Marak Perceraian, Ini Solusi yang Dikembangkan Tapos

In Satelit Depok
PENILAIAN :  Tim penilai tingkat Kota Depok saat menyambangi Kecamatan Tapos terkait lomba sinergitas Kecamatan di Aula Lantai 2 Kantor Kecamatan Tapos, Selasa (13/8). FOTO : INDRA SIREGAR / RADAR DEPOK

 

 

RADARDEPOK.COM, TAPOS –  Meningkatkan ketahan keluarga, Kecamatan Tapos mengembangkan konseling berbasis internet. Inovasi tersebut yang dikembangkan kecamatan pimpinan Dadi Rusmiadi menjadi salah satu unggulan dalam Lomba Sinergitas Kecamatan tahun 2019.

Hal yang mendasari pembuatan website tersebut karena tingkat perceraian di kecamatan paling timur Kota Sejuta Maulid sangat tinggi, yakni 3000 kasus pertahun.

“Kami membuat website yang bisa digunakan untuk mencari solusi atau tempat konsultasi terkait permasalahan rumah tangga,” kata Dadi, sapaanya seusai membuka kegitan lomba sinergitas Kecamatan Tapos, Selasa (13/8).

Ia menjelaskan, website tersebut nantinya akan disediakan aplikasi untuk konseling dengan para ahli, mulai dari psikolog, petugas Kantor Kementerian Agama, hingga Kyai.

“Jadi warga bisa konsultasi langsung di sana dan memilih konselornya, tergantung kebutuhan mereka,” bebernya.

Tujuan dibuatnya website tersebut tak lain untuk menekan angka perceraian di wilayah Kecamatan Tapos yang cukup tinggi jadi dengan adanya website itu, semua permasalahan rumah tangga bisa teratasi tanpa harus menempuh jalur perceraian.

“Setiap tahunnya di Kecamatan Tapos ada 3000 kasus perceraian,” ungkapnya.

Di tempat yang sama, Sekcam Tapos, Jarkasih menambahkan, selain membuat website, Kecamatan Tapos juga mempunyai inovasi dalam menekan angka kematian ibu dan bayi saat melahirkan, yaitu dengan membuat gerakan sayang ibu hamil (Gersamil).

Dia menuturkan, Gersamil ini merupakan kegiatan belajar atau sekolah bagi ibu hamil yang diadakan setiap satu bulan sekali di seluruh kelurahan di Kecamatan Tapos.

“Dalam Gersamil ini, para ibu hamil akan diajarkan mengenai kesehatan selama masa kehamilan dan proses persalinan yang baik serta diadakan senam hamil juga,” imbuhnya.

Selain untuk menekan angka kematian ibu dan bayi selama dalam kandungan atau proses persalinan, tetapi juga dapat memastikan terpenuhinya hak sipil anak yang lahir nantinya.

“Nanti kalau bayinya sudah lahir bisa dibuatkan akta kelahiran dan hak sipil lainya,” pungkasnya. (rd)

 

Jurnalis : Indra Abertnego Siregar

Editor : Pebri Mulya

You may also read!

Baznas bantu korban rumah rusak di bojongsari

Baznas Kota Depok Bantu Tiga Rumah Rusak di Bojongsari

BANTUAN : Baznas Kota Depok di dampingi anggota DPRD Kota Depok dan KecBojongsari mengunjungi rumah

Read More...
volcano team buka kelas

Volcano Team Buka Kelas Reguler Plus

LATIHAN : Atlet Taekwondo Volcano team dari Cakra Rajasa Club berfoto bersama sebelum melakukan pemanasan

Read More...
Alumni FMIPA UI

Alumni FMIPA UI Gelar Pertandingan

TANDING : Alumni Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam berfoto bersama menjelang pertandingan melawan tim

Read More...

Mobile Sliding Menu