Beragam Kebudayaan di SA Kebun Tumbuh

In Pendidikan

 

 

Peserta didik Sekolah Alam  Kebun Tumbuh menampilkan beragam kebudayaan nusantara dalam Indonesian Culture Festival, di halaman sekolah yang berlokasi di Jalan Mawar, Kelurahan Curug, Bojongsari, Kamis (15/8). FOTO : SANI/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, BOJONGSARI – Indonesia memiliki beragam budaya, adat istiadat, suku, dan agama. Bicara soal budaya seakan tidak ada habisnya, namun semua itu harus diajarkan kepada anak-anak sejak dini. Seperti di Sekolah Alam Kebun Tumbuh mengenalkan budaya melalui Indonesian Culture Festival, Kamis (15/8).

Ketua Yayasan SA Kebun Tumbuh, Uci Sanusi mengatakan, kegiatan yang rutin digelar setiap tahun ini merupakan bentuk pengajaran menanamkan nilai nasionalisme dalam diri peserta didik. Supaya mereka tidak hanya mengenal luarnya Indonesia, namun sampai kepada kebudayaannya.

“Indonesia merupakan negara yang besar kaya akan suku dan agamanya. Melalui acara  Indonesian Culture Festival, kami ingin mengenalkan lebih dalam lagi apa itu NKRI. Tidak hanya nama, tapi juga budaya di masing-masing provinsi,” kata Uci kepada Radar Depok.

Warna-Warni Indonesiaku menjadi tema dalam pagelaran budaya tahun ini. Dimana ada enam provinsi yang dikenalkan oleh siswa kepada pengunjung yang hadir. Meliputi Aceh, Riau, Lampung, DKI Jakarta, Jawa Timur dan sulawesi Selatan.

Kepala SD SA Kebun Tumbuh, Aditya menerangkan, selain menampilkan tari-tarian dan musik asal daerah tersebut. Siswa juga menjajakan kuliner, senjata, rumah adat, dan pakaian adat khas masing-masing daerah.

Penampilan spektakuler yang ditampilkan oleh siswa ternyata membutuhkan proses latihan yang cukup panjang dan rumit. Kurang lebih satu bulan siswa belajar memahami segala hal sesuai provinsi yang dipilih.

“Anjungan atau rumah adat terfavorit kami berikan hadiah, sekaligus menilai sejauh mana kreatifitas guru di kelas,” ujar Aditya.

Sementara itu, Kepala TK SA Kebun Tumbuh, Sri Nurlaela Sari menyebut, siswa juga telah mengikuti lomba permainan tradisional pada lusa kemarin. Permainanya antara lain, gobak sodor, gatrik, lompat karet, enggrang, tapak gunung, melompat sambil tebak angka, dan lain sebagainya.

“Permainan tradisional sengaja kami gelorakan lagi kepada siswa agar mereka tahu dan mau memainkannya kembali. Permainan ini juga bisa melatih keseimbangan anak, syaraf motorik dan otot. Jadi dengan cara seperti ini anak-anak jadi semakin cinta dengan tanah air,” pungkas Sri. (rd)

 

Jurnalis : Nur Aprida Sani

Editor : Pebri Mulya

You may also read!

Dapat Bisikan Misterius, Painah Loncat dari Jembatan Juanda Depok

BUNUH DIRI : Paniah yang mencoba bunuh diri dengan melompat dari jembatan di Jalan Juanda,

Read More...

Ratusan Pesilat Adu Jurus di Cimanggis Cup

BERTANDING : Dua orang pesilat sedang bertarung di Gelanggang A pada Kejuaraan Silat Cimanggis Cup

Read More...

2020 sampai 5 Tahun Kedepan Ada Formula E di Jakarta

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengendarai sepeda di konvoi mobil listrik di Bundaran Hotel Indonesia,

Read More...

Mobile Sliding Menu