Sita 169 Kg Ganja

In Utama
IST

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Upaya menangkap peredaran narkoba di Jawa Barat, ternyata ada peran andil dari anjing pelacak, bahkan anjing pelacak juga menjadi aktor penting dalam mengungkap peredaran barang haram tersebut di Jawa Barat.

Hal ini dialami Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Barat, dan Kantor Wilayah Bea-Cukai Jawa Barat. Kedua lembaga tersebut pernah meringkus pengedar narkoba dengan bantuan anjing pelacak.

BNNP Jabar, memiliki dua ekor anjing pelacak yang masuk dalam tim K9 BNNP Jabar. Kedua anjing pelacak tersebut bernama Barack dan Axel. Pada Minggu (30/6) di Kota Depok, Barack dan Axel berhasil menggagalkan peredaran ganja kering asal Aceh seberat 169 kilogram yang akan diedarkan di wilayah Jawa Barat dan DKI Jakarta.

Kepala BNNP Jabar, Brigjen Pol Sufyan Syarif menyebutkan, aksi Barack dan Axel berawal dari temuan sebuah minibus di wilayah Banten menuju wilayah Kota Depok, kemudian Barack dan Axel beraksi hingga mengendus dan mendapati ada sebuah tumpukan mencurigakan di bagasi mobil tersebut.

“Dari hasil pemeriksaan, ada 169 kilogram ganja. Asalnya ini dari Aceh,” ujar Sufyan di kantor BNN Jawa Barat, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Kamis (11/7).

Sofyan mengatakan, mobil yang mencurigakan itu dikemudikan pria berinisial DI, kurir yang merupakan seorang kuli bangunan. DI mengakui semua perbuatanya tersebut atas instruksi dari seseorang. “Hasil pemeriksaan dan pengembangan kita dapat dua nama lagi yang saat ini berstatus DPO. Inisialnya K dan HH,” kata Sufyan.

Selain menggagalkan pengedar Ganja kering, Sufyan menambahkan, Barack dan Axel, juga berhasil menemukan sabu-sabu di sebuah gang sempit di wilayah Bogor. Dari hasil temuan terdapat sabu-sabu 1 ons yang sudah ditempel oleh seseorang. “Dua anjing pelacak berhasil mendapatkan sabu-sabu di sebuah jalan. Siapa pelakunya, masih dikembangkan,” kata Sufyan.

Sedangkan Kepala Seksi Penindakan, Kakanwil Bea-Cukai Agus Eko Prasetyo mengatakan, saat ini pihaknya memiliki tiga anjing pelacak yang bertugas sama dengan anjing pelacak milik BNN Jabar, ketiganya bernama Cesar, Hera dan Queen.

“Cesar, Hera dan Queen, tiga-tiganya di latih terus, sasaran mereka hampir sama dengan milik BNN Jawa Barat,” ujar Agus.

Agus menjelaskan, ketiga anjing pelacak tersebut dalam tahun ini sudah menggagalkan dua sampai tiga kali penumpang yang mencoba menyelundupkan ganja kering melalui pesawat terbang.

“Mereka juga baru satu tahun, sudah gagalkan narkoba dua sampai tiga kali yang terakhir kemarin jumlahnya hampir 1,5 kilo ganja,” ungkapnya.

Ganja kering tersebut, dikatakan dia, didapati dari penumpang Malaysia ke Indonesia dan setelah diselidiki barang ganja kering itu didapati melalui koper yang ada di bagasi penumpang. “Kami memang konsen di bandara yang penerbangan luar negri, kemarin ketiga anjing pelacak menemukan ganja kering itu dari bagasi,” tegasnya.

Dari pengakuannya, ganja tersebut berasal dari Aceh. Tersangka sudah empat kali menjalankan pengiriman dengan upah Rp100.000 untuk setiap satu Kg ganja.

“Saya hanya mengantar saat mendapat telepon ke lokasi tujuan. Selama ini pengantaran hanya di sekitaran wilayah Jabar. Saya sudah empat kali dengan ini,” ujar tersangka DI di Kantor BNNP Jabar, Kamis (11/7).

Kini, tersangka ID mendekam dalam penjara. Dia harus mempertanggungjawabkan perbuatannya dan terancam hukuman di atas 15 tahun penjara. (azs/gun/**)

You may also read!

Terima Kasih Masih Setia

RADARDEPOK.COM – Hari ini Harian Radar Depok berusia 9 tahun. Lahir 15 Juli 2010, di Jalan Raya Kartini No13,

Read More...

Ramai-ramai Sedot Air Tanah

RADARDEPOK.COM – Margonda amblas tinggal menunggu waktu. Hiruk pikuk padatnya jantung Kota Depok itu ternyata di dalam permukaan tanahnya,

Read More...

Agustus Pajak Air Tanah Naik

RADARDEPOK.COM – Tingginya penggunaan air tanah membuat Kota Depok berputar otak. 139  badan usaha wajib pajak pengguna air tanah

Read More...

Mobile Sliding Menu