Ketua RW Pemain Timnas Indonesia Perempuan : Mimpinya Naik Pesawat Terwujud Saat ke Papua (1)

In Metropolis
PRESTASI : Henny Kuncorowati saat menunjukan jersey timnas Indonesia  di kancah Nasional dan Internasional. FOTO : ARNET/RADARDEPOK 

 

 

Kecintaannya kepada dunia olahraga, terlebih sepakbola mengantarkan Henny Kuncorowati menjadi kiper Tim Nasional Sepak Bola Indonesia 30 tahun silam, tepatnya di era 80’an. Melalui sepak bola, Henny dapat melenggang bebas keliling asia dengan pesawat yang menjadi impiannya.

Laporan : Arnet Kelmanutu

RADARDEPOK.COM – Bisingnya suara knalpot di Jalan Tole Iskandar, Kecamatan Sukmajaya, mewarnai perbincangan bersama sosok inspiratif. Sepak terjangnya serta kegigihannya, membuat Henny meraih jersey kiper kebanggaan ibu pertiwi.

Tak ada lambang garuda, tak ada bendera merah putih yang melekat pada seragam kiper yang tunjukan Henny, di rumah makan Soto Surabaya. Hanya warna merah berpadu dengan lain seperti putih dan kuning.

“Kenapa aku ngotot banget masuk Timnas karena buat aku cuma sepak bola yang saat itu menjanjikan aku untuk naik pesawat. Alhamdulilah berbuah manis, penerbangan pertama saat turnamen di Papua dan aku naik maskapai Merpati saat itu,” beber Henny sambil menyeruput kopi hitam yang dipesannya.

Perempuan kelahiran tahun 1965 mulai mengawali karir sepak bola saat menginjak usia 12 tahun. Saat itu, ibu berhijab ini memberanikan diri melancong ke Jakarta seorang diri untuk dapat berlatih di sekolah bola terkemuka Buana Putri, khusus pencetak pemain perempuan.

Sambil mengingat, dia pernah bersandar di pagar lapangan ABC Senayan sambil menatap lirih keinginannya, untuk bergabung dalam sekolah bola tersebut.

“Aku memang hobby olahraga, jadi itu modal aku untuk masuk Buana Putri. Dulu nggak kenal sogok menyogok dan lainnya, hanya perjuangan lewat keringat yang diperhitungkan,” kata Henny saat mengingat berjuang saat itu.

Henny memperagakan bagaimana dirinya saat dipanggil pelatih fisik, dia lupa namanya. “Hey kamu ngapain disitu, kalau mau latihan sini masuk dan coba tendang bola abis itu sprint,” kata Henny mencontohkan perbincangan saat itu.

Beruntung ketika itu hari Selasa, Henny disuruh kembali hari Sabtu untuk menjalankan latihan fisik yang jadi seleksi paling berat. Lapangan utama GBK dijadikan tempat berpacu lari, lalu berlanjut naik turun tangga tribun penonton.

Henny berkaca-kaca ketika akhirnya dia diterima tanpa biaya sepeserpun. Justru di gaji Rp75 ribu, ketika itu sudah sangat besar, belum lagi ada uang makan dan transport.

“Semenjak itu saya nggak pernah minta uang dari orang tua karena sudah bisa menghasilkan,” ungkap Henny dengan mata yang berkaca, namun samar terlihat karena di balik kacamata min miliknya.

Setiap pertandingan yang diikuti Henny dan timnya saat itu ternyata terpantau para pencari bakat di tubuh PSSI. Sekitar tujuh pemain dari Buana Putri termasuk dia masuk dalam skuat garuda merah putih. Tak kuasa Henny menahan tangis saat memberi kabar membanggakan kepada kedua orang tuanya di Temanggung, Jawa Tengah.

Dari sana cita-cita Henny naik pesawat kesampaian juga, unjung Timur Indonesia menjadi tempat pertamanya, setelah itu berlanjut ke Negara di Benua Asia. (bersambung)

 

Editor : Pebri Mulya

You may also read!

Piala Bergilir Mochammad Yana Aditya antar Provinsi se-Jawa Siap Digulirkan

      Oleh: Supartono JW*) Pengamat Pendidikan Sepak Bola Nasional   Festival Sepak Bola antar Provinsi se-Jawa, Piala Bergilir Mochammad Yana Aditya U-8, U-10,

Read More...

Dapat Bisikan Misterius, Painah Loncat dari Jembatan Juanda Depok

BUNUH DIRI : Paniah yang mencoba bunuh diri dengan melompat dari jembatan di Jalan Juanda,

Read More...

Ratusan Pesilat Adu Jurus di Cimanggis Cup

BERTANDING : Dua orang pesilat sedang bertarung di Gelanggang A pada Kejuaraan Silat Cimanggis Cup

Read More...

Mobile Sliding Menu