GMPB : Dahulukan Flyover, Trotoar Masih Minim di Depok

In Metropolis
RUSAK : Tampak terlihat jalur pedestrian atau trotoar yang rusak berlubang di kawasan Jalan Margonda Raya, kemarin. FOTO : AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Banyak warga yang komplain tentang keberadaan trotoar bagi pejalan kaki. Pasalnya, di Kota Depok, khusunya di Jalan Raya Margonda, punya trotoar tapi seadanya. Bahkan, bangunan trotoar yang sedikit, pejalan kaki harus berebut dengan PKL dan Ojol.

Mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Peduli Bangsa (GMPB) menilai Kota Depok minim trotoar. Belum lagi banyak bangunan gedung yang melanggar Garis Sepadan Bangunan (GSB) sehingga perlu di tertibkan.

Koordinator GMPB, Hanafi Moni mengatakan, Jalan Raya Margonda masuk kasifikasi sebagai jalan arteri sekunder, dengan ruang milik jalan selebar 32 meter. Jadi garis sepadan bangunan sepuluh meter dari bagian gedung paling luar. Dia meminta kepada walikota untuk mengkaji kembali bangunan di sepanjang jalan Raya Margonda sebagai etalase Kota Depok.

“Ini salah satu bentuk penanganan kemacetan, kalau garis sepadannya saja sudah dilanggar, pengunjung toko, atau ruko mau parkir dimana lagi kalau bukan di Jalan Margonda,” kata Hanafi

Beberapa tahun lalu, Pemkot Depok terus berupaya menata pedestrian di sepanjang Jalan Raya Margonda. Tapi, tampak di separuh jalan tersebut rusak dan berlubang, ditambah lagi masih banyak kendaraan bermotor parkir di atas trotoar.

Menyikapi hal ini, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Depok, Dadan Rustandy berencana menata trotoar di Depok tahun 2021. “Masih wacana, sudah ada buat program anggaran tahun 2020,” terang Dadan.

Meski demikian, ia belum memastikan detail anggaran yang akan diajukan untuk penataan trotoar tersebut. Saat ini pihaknya masih fokus dalam pembangunan flyover dan underpass di Depok yang nantinya akan dibangun pada 2020 mendatang. Adapun titik pembangunan flyover dan underpass adalah Jalan Dewi Sartika, Margonda, dan depan Stasiun Citayam. (rd)

 

Jurnalis : Rubiakto

Editor : Pebri Mulya

You may also read!

artikel FKM UI pengmas

Pengembangan Sistem Database Online Risiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja pada Pekerja UMKM di Desa Gunung Sari, Kecamatan Citeureup

  Oleh : Mahasiswa Departemen K3 FKM UI Research Assistant  Department Occupational Health and Safety Faculty of Public Health Universitas Indonesia   SESUAI dengan renstra Universitas

Read More...
Artikel desa tarikolot pengmas ui

Mahasiswa FKM UI Kembangkan SiUMKM Berbasis Data untuk UMKM di Kecamatan Citeureup

  Oleh : Muhammad Fitrah Habibullah Undergraduate Student of Occupational Health and Safety Major Faculty of Public Health Universitas Indonesia   SEBAGAI salah satu perwujudan

Read More...
cahaya souvenir

Owner Cahaya Souvenir, Sri Wulandari : Lewati Rintangan, Kini Punya Omset Hingga Rp170 Juta (3-Habis)

SUKSES : Owner Cahaya Souvenir, Sri Wulandari memperlihatkan souvenir buatannya, di tokonya Jalan Margonda Raya,

Read More...

Mobile Sliding Menu