Mendagri Tjahjo Kumolo Minta Tiga Pimpinan Daerah Ini Bertemu

In nasional
Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo.

 

JAKARTA – Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo meminta pejabat di Provinsi Papua untuk menahan diri tidak mengeluarkan pernyataan yang dapat menimbulkan emosi masyarakat. Hal ini menyusul aksi protes warga Manokwari terkait dugaan rasisme oleh oknum ormas yang menyebut mahasiswa Papua dengan makian binatang.

“Dirjen Polpum (Direktorat Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum) kami koordinasi dengan Forkompimda (Forum Koordinasi Pimpinan Daerah). Intinya satu, kami meminta kepada para pejabat, baik gubernur, bupati, wali kota maupun perangkat untuk menahan diri, tidak terlalu mengumbar berbagai pernyataan yang bisa menimbulkan emosi warganya,” kata Tjahjo di kantornya, Senin (19/8).

Tjahjo mendukung sepenuhnya Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan, Gubernur Papua Lukas Enembe dan Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa untuk dapat membahas peristiwa yang tidak mengenakan itu. Ketiga pimpinan daerah itu diminta untuk membentuk tim khusus atas peristiwa tersebut.

“Yang semula kita akan panggil ke Jakarta, tapi kita minta kepada Gubernur Papua untuk kembali ke tempat dulu. Untuk menenangkan, kita cari momen yang tepat untuk setidaknya menyelesaikan masalah yang ada,” ucap Tjahjo.

Pertemuan tiga pimpinan daerah yang sedianya akan dilakukan pada Selasa (20/8) esok, namun pertemuan itu harus ditunda. Mereka harus kembali ke daerahnya untuk dapat menenangkan situasi yang tengah memanas tersebut.

“Sebenarnya besok pagi. Tapi karena gubernur harus hadir di daerahnya masing-masing, karena tanggungjawab wilayahnya masing-masing, akan kami tunda,” ujar Tjahjo.

Lebih jauh, politikus PDI Perjuangan ini menyebut, pertemuan tiga pimpinan daerah itu akan berlangsung apabila situasi tidak lagi memanas. “Menunggu kesiapan Gubernur Papua, dan Gubernur Papua Barat, serta Gubernur Jawa Timur juga,” jelas Tjahjo.

Untuk diketahui, lalu lintas di sejumlah jalan di Manokwari, Papua Barat, lumpuh akibat diblokade massa. Mereka memprotes insiden dugaan kekerasan dan pengusiran mahasiswa Papua di Malang dan Surabaya, Jawa Timur pada Jumat (16/8).

Massa menebang pohon dan membakar ban di jalan raya. Aparat kepolisian Polda Papua Barat dan Polres Manokwari turun ke jalan mengendalikan situasi.

Terjadinya insiden ini, Tjahjo pun mengapresiasi jajaran TNI dan Polri yang secara cepat mengamankan wilayah Manokwari. Oleh karena itu, Tjahjo menginginkan pernyataan yang bermula dari Surabaya harus dilakukan penanganan secara serius.

“Saya kira ini adalah sesuatu hal yang dipicu atas adanya pernyataan yang perlu digali lagi. Kami minta Kesbangpol untuk terus koordinasi dengan TNI dan Polri dengan melibatkan tokoh adat dan masyarakat yang ada di Papua dan Papuat Barat,” tukas Tjahjo. (jwp/rd)

You may also read!

Ilustrasi harga emas

Harga Emas Rekor Tertinggi Selama 7 Tahun Terakhir

ILUSTRASI   RADARDEPOK.COM - Harga emas dunia menembus posisi tertingginya dalam 7 tahun terakhir. Bahkan sampai ke

Read More...
sanggar pengasinan kidul 3

Telisik Sanggar Pengasinan Kidul : Urut dan Pupuh Tiap Maulid, Miliki Jurus Mematikan (3-Habis)

KUNJUNGI : Rombongan Radar Bogor dan Radar Depok saat mengunjungi perguruan pencak silat Sanggar Pengasinan

Read More...
oase edukasi hukum andi tatang

Berharap Jadi Oase Edukasi Hukum

KOMPAK : Lawyer Andi Tatang Supriyadi (tengah) foto bersama dengan timnya disela acara peresmian kantor

Read More...

Mobile Sliding Menu