SDA Lepas Tangan Soal Situ Pengarengan di Kota Depok

In Metropolis
DIPENUHI TANAMAN LIAR : Warga saat berada di Situ Pengarengan, Jalan Juanda, Kecamatan Sukmajaya yang dipenuhi sampah dan gulma eceng gondok, kemarin. FOTO : AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Situ Pengarengan yang berada di Kompleks Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII), RT14/1 Kelurahan Cisalak, Sukmajaya tertutup aneka tumbuhan rumput dan sampah. Kondisi ini sangat berbahaya jika tidak segera dibenahi. Mengingat, air hujan dari hulu kurang mengalir ke lokasi rawan banjir di hilir Kota Depok.

Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Depok, Deni Setiawan mengaku, tidak bertanggungjawab terhadap situ Pengarengan yang kini rusak parah dan mengalami pencemaran tersebut.

“Bidang Sumber Daya Air PUPR tidak ada kaitan dengan masalah pencemaran Situ Pengarengan dan situ lainnya yang ada di Kota Depok,“ kata Deni kepada Radar Depok, Rabu (21/08).

Deni membenarkan memang di Kota Depok ada 26 situ. Namun, bukanlah menjadi kewenangannya, melainkan menjadi tanggungjawab pemerintah pusat dan pemerintah provinsi (Pemprov) Jawa barat.

“Kita hanya kebagian letak lokasi. Sedangkan masalah pengawasan, pengendalian semua situ ada di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera) dan Pemprov Jawa barat, “ ungkapnya.

Sementara, Kepala bidang Pengendalian, Pencemaran, dan Penataan Lingkungan (P3L) Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok, Bambang Supoyo mengatakan, kondisi Situ Pengarengan juga sumber pencemaran dari pembuangan limbah domestik.

Pencemaran situ ditimbulkan pembuangan limbah permukiman dan limbah warung pasar sekitar sempadan situ. Fluktuasi konsentrasi  pencemaran situ Pengarengan dipengaruhi tata guna lahan membuat beban pencemaran situ.

Dia mengatakan, Situ Pengarengan dengan luas lebih dari 2 hektar jadi tercemar, karena alih fungsi lahan dari non-terbangun menjadi terbangun berlangsung secara masif.

“Dalam beberapa tahun terakhir, perubahan tata guna lahan di sekitar situ semakin meningkat seiring dengan banyaknya pembangunan permukiman dan pasar, “ kata Bambang, Selasa (20/8).

Pembangunan yang meningkat, jelas Bambang, menimbulkan dampak. Salah satunya yakni meningkatnya aktivitas domestik. “Kondisi  tersebut secara otomatis memberikan dampak  terhadap kondisi hidrologis aliran situ,” tutupnya. (rub)

Lima perumahan di Kelurahan Tugu, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok akan menjadi langganan banjir. Karena situ tidak berfungsi maksimal sebagai tangkapan air.

Lima perumahan di Kelurahan Tugu, Kecamatan Cimanggis yang lokasinya berada dekat situ tersebut akan menjadi langganan banjir. Lima perumahan tersebut yakni, Perumahan Taman Duta, Perumahan Pondok Duta, Perumahan Bukit Cengkeh I dan II serta Perumahan Pelni. (*)

 

Editor : Pebri Mulya

You may also read!

Dapat Bisikan Misterius, Painah Loncat dari Jembatan Juanda Depok

BUNUH DIRI : Paniah yang mencoba bunuh diri dengan melompat dari jembatan di Jalan Juanda,

Read More...

Ratusan Pesilat Adu Jurus di Cimanggis Cup

BERTANDING : Dua orang pesilat sedang bertarung di Gelanggang A pada Kejuaraan Silat Cimanggis Cup

Read More...

2020 sampai 5 Tahun Kedepan Ada Formula E di Jakarta

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengendarai sepeda di konvoi mobil listrik di Bundaran Hotel Indonesia,

Read More...

Mobile Sliding Menu