21 Pasutri di Depok Sah Dihadapan Negara

In Metropolis
SUDAH TERCATAT : Salah satu pasangan mengikuti isbat nikah di Aula Teratai, Balaikota Depok, Jumat (23/8). Kegiatan yang diikuti oleh 21 pasangan tersebut dilakukan untuk membantu warga prasejahtera agar pernikahannya sah menurut negara. FOTO : AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Sebanyak 21 pasangan kurang mampu akhirnya resmi tercatat sebagai suami istri yang sah oleh negara, Jumat (23/8). Program sidang isbat nikah ini, diagaungkan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Depok bersama Kementerian Agama dan Pengadilan Agama Kota Depok.

Kepala Disdukcapil Kota Depok, Misbahul Munir mengatakan, sidang itsbat nikah secara gratis ini bertujuan membantu warga dalam mengesahkan pernikahannya dan mendapatkan buku nikah. Pasalnya 21 pasangan suami istri ini sebelumnya menikah hanya diakui agama.

“Pasangan yang mengikuti sidang itsbat nikah yang sudah menikah siri sebelumnya, serta warga kurang mampu,” kata Munir kepada Radar Depok.

Setelah mengikuti sidang itsbat nikah, seluruh pasangan suami istri ini juga mendapat dokumen lengkap yang baru. Meliputi Kartu Keluarga (KK), KTP, Surat Nikah, Akta Kelahiran untuk anak, dan Kartu Indonesia Anak (KIA).

“Target tahun ini ada 120 pasangan suami istri yang akan kami sidang itsbatkan,” ujar Munir.

Sementara itu, Pasangan Suami Istri Aseng (57) dan Dewi Sartika (47) merupakan satu dari pasutri yang mengikuti sidang itsbat. Mereka sudah menikah siri sejak 1998 atau kurang lebih 21 tahun lalu.

Aseng menyebut kerap kesulitan saat mengurus dokumen keempat anaknya, terutama saat mendaftar sekolah. Karena selama ini, akta kelahiran anak-anaknya hanya tercantum nama sang istri. Begitu juga dengan KK yang tidak ada nama dirinya di KK sang anak.

“Jadi dulunya kami nikah di Pontianak itu hanya ada surat nikah saja tanpa buku nikah, dan suka khawatir kalau menyangkut soal dokumen anak. Maka dari itu kami ajukan ke Pengadilan Agama dan Disdukcapil untuk mengikuti sidang itsbat nikah supaya sah dimata negara,” terang Aseng.

Usai mengikuti kegiatan ini, Aseng dan Dewi yang juga didampingi anak bungsunya dapat bernafas lega. Mereka sudah sah menjadi suami istri diakui negara, dan keempat anaknya juga telah memiliki KIA.

“Kalau buat saya pribadi kegiatan ini sangat terbantu, mudah-mudahan seluruh pasangan belum sah secara negara dapat mengajukan ikut program ini,” pungkas Aseng. (rd)

 

Jurnalis : Nur Aprida Sani

Editor : Pebri Mulya

You may also read!

Selain Naikan Harga Cukai, 3 Langkah Ini Juga Bisa Jadi Menekan Jumlah Perokok

ILUSTRASI   JAKARTA - Adanya kenaikan cukai rokok sebesar 23 persen oleh pemerintah, dimaksudkan yang menjadi sasarannya adalah

Read More...

ICW Curiga Reivisi UU KPK, Karena 23 Anggota DPR Jadi Tersangka

Ketua DPR Setya Novanto harus mendekam di penjara karena kasus korupsi yang menjerat dirinya. Selain

Read More...

Jelang HUT ke-74, PMI Gelar Lomba Edukatif

APEL : Ketua Panitia HUT PMI ke-74, Eka Bachtiar saat memberikan sambutan dalam apel pagi

Read More...

Mobile Sliding Menu