Genteng Kelas SDN Kukusan Bolong

In Pendidikan
RUSAK : Sejumlah murid bermain dengan latar belakang bangunan sekolah yang rusak di SD Negeri Kukusan, Kelurahan Kukusan, Kecamatan Beji, Kamis (22/8). Hal tersebut tentunya mengganggu aktifitas belajar karena ada dua kelas yang atapnya rusak yakni kelas 5 dan 6. FOTO : AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Kenyamanan ruang belajar sangat mempengaruhi produktifitas kegiatan belajar mengajar (KBM) peserta didik. Namun, berbeda dengan yang diterima siswa kelas V dan VI SDN Kukusan, mereka terpaksa pindah ke kelas lain untuk belajar. Karena dua ruang kelas itu dalam kondisi yang memprihatinkan yakni genteng dan atap plafon yang bolong.

Sekilas dari luar gapura sekolah situasi SDN Kukusan yang berlokasi di Jalan KH. Usman,  Gg. Bungur II, Kelurahan Kukusan, Kecamatan Beji, tampak seperti sekolah pada umumnya. Kamis (22/8) pukul 15:30 WIB, halaman sekolah ramai dengan siswa yang bermain bola, karena bertepatan dengan jam istirahat.

Ada yang tidak biasa dengan dua ruang kelas di sebelah selatan, pelatarannya sepi dan tidak ada tanda-tanda siswa yang belajar di dalam kelas. Karena lampu di kelas tersebut mati. Rupanya saat ditengok ke arah atap, genteng di dua kelas itu bolong cukup besar. Serta ada tali tambang berwarna kuning menutupi jalan di halaman kelas.

“Sebagai tanda kalau dilarang lewat dua kelas ini, karena kondisinya sudah parah. Takut warga sekolah (siswa dan guru) terkena reruntuhan genteng,” kata Kepala SDN Kukusan, Mardais kepada Radar Depok, Kamis (22/08).

Mardais mengungkapkan, bangunan dua kelas itu mulai reot dan atapnya runtuh sejak tiga bulan lalu. Beruntung pada saat itu sedang tidak dalam proses KBM. Supaya tidak menimpa siswa, pihak sekolah segera merelokasi siswa ke kelas lain.

“Supaya lebih nyaman belajarnya dan tidak mau ambil resiko langsung kami pindahkan siswa-siswa pakai kelas yang masih kosong,” ungkapnya.

Dia menuturkan, bahwa pihaknya lansung menghadap Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok meminta agar ada penanganan cepat terhadap bangunan ruang kelas tersebut. Dengan cepat Disdik langsung menyampaikannya kepada Dinas Perumahan dan Permukiman (Disrumkim) untuk ditindaklanjuti. Pasalnya, urusan perbaikan sekolah merupakan tanggung jawab dari Disrumkim Kota Depok.

“Alhamdulillah Kadisrumkim dan Pak Wakil Walikota sudah mengunjungi SDN Kukusan beberapa waktu lalu, sehingga sudah diajukan anggaran tahun ini dan sedang proses lelang,” tutur Mardais.

Dalam kegiatan ekspos rancangan pembangunan yang telah diikuti kepala sekolah. Mardais menyebut, bangunan sebelah selatan yang rusak tersebut akan dibangun menjadi tiga lantai.

Selama proses pembangunan aktivitas belajar mengajar akan menumpang sementara di SDN Beji III yang tidak jauh dari SDN Kukusan. Supaya KBM tetap berjalan seperti sedia kala.

“Nanti kalau sudah jadi semua tetap akan ada 12 rombongan belajar (rombel), tapi akan diterapkan Fullday School. Dimana siswa tidak ada lagi yang masuk sekolahnya siang,” pungkas Mardais. (san)

 

Jurnalis : Nur Aprida Sani

Editor : Pebri Mulya

You may also read!

95 Preman Dilepas, Tujuh Ditahan Polrestro Depok

TANGKAP : Sebanyak 102 orang yang diduga terlibat tindak pidana perjudian hingga aksi premanisme jalanan,

Read More...

Jalan Margonda Butuh JPO Baru

HARUS DITAMBAH : Warga melintas di Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di Jalan Margonda Raya, kemarin.

Read More...

BPJAMSOSTEK Apresiasi Kejari Depok

PENGHARGAAN : Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) Depok, Indra Iswanto menyerahkan SKK Kejaksaan

Read More...

Mobile Sliding Menu