melakukan komunikasi dengan masyarakat serta Pemkot Depok terkait hal ini. “Komunikasi kita lakukan terus,  pemkot juga akan lakukan. Intinya komunikasi,” tuturnya.

Kasatpol PP, Kota Depok, Lienda Ratnanurdianny menegaskan, proyek harus berjalan, dan Pemkot Depok berkewajiban tunduk dan membantu PSN UIII.  Pihaknya mengaku secara teknis komunikasi bersama lurah dan warga. Ia menilai warga sudah memahami apa yang seharusnya dilakukan, karena harga sudah keluar sesuai ketentuan KJPP.

“Secara teknis dengan lurah sudah intens melakukan komunikasi, tinggal menunggu warga untuk ambil uang di Kemenag,” singkat Lienda. (rb)

 

Tentang Pembangunan UIII

– Pembangunan asrama mahasiswa dalam tahap toping up di lantai 9.

– Wapres JK menyebut kamarnya mirip hotel bintang empat.

– JK mendesak Gubernur dan Walikota segera menerbitkan SK penertiban lahan.

– Persoalan lahan diharapkan diselesaikan dan dipercepat prosesnya.

– JK berharap, tahun 2020 kampus UIII mulai dioperasikan.

– Selain lahan, kendala lainnya yaitu tower di lokasi belum dibongkar.

– JK menilai soal tower sudah ada kesepakatan Menag dan RRI untuk membongkar secara bertahap.

– September pembongkaran tower harus sudah rampung.

– Pembangunan Tahap 1 dan Tahap 3 segera dikerjakan.

– PPPK UIII menyebutkan uang kerohiman sudah dititipkan di kantor Kemenag.

– Batas pengambilan uang kerohiman hingga 31 Desember 2019.

 

Titik Tinjauan JK:

  1. Pagar dan infrastruktur Tahap 1 Paket III.
  2. Perumahan dosen, asrama mahasiswa, rehabilitasi bangunan MEP.
  3. Pembangunan gedung rektorat, fakultas, kawasan tiga pilar.

 

Panjang Pagar:

3159,49 meter

 

Panjang Trase Jalan:

2360,33 meter

 

Jumlah Kamar di Asrama:

224 Kamar (untuk non difable)

16 Kamar (untuk difable)

 

Target Perampungan:

Februari 2020

 

Jurnalis : Rubiakto

Editor : Pebri Mulya

You may also read!

Dapat Bisikan Misterius, Painah Loncat dari Jembatan Juanda Depok

BUNUH DIRI : Paniah yang mencoba bunuh diri dengan melompat dari jembatan di Jalan Juanda,

Read More...

Ratusan Pesilat Adu Jurus di Cimanggis Cup

BERTANDING : Dua orang pesilat sedang bertarung di Gelanggang A pada Kejuaraan Silat Cimanggis Cup

Read More...

2020 sampai 5 Tahun Kedepan Ada Formula E di Jakarta

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengendarai sepeda di konvoi mobil listrik di Bundaran Hotel Indonesia,

Read More...

Mobile Sliding Menu