NAMA : Kembangkan Kapasitas Lembaga Sosial-Pendidikan

In Metropolis
TINGKATKAN POTENSI : NAMA Foundation dan Wafaa Foundation mendorong peningkatkan kapasitas sekolah dan NGO melalui NAMA Global Initiative Program. FOTO : NICE INDONESIA FOR RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – NAMA Integrated Center for Excellence (NICE Indonesia) merupakan sebuah institusi social enterprise yang bergerak, untuk peningkatan kapasitas dalam bidang pendidikan dan tiga sektor. Bersama NAMA Foundation dan Wafaa Foundation mendorong peningkatkan kapasitas sekolah dan NGO melalui NAMA Global Initiative Program.

CEO NICE Indonesia, Dasril Guntara mengatakan, NAMA Global Initiative Program terselenggara berkat kolaborasi NAMA Foundation, NICE Indonesia dan Wafaa Foundation. Tujuannya mendorong dan meningkatkan kapasitas sekolah dan NGO, karena penerima manfaat dari program ini adalah sekolah dan juga NGO yang telah diseleksi di Indonesia dan NAMA Foundation di Malaysia.

“Disini kita intinya memberikan training, coaching dan mentoring ke sekolah dan NGO untuk pengembangan pengelolaan lembaga atau institusinya, misalnya peningkatan kapasitas guru dan pengelola sekolah melalui program ROOTs dan Edulead,” kata Dasril Guntara.

Sedangkan pada sektor NGO terdapat program Prime atau training pengembangan kapasitas Project Manajemen Development. Dimana  pihak NGO diharapkan bisa mengelola lebih baik proyek Community Development dengan mengacu pada standar internasional.

Lalu ada juga program ‘Count Me In’ manajemen kerelawanan dan Program Community Leaders untuk pengembangan skill Bisnis Sosial. Adapun peserta kegiatan ini dari 25 sekolah se- Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi juga 12 yayasan dari tiga Provinsi di Indonesia.

“Harapannya dengan kita memberikan peningkatan kapasitas lembaga baik sekolah maupun NGO, nantinya mereka juga bisa memberikan dampak positif yg lebih signifikan untuk masyarakat. Ini bisa menciptakan multiplayer efek untuk masyarakat Indonesia yang lebih baik,” tutur Dasril.

Sementara itu, perwakilan Wafaa Indonesia Gemilang, Rantala Sikayo menyebut, NAMA Foundation adalah inisiator semua program. Lembaga Charity Internasional yang didirikan oleh salah satu grup di Arab Saudi sementara kantor pusat dan manajemennya berlokasi di Malaysia. NAMA Foundation berpusat pada dua pengembangan kapasitas lembaga sosial dan pendidikan.

“Dinamakan NAMA Global Initiative karena tidak hanya di indonesia, lima tahun ke depan kegiatan ini akan dilaksanakan juga juga di Kirgystan,  Tanzania, Indonesia, Lebanon, bahkan Palestina,” paparnya.

Rantala juga menjelaskan bahwa kolaborasi ini akan menjadi ‘bola salju’. Dimana sebelumnya  Wafaa Indonesia saat memulai berkolaborasi dengan NAMA Foundation dulu hanya diikuti segelintir NGO dan assosiate. Tetapi sekarang sudah banyak NGO dan assosiate yang terlibat di dalamnya.

Dia juga menjabarkan bahwa Wafaa ini lembaga berjejaring internasional karena punya jaringan di beberapa negaram, seperti Lebanon, Turki, Austria dan Palestina. “Kami berjejaring untuk meningkatkan program-program kapasitas,” pungkas Rantala. (rd)

 

Jurnalis : Nur Aprida Sani

Editor : Pebri Mulya

You may also read!

Selain Naikan Harga Cukai, 3 Langkah Ini Juga Bisa Jadi Menekan Jumlah Perokok

ILUSTRASI   JAKARTA - Adanya kenaikan cukai rokok sebesar 23 persen oleh pemerintah, dimaksudkan yang menjadi sasarannya adalah

Read More...

ICW Curiga Reivisi UU KPK, Karena 23 Anggota DPR Jadi Tersangka

Ketua DPR Setya Novanto harus mendekam di penjara karena kasus korupsi yang menjerat dirinya. Selain

Read More...

Jelang HUT ke-74, PMI Gelar Lomba Edukatif

APEL : Ketua Panitia HUT PMI ke-74, Eka Bachtiar saat memberikan sambutan dalam apel pagi

Read More...

Mobile Sliding Menu