Stop Ojek Payung Anak

In Metropolis
PERATURAN BARU : Sejumlah anak menunggu para pemakai jasa ojek payung di kawasan Stasiun Depok Baru. Pemerintah Kota Depok mengeluarkan surat imbauan untuk tidak menggunakan jasa anak menawarkan ojek payung ketika hujan turun khususnya kepada ASN. Foto : AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, DEPOK Pemkot Depok meminta kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN), lebih-lebih yang berdinas di Balaikota Depok, untuk tidak menggunakan jasa ojek payung anak saat hujan turun.

Kepala Dinas Perlindungan Anak Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga (DPAPMK) Kota Depok, Nessi Annisa Handari mengatakan, langkah tersebut guna menghindari eksploitasi anak yang masuk ke dalam Bentuk Pekerjaan Terburuk untuk Anak (BPTA).

“Dengan menggunakan anak ojek payung berarti turut mendukung upaya mempekerjakan anak,” katanya, kemarin (10/7).

Adapun imbauan ini, kata dia, sudah disampaikan Walikota Depok, Mohammad Idris dalam bentuk surat kepada seluruh kepala OPD, untuk meniadakan BPTA di Depok.

“Sebab dengan menggunakan anak ojek payung, artinya turut mendukung upaya mempekerjakan anak-anak. Padahal, pekerjaan ini sangat membahayakan kesehatan mereka,” jelasnya.

Lebih lanjut, sambungnya, langkah Walikota Depok tentu sebagai komitmen Pemkot Depok mewujudkan program Kata Layak Anak (KLA). Ini juga wujud kepedulian terhadap anak-anak yang sesuai dengan indikator kabupate/kota layak anak.

“Peran kita juga memberikan arahan kepada anak-anak agar tidak mencari rezeki dengan menjajakan jasa ojek payung,” tandasnya.

Pemerhati anak Kota Depok, Ade Irfa mendukung sikap Walikota Depok atas hal ini. Hal itu sebagai wujud dari implementasi mengurangi pekerja anak dibawah umur.

“Saya sangat mendukung sekali, ini sebagai upaya Pemkot Depok melindungi hak anak, dan meminimalisir pekerja anak dibawah umur,” kata Ade Irfa.

Kepala SMP Tarbiyah Islamiyah, Beji ini menambahkan, tidak hanya ojek payung anak. Kasus lain, misalnya ondel-ondel anak, juga harus segera diambil sikap. “Pemerintah harus hadir untuk melindungi hak anak,” tambah Ade.

Sementara itu, Anggota Komisi D DPRD Kota Depok, Lahmudin imbauan ini memang sejalan dengan program KLA. Meski muncul alasan : ojek payung untuk membantu ekonomi keluarga, tetap saja tidak bisa dibenarkan. Karena anak-anak selayaknya tidak berada di jalan untuk mencari uang.

“Ojek payung memang membantu dikala hujan. Tapi jangan dikerjakan anak-anak dong. Harusnya orang tua paham hal itu,” kata Politikus PAN itu.

Menurutnya, belum saatnya anak-anak membantu perekonomian keluarga, terlebih dengan cara menjadi ojek payung. Justru hal demikian membuat anak malas belajar. “Apalagi kalau anak tersebut tidak sekolah. Tentu akan bertentangan dengan program pemerintah wajib belajar,” pungkas Lahmudin. (rub)

You may also read!

Piala Bergilir Mochammad Yana Aditya antar Provinsi se-Jawa Siap Digulirkan

      Oleh: Supartono JW*) Pengamat Pendidikan Sepak Bola Nasional   Festival Sepak Bola antar Provinsi se-Jawa, Piala Bergilir Mochammad Yana Aditya U-8, U-10,

Read More...

Dapat Bisikan Misterius, Painah Loncat dari Jembatan Juanda Depok

BUNUH DIRI : Paniah yang mencoba bunuh diri dengan melompat dari jembatan di Jalan Juanda,

Read More...

Ratusan Pesilat Adu Jurus di Cimanggis Cup

BERTANDING : Dua orang pesilat sedang bertarung di Gelanggang A pada Kejuaraan Silat Cimanggis Cup

Read More...

Mobile Sliding Menu