DEEP : Politik Identitas, 5 Caleg Terbesar dan Pengaruh Pilpres

In Politika
Dok. Yusfitriadi

Direktur Democracy and Electoral Empowerment Partnership (DEEP), Yusfitriadi menilai, salah satu wilayah yang terkena dampak signifikan oleh politik identitas pada Pemilu 2019 adalah Depok, selain Bogor dan sebagian besar kabupaten/kota di Jabar pada umumnya.

Laporan : Ricky Juliansyah

RADARDEPOK.COM – Dinamika politik identitas yang sangat kuat tentu akan menguntung pihak dan parpol tertentu, juga akan merugikan parpol tertentu. Salah satu Parpol yang diuntungkan dengan dinamika politik identitas pada gelaran pemilu 2019 yang dipicu oleh Pilpres 2019 adalah partai Gerindra, selain PKS dan PAN tentunya.

Sehingga tidak aneh ketika suara Partai Gerindra sangat signifikan naiknya, terutama di Jawa Barat, tentu saja Kota Depok salah satunya.

“Jadi wajar ketika banyak Caleg dari Partai Gerindra banyak yang memperoleh suara terbanyak di beberpa kabupaten/kota di jawa barat, termasuk di Kota Depok,” kata pria yang akrab disapa Kang Yus.

Makanya, dari 5 Caleg terpilih yang meraih suara terbesar di Kota Sejuta Maulid, tiga diantaranya berasal dari partai besutan Prabowo Subianto, yakni Hamzah dengan 10.953 suara, Edi Masturo 10.120  suara dan  H. Iman dengan raihan 9.803 suara.

Sehingga dalama koteks Pileg 2019 yang lalu sosok atau figur yang dicalonkan oleh Parpol tidak terlalu signifikan dalam raihan suara. Namun, lebih kepada diuntungkan dengan elektabilitas Parpol yang terkena dampak keuntungan dari dialektika politik identitas tersebut.

“PKS sendiri meraih perolehan kursi tertinggi di Depok dengan 12 kursi, disusul Gerindra 10 kursi dan PDI Perjuangan 10 kursi,” terang Kang Yus.

Kendati lima besar perolehan tertinggi tidak semua disambet Partai Gerindra atau pun PKS. Pengaruh tersebut juga datang dari partai Koalisi 01, karena dibeberapa tempat sangat signifikan hasilnya. Menurut dia, hal ini lebih kepada fanatisme pasangan calon Presiden dan Wakil presiden, bukan lebih disebabkan oleh figur atau sosol caleg tersebut yang mengakar di tengah-tengah masyarakat.

“Walaupun saya sepakat tidak semua dampak Pilpres itu faktornya, ada kasus-kasus yang memang karena sosok dan figur yang mengakar di tengah masyarakat pun ada,” ujar Kang Yus.

Perolehan suara Caleg di tingkat Kota Depok misalnya, Nama Babai Suhaimi, politikus senior, yang sebelumnya juga mantan Ketua DPD Partai Golkar Kota Depok, Anggota DPRD Kota Depok dan terakhir sebagai kontestan di Pilkada Kota Depok 2015 lalu.

“Ini yang saya bilang sebagai sosok yang mengakar di tengah masyarakat, dengan partai barunya di PKB, Babai Suhaimi sukses merebut hati masyarakat dengan perolehan 12.293 suara, itu sebuah pencapaian luarbiasa bagi Caleg di DPRD Tingkat II,” pungkas Kang Yus. (*)

You may also read!

Baznas bantu korban rumah rusak di bojongsari

Baznas Kota Depok Bantu Tiga Rumah Rusak di Bojongsari

BANTUAN : Baznas Kota Depok di dampingi anggota DPRD Kota Depok dan KecBojongsari mengunjungi rumah

Read More...
volcano team buka kelas

Volcano Team Buka Kelas Reguler Plus

LATIHAN : Atlet Taekwondo Volcano team dari Cakra Rajasa Club berfoto bersama sebelum melakukan pemanasan

Read More...
Alumni FMIPA UI

Alumni FMIPA UI Gelar Pertandingan

TANDING : Alumni Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam berfoto bersama menjelang pertandingan melawan tim

Read More...

Mobile Sliding Menu