Kemarau Berkepanjangan, Pohon di Margonda Kering

In Metropolis
MENGERING : Tampak terlihat tanaman dan pohon yang kering dan layu di kawasan Jalan Margonda Raya, Senin (12/8). Musim kemarau panjang dan kurangnya perawatan dari pihak terkait menyebabkan beberapa tanaman dan pohon di sepanjang jalan tersebut tampak tak terawat. FOTO : AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Jika melintas di Jalan Raya Margonda dan Jalan Juanda maka akan menemukan sejumlah pohon yang kering, bahkan sebagian mati.

Komisi C DPRD Kota Depok, Sri Utami menilai, keringnya pepohonan di kawasan Margonda karena faktor panasnya cuaca. Hal itu bakal berdampak pada berkurangnya kualitas udara di jalan tersebut.

“Pohon-pohon itu kan sebagai produsen oksigen, penyerap polutan, tidak bisa bekerja optimal,” ucap Sri kepada Radar Depok.

Penanganannya lanjut Sri, diperlukan revitalisasi dan di musim hujan perlu ditanami pohon pengganti yang lebih tahan panas, misalnya Beringin. Selain itu pemupukan diintensifkan dengan memanfaatkan kompos.

“Depok perlu mencontoh Surabaya bagaimana separatornya bisa subur dan rindang meski di musim kemarau,” harap Sri.

Terpisah, Kepala Seksi Tata Lingkungan, dan Konservasi (TLK) DLHK Kota Depok, Rizal Maulana membantah jika ada pohon yang mati. “Pohon yang besar tidak ada yang mati, hanya pohon Perdu saja yang mulai mengering,” kata Rizal kepada Radar Depok.

Menurut Rizal, pihaknya melakukan pengecekan secara berkala sehingga mengetahui pohon yang mati atau tidak. “Kambiumnya sudah kami cek dan masih basah, pertanda pohon masih hidup,” kata Rizal.

Proses meranggas pada pohon menurutnya juga alamiah, Dalam pelajaran IPA SD dulu, sudah dijelaskan meranggas adalah sebuah kegiatan tumbuhan dengan menggugurkan dedaunan untuk mengurangi penguapan dan mengurangi kebutuhan (asupan) nutrisi.

Meranggas biasa terjadi pada tumbuhan tertentu pada musim kemarau. Meranggas tak berarti mati. Tapi bisa saja jika kemarau terlampau panjang hingga tumbuhan tak mampu bertahan.

Meranggas identik dengan kering, kerontang. Menyisakan batang dan ranting untuk bertahan hingga musim hujan kembali dari perantauan. “Meranggas itu beradaptasi, bukan untuk mati tapi untuk berbuah esok hari,” kata Rizal.

Meski demikian pihaknya mengaku terus berupaya dengan menyiram tanaman di sepanjang jalan Juanda dan margonda. “Musim kemarau, Hujan terakhir awal April sehingga pohon meranggas untuk menyesuaikan dengan suhu udara,” tukas Rizal Maulana. (rub)

 

Jurnalis : Rubiakto

Editor : Pebri Mulya

You may also read!

Ragam Kompetisi dan Aksi di Glabs Expo 2019

PEMBUKAAN : Global Islamic Labschool (Glabs) Expo 2019 telah dimulai dengan dibuka secara resmi oleh

Read More...

Kecamatan Sawangan Ingatkan Bahaya HIV dan Narkoba Kepada Siswa

INGATKAN : Susana sosialisasi P4GN terkait HIV kepada siswa SMP Islam Darul Irfan, Kecamatan Sawangan,

Read More...

90 Masyarakat Serua Diperiksa Kesehatan

PEDULI : Katar Kelurahan Serua bersama Fakultas Kesehatan UPN Jakarta, usai melakukan pemeriksaan kesehatan masyarakat

Read More...

Mobile Sliding Menu