Semarak Dukungan Wali Kota dan Bupati, Bagaimana Nasib Depok United?

In Ruang Publik

 

Oleh: Supartono JW*)

 

Klub-klub sepak bola khususnya di Indonesia tidak akan dapat maju dan berkembang bila stakeholder terkait di wilayah klub berdomisili tidak turut andil. Selepas Klub kebanggaan Kota Depok, Persikad, yang turut melambungkan nama Kota Depok menjadi dikenal di seantero Indonesia, praktis belum ada lagi klub yang dapat menggantikan peran Persikad dalam kompetisi resmi PSSI. Sepak terjang Persikad yang bahkan pernah tampil berlaga dan disiarkan secara live di telivisi dalam kancah kompetisi Liga Indonesia, jelas mendongkrak publisitas Kota Depok di mata publik sepak bola nasional. Kini, Persikad telah hengkang dari Bumi Margonda. Ada penerusnya, yaitu Depok United yang digagas dan dibiayai secara mandiri oleh para pendiri dan penggasnya.

Acungan jempol layak disampaikan kepada para penggawa Depok United, yang telah sangat luar biasa mempertahankan keberadaan Depok United, hingga kini dapat berlaga di Liga 3 Zone Jawa Barat 2019. Bukan pekerjaan mudah, bila tahun ini Depok United sampai lolos verivikasi dari tim Asprov Jawa Barat, dan masuk dalam kelompok Liga 3 Super Jalapa.

Bahkan, dua laga telah dilalui oleh Depok United. Pertama saat ditahan imbang 2-2 oleh tuan rumah Bintang Timur, Sukabumi di Stadion Korpri, Senin (19/8/2019). Sementara laga kedua Depok United dipaksa kembali bermain seri 2-2 oleh tamunya Persebam FC Bogor di Stadion Mahakam Depok, Kamis (22/8/2019).

Tak beda dengan liga 1 dan 2 PSSI, laku dijual

Baik saat laga melawan Bintang Timur dan saat menjamu Persebam, jalannya kedua laga sudah layaknya kompetisi Liga 1 dan Liga 2 PSSI. Ini menandakan bahwa sepak bola di Indonesia umumnya, dan khususnya di wilayah Jabar sudah berkembang sangat pesat. Padahal Liga 3 diisi oleh pemain-pemian amatir dan lebih banyak didominasi oleh putra-putra terbaik daerah.

Selain menonjolnya kualitas teknik para pemain di Liga 3 Zona Jawa Barat tahun ini, kompetisi yang dihelat dengan sistem home-away layaknya Liga 1 dan Liga 2, beberapa tim juga menggunakan stadion-stadion sepak bola yang sama digunakan oleh kompetisi Liga 1 dan 2. Sehingga, jalannya laga juga sangat enak ditonton, sebab selain teknik individu pemain muda yang mumpuni, lapangan yang digunakan pun berstandar internasional. Sebut saja seperti Patriot CB yang berhombase di Stadion Patriot Bekasi yang bukan hanya sebagai kandang Persija Jakarta di Liga 1, namun juga sebagai tempat pertandingan internasional Timnas Indonesia. Lalu Persikab Kabupaten Bandung, juga menggunakan Stadion Si Jalak Harupat. Tak kalah, tim-tim asal Bogor pun menggunakan Stadion Mini Cibinong yang yang memiliki stadar lapangan internasional.

Lebih dari itu, ternyata, Liga 3 Zona Jabar pun sudah laku dijual. Terbukti, hampir seluruh tim telah menggunakan jersey yang logonya tidak tidak asing di persepak bolaan nasional. Sementara di bagian dadanya juga tertempel logo sponsor.

Bangga kepada Walikota Bekasi dan Bupati Tasikmalaya

Di luar dari persoalan yang telah saya ungkap, lebih menarik lagi untuk saya ulas adalah, sepanjang saya mengamati sepak bola nasional puluhan tahun lamanya, tidak ada klub-klub amatir dan profesional di Indonesia yang akan seiring sejalan maju berkembang bila stakeholder terkait di Kota atau Kabupaten sebuah Klub berdomisili tidak mendukungnya.

Hari ini, Jumat (23/8/2019) di grup WatshUp (WA) Depok United, beredar informasi tentang adanya Surat Resmi dari Wali Kota Bekasi dan Bupati Tasikmalaya untuk dukungan kepada Patriot CB Bekasi dan Persitas Tasikmalaya.

Uniknya, surat Intrusksi yang ditanda tangani oleh kedua pemimpin daerah tersebut, isinya sama. Dalam Instruksi Wali Kota Bekasi Nomor 426/822/BKPPD.set tanggal 21 Agustus 2019, Dr. Rahmat Effendi meminta kepada Kepala Perangkat Daerah se-Kota Bekasi untuk;

Kesatu: Menghadirkan seluruh Aparatur untuk menonton pertandingan Sepak bola Super Soccer antara tim Patriot CB Bekasi melawan tim Persebam Bogor dengan menggunakan kaos olahraga kuning SPARKO.

Kedua: Mengikutsertakan kerabat dari setiap Aparatur dalam menonton pertandingan. Ketiga: Tidak diperkenankan membawa makanan/minuman (kecuali tumbler) ke dalam Stadion Patriot Candrabhaga Kota Bekasi, dan keempat: Menjaga kebersihan dan ketertiban sebelm dan sesudah pertandingan berlangsung. Instruksi ini mulai berlaku pada tanggal di tetapkan.

Entah karena janjian atau tidak, ternyata, Bupati Tasikmalaya juga melakukan hal yang sama,  dalam bentuk Surat Himbauan Bupati Tasikmalaya Nomor 18 Tahun 2019 untuk dukungan kepada Persitas Tasikmalaya yang akan bertanding  melawan Perses Sumedang pada Minggu, 25 Agustus 2019 dan saat menjamu Maung Anom Bandung Pada Minggu, 8 September 2019 di Stadion Wiradadhaha Kota Tasikmalaya.

Secara prinsip isi surat himbauan sama persis dengan instruksi Wali Kota Bekasi, namun Bupati Tasikmalaya H. Ade Sugianto melengkapinya dengan tembusan kepada Ketua DPRD  Kabupaten Tasikmalaya dan Kapolres Kabupaten dan Kota Tasikmalaya.

Apa yang dilakukan Wali Kota Bekasi dan Bupati Tasikmalaya, semoga saja juga dilakukan oleh Wali Kota dan Bupati lain di seluruh Jawa Barat untuk tim kebanggaan Kota dan Kabupatennya. Sebelum laga awal pun kedua pemimpin daerah ini melepas Patriot CB dan Persitas di Balai Kota masing-masing.

Betapa beruntungnya tim Patriot CB dan Persitas serta tim lain yang diperlakukan seperti demikian, karena orang nomor satu di kota/kabupatenya mendukung langsung keberadaan tim kesayangan masyarakat di sana.

Nasib Depok United

Berbeda dengan Patriot CB dan Persitas yang didukung penuh oleh Wali Kota dan Bupatinya, ternyata, Depok United hingga bertanding dalam laga kedua di Stadion Mahakam, belum terlihat kehadiran Wali Kota Depok, apalagi Aparatur dan kerabat serta masyarkat Depok.

Akankah nasib Depok United yang dinakodai oleh individu-individu militan dan cukup berpengalaman di Kota Depok dalam sepak bola keberadaan dan sepak terjangnya akan berjalan sendiri tanpa dukungan Wali Kota dan stakeholder terkait di Kota Depok? Sejatinya, saat pelepasan tim Depok United menuju laga pertama di Sukabumi, penggawa Depok United dilepas keberangkatanya di halaman Wali Kota Depok, namun bukan dilepas oleh Wali Kota. Yang melepas hanya Ketua Umum Depok United pada Minggu siang, 18 Agustus 2019.

Akankah dalam menghadapi laga ketiga Kamis, 29 Agustus 2019 di Stadion Mahakam saat Depok United meladeni Patriot CB Bekasi dan laga lainnya, Wali Kota Depok akan membuat instruksi/himbuan resmi kepada aparat dan kerabat serta masyarakat Depok seperti yang dilakukan Wali Kota Bekasi dan Bupati Tasikmalaya? Kita tunggu. Yang pasti, Liga 3 Zona Jawa Barat tahun 2019, sudah cukup berkelas layaknya Liga 1 dan 2. Selamat Asprov Jabar. Bravo. (*)

You may also read!

Piala Bergilir Mochammad Yana Aditya antar Provinsi se-Jawa Siap Digulirkan

      Oleh: Supartono JW*) Pengamat Pendidikan Sepak Bola Nasional   Festival Sepak Bola antar Provinsi se-Jawa, Piala Bergilir Mochammad Yana Aditya U-8, U-10,

Read More...

Dapat Bisikan Misterius, Painah Loncat dari Jembatan Juanda Depok

BUNUH DIRI : Paniah yang mencoba bunuh diri dengan melompat dari jembatan di Jalan Juanda,

Read More...

Ratusan Pesilat Adu Jurus di Cimanggis Cup

BERTANDING : Dua orang pesilat sedang bertarung di Gelanggang A pada Kejuaraan Silat Cimanggis Cup

Read More...

Mobile Sliding Menu