Pradi Akan Sebar Seribu Paket Daging Berwadah Daun di Depok

In Utama
Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna.

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Kampanye tidak menggunakan plastik sebagai wadah daging di momen Hari Raya Idul Adha turut dikampanyekan Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna. Dimana, menurut Pradi kantong plastik konvensional atau kantong plastik daur ulang merupakan benda yang sulit terurai.

Oleh karena itu, Pradi dalam momen Idul Adha tidak akan menggunakan kantong plastik. Dirinya akan menggunakan besek berbahan dasar daun untuk dibagikan ke warga. Pradi memang memiliki tradisi, di setiap momen Idul Adha dirinya akan membagikan daging kurban ke masyarakat.

“Saya pribadi menyiapkan seribu besek untuk dibagika ke warga,” ucapnya.

Pradi akan membagikan ke seluruh kecamatan di Kota Depok. Tetapi, kini dirinya belum bisa memastikan tiap kecamatan akan disebar berapa banyak daging kurbannya. Memastikan penyebaran tersebut, dirinya sedang berkoordinasi dengan dinas terkait perihal teknis pembagiannya.

“Saya menggunakan wadah daun, itu juga bagian dari cara untuk mengajak masyarakat tidak menggunakan plastik untuk wadah daging kurbannya,” katanya.

Sebelumnya, guna mendukung kebijakan nasional tentang pengurangan sampah, Pemkot Depok menerapkan sejumlah kebijakan menjelang Hari Raya Idul Adha yang jatuh pada Minggu (11/8) atau 11 Dzulhijjah 1440 Hijriah. Kebijakan tersebut juga tertuang dalam surat imbauan Walikota Depok Nomor 658.1/368-DLHK tentang pengurangan sampah pada saat pelaksanaan Idul Adha. (rd)

You may also read!

Jawaban Jokowi Tentang Gerindra dan Demokrat di Kabinet

Prabowo dan Joko Widodo.   JAKARTA - Beredarnya kabar peluang bergabungnya Partai Gerindra dan Demokrat ke kabinet

Read More...

Larangan Unjuk Rasa Saat Pelantikan Dianggap Tidak Biasa

BENTROK : Ribuan mahasiswa dan elemen masyarakat lainnya turun ke jalan untuk menolak UU KPK

Read More...

Ekor Kepala

      Oleh: Dahlan Iskan   UMURNYA baru 13 tahun. Ia harus ditangkap. Ditahan. Diadili. Tuduhannya: melawan petugas negara. Tepatnya: melawan polisi --mencoret-coret.

Read More...

Mobile Sliding Menu