IT Beberkan Jurus Atasi Masalah Sampah

In Politika
Anggota DPRD Kota Depok terpilih dari Dapil 2 (Beji, Cinere, Limo), Imam Turidi.

 

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK Anggota DPRD Kota Depok terpilih dari Dapil 2 (Beji, Cinere, Limo), Imam Turidi menilai pengelolaan sampah di Kota Depok, jika dilihat dari aspek hukum, sudah baik. Karena sudah ditata sebagaimana mestinya.

Ia menjelaskan, permasalahan sampah sudah menjadi isu sentral. Tidak hanya di Depok, tapi hampir di seluruh kota besar di Indonesia.

“Tidak kurang-kurang peraturan dan perundangan yangmengatur pengelolaan sampah, seperti UU No.18 Tahun 2008 dan Perpres No.97 Tahun 2017,” kata Imam kepada Radar Depok, Kamis (16/8).

Pemkot Depok juga sudah mengeluarkan Perda mengenai pengelolaan sampah : Perda Kota Depok No.05 Tahun 2014. Artinya, secara hukum pemerintah, baik pusat maupun daerah, sudah menata bagaimana seharusnya pengelolaan sampah.

Bahkan, sambung dia, pengelolaan sampah masuk dalam Rencana Strategis Pemerintah Daerah. Di Depok, pengelolaan sampah merupakan program prioritas dalam Renstra Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok. “Lalu, apa yang menjadi persoalan sehingga permasalahan sampah tidak kunjung selesai ?,” ujarnya.

Dia menjelaskan, ada kutipan bila ada sebagian budaya masyarakat, bahkan budaya bangsa, berkaitan dengan permasalahan sampah. “Namun,menurut hemat saya hal itu terlalu berlebihan,” ungkap Imam Turidi.

Sebab, masyarakat adalah bagian dari civil society, dimana pemerintahan juga masuk di dalamnya. Bahkan, pemerintah sangat bertanggungjawab dalam membentuk civil society itu, melalui peraturan dan infrastrukur yang dibuat.

Ia menjelaskan, proses yang terjadi dalam civil society dan berlangsung berulang dalam waktu yang lama, akan membentuk budaya. Dari sini jelas bisa terpetakan dimana masalah utamanya.

“Permasalahan klasik sebenarnya, yaitu penegakan peraturan dan infrastruktur. Peraturan mengenai pengelolaan sampah sudah lebih dari cukup. Infrastruktur, mulai dari penegak hukum, operator sampah hingga TPA, mungkin masih bermasalah,” jelas Politikus PDI Perjuangan ini.

Pertanyaannya, Imam menambahkan, apakah Kota Depok memiliki blue print system persampahan, bagaimana dengan alur detil pengelolaan sampahnya, bagaimana kondisi volume produksi sampah per hari dibandingkan dengan kapasitas TPA atau unit-unit pengolahan lainnya, bagaimana kondisi volume sampah Kota Depak di masa depan terkait dengan proyeksi pertumbuhan penduduk, ekonomi dan tata ruang kota.

“Apakah ini semua sudah tergambarkan di dalam rencana tata kelola sampah. Jika pertanyaan-pertanyaan tadi sudah terjawab, maka pembangunan infrastruktur akan mudah dilakukan. Penerapan teknologi secanggih apapun dalam pengelolaan sampah jika tidak ada perencanaanya akan sia-sia,” pungkas IT, sapaannya. (rd)

 

Jurnalis : Ricky Juliansyah

Editor : Pebri Mulya

You may also read!

posyandu pondok petir terbanyak

Pondok Petir Jadi yang Terbanyak Memiliki Posyandu

RESMIKAN : Prosesi pengguntingan pita yang dilakukan Walikota Kota Depok, Mohammad Idris pada presmian Posyandu

Read More...
pramuka hidayatul Athfal juara umum

3 Kali Juara Umum, MI/MIT Hidayatul Athfal Resmi Miliki Piala Bergilir

HEBAT : Siswa-siswa MI/MIT Hidayatul Athfal yang mengikuti Boden Powell Day 2020 dan berhasil menjadi

Read More...
ulang tahun dian didaktika 2

Unjuk Bakat dan Kemampuan di Milad ke-36 Yayasan Dian Didaktika

KOMPAK : Flashmob dari guru-guru jadi penampilan pertama dalam perayaan Milad ke-36 Yayasan Dian Didaktika,

Read More...

Mobile Sliding Menu