Masyarakat Sipil Depok Napak Tilas Sejarah   

In Komunitas Depok
EVENT : Guna memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-74, komunitas masyarakat sipil Kota Depok, Jawa Barat menggelar acara Jalan-Jalan Sejarah Keberagaman Depok Tempo Doeloe. FOTO : DOK.PRI FOR RADAR DEPOK

 

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Memperingati Hari Ulang Tahun Ke-74 Kemerdekaan Republik Indonesia, komunitas masyarakat sipil Kota Depok menggelar event Jalan-jalan Sejarah Keberagaman Depok Tempo Doeloe.

Kegiatan tersebut akan digelar pada Sabtu (24/8), masyarakat terutama generasi muda diharapkan bisa memahami sejarah Kota Depok yang multikultural dan beragam.

“Keberagaman dan toleransi merupakan kekayaan Kota Depok yang patut kita rayakan,” ungkap Koordinator #DepokBeragam, Nor Hiqmah, Rabu (14/8).

Acara jalan-jalan sejarah ini terbuka untuk umum. Para peserta yang mengikuti acara ini diajak menelusuri situs-situs bersejarah di Kota Depok, mulai dari Rumah Pondok Cina, Gedung Gemeente Bestuur (Kotapraja) Depok, Paal Gedachtenis Aan Chastelein atau yang lebih dikenal dengan Tugu Chastelin, Rumah Presiden Depok, Depoksch Europesche School, Depoksch Kerk, hingga Stichting Cornelis Chastelein.

Sejarah mencatat bahwa berita sejarah awal Depok terkait dengan perdagangan Kerajaan Sunda di pedalaman Jawa bagian barat dengan kota bandarnya, Sunda Kelapa.

“Perdagangan ini memanfaatkan jalur sungai, yaitu  Ciliwung. Depok berada di bagian tengah Ciliwung dan menjadi tempat transit para pedagang Cina. Sebab itu ketika pejabat VOC Cornelis Chastelein membeli tanah di Depok secara bertahap pada tahun 1696, ia telah menemukan kehidupan masyarakat lokal dengan orang-orang Cina,” ungkapnya.

Kehidupan ini bertambah beragam karena Chastelein membawa sekitar 150 pekerjanya yang mayoritas dari Makassar dan Bali untuk memulai idenya membangun komunitas pribumi yang religius dan cerdas dalam mengelola kekayaan alam secara mandiri. Dari sinilah interaksi sosial dan budaya antarkelompok yang berbeda suku, bangsa, dan agama menguat serta menjadikan Depok sebagai kota yang multikultural. Identitas Depok yang multikultural inilah yang sebaiknya terus diingat dan dirawat oleh generasi muda.

“Jalan-jalan sejarah Keberagaman Depok Tempo Doeloe ini dibuat untuk sama-sama pulang ke rumah sejarah, sehingga kita insyaf tentang Depok yang beragam sejak zaman baheula,” ujar Sejarahwan, JJ Rizal, Rabu (14/8).

Menurut Rizal, sejarah menunjukkan bahwa keberagaman Kota Depok bukan sekadar ditunjukkan dengan kehadiran orang atau kelompok dari berbagai latar belakang etnis dan agama, tapi juga dari upaya kelompok-kelompok yang berbeda tersebut untuk berbagi nilai terbaik mereka guna membentuk kebudayaan bersama.

Kampanye keberagaman Kota Depok ini melibatkan sejumlah organisasi masyarakat sipil di Depok, diantaranya Public Research & Advocacy Center (Pirac), Jaringan Gusdurian Depok, Komunitas Sejarah Depok (KSD), Komunitas Tanah Baru, Komunitas Bambu, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia, INklusif, Gerakan Indonesia Kita (Gita), Search for Common Ground (SFCG), dan lain-lain.

Bagi yang ingin mengikuti acara ini bisa menghubungi panitia di nomor 081291651819/085694771533/0818809768. Peserta diminta memberikan kontribusi sebesar Rp150.000 dan sebagai gantinya mereka akan mendapatkan T-shirt, buku materi situs sejarah Kota Depok, snack, dan lain-lain. Khusus untuk pelajar Depok bisa mendaftar gratis. Sedangkan untuk komunitas atau kolektif akan ada diskon khusus jika bisa mengajak minimal 10 peserta. (rd)

 

Jurnalis : M Agung HR

Editor : Pebri Mulya

You may also read!

PAUD Ceria Ajarkan Kemandirian di Lomba Kemerdekaan

SERU: Siswa-siswa PAUD Ceria sedang mengikuti perlombaan makan kerupuk yang diadakan sekolah, Senin (19/8). FOTO

Read More...

Tampil Beda, Petugas Samsat Depok Pakai Baju Kemerdekaan

LAYANI : Pamin STNK Samsat Kota Depok, Iptu Martha Catur Wurihandini (paling kanan) bersama jajaran,

Read More...

Hissein Grey Beri Lima Tips Sukses di SD Karakter GIS

WAWASAN BARU : Native Speaker asal Amerika Serikat Hissein Grey (tengah) bersama peserta didik Sekolah

Read More...

Mobile Sliding Menu