Sambut Pilkada Depok dengan Riang

In Politika
SOSIALISASI : Ketua KPU Kota Depok, Nana Shobarna saat memberikan materi dalam sosialisasi Pemilu 2019, beberapa waktu lalu. Foto : RICKY/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Kota Depok akan memulai tahapan Pilkada pada September 2019 mendatang. Karenannya, KPU Kota Depok meminta warga Kota Sejuta Maulid menyongsong hajat pemilihan Walikota dan Wakil Walikota periode 2020-2025 dengan semangat dan riang gembira.

Ketua KPU Kota Depok, Nana Shobarna, Depok bersama tujuh kabupaten/kota lainnya di Jabar akan menggelar Pilkada Serentak pada 23 September 2020.

“Bismillah. Tahapan Pilkada Depok 2020 segera dimulai, kepada warga Depok mari kita songsong perhelatan tersebut dengan semangat untuk kembali sukses tanpa ekses seperti perhelatan sebelumnya,” kata Nana kepada Radar Depok, Selasa (23/7).

Nana melanjutkan, hal tersebut perlu disambut dengan semangat dan riang gembira. Sebab, dengan begitu tingkat partisipasi dapat tinggi dan dapat digelar dengan sukses serta tanpa ekses.

“Itu tidak hanya menjadi dambaan bagi kami sebagai lembaga penyelenggara Pemilu, tapi juga pemerintag, stakeholder maupun warga Depok tentunya,” paparnya.

Ia menerangkan, pihaknya sudah melakukan rapat koordinasi persiapan KPU Jabar beberapa waktu lalu, bersama delapan daerah yang akan menggelar Pilkada terdiri dari tujuh kabupaten dan satu kota, yakni Kabupaten Bandung, Cianjur, Sukabumi, Karawang, Indramayu, Tasikmalaya, Pangandaran dan Kota Depok.

“Kami sudah melakukan rapat persiapan, bahasan yang utama adalah penyusunan kebutuhan anggaran sesuai dengan perundangan berlaku. Kemudian komunikasi dengan pemerintah, dalam hal ini kami Pemkot Depok dan DPRD Kota Depok,” terangnya.

Menurut Nana, dukungan anggaran yang memadai, sangat berpengaruh dalam penyelenggaraan pesta demokrasi. Untuk Pilkada Depok sendiri, sambung Nana, awalnya KPU Kota Depok mengajukan Rp74 miliar, kemudian diefisiensikan menjadi Rp64 miliar.

“Efisiensinya kan bisa beberapa dikurangi, volume, jumlah dan sebagainya. Misalnya, harusnya sosialisasi 10 kali ke pemilih milenial dengan 150 peserta, kemudian karena menyesuaikan anggaran bisa berubah jadi 5 kali dengan peserta hanya 100 orang,” tuturnya.

Ia mengungkapkan, pada perhelatan pilkada berkaca dari dua periode sebelumnya, tingkat partisipasi masyarakat masih minim, seperti Pilkada 2010 diangka 54 persen dan Pilkada 2015 diangka 56 persen.

“Kami menaikan 2 persen saja sudah berjuang mati-matian, berdarah-darah lah kita kalau bisa dibilang mah,” ungkapnya sambil tertawa.

Untuk itu, Nana berharap Pemkot Depok dan DPRD Kota Depok dapat menyesuaikan anggaran sesuai kebutuhan yang diperlukan KPU Kota Depok dalam menggelar Pilkada. “Beberapa kali rapat Banggar kami ikut. Kalau angka finalnya saya belum dapat informasi lagi,” ucap Nana. (cky)

You may also read!

korupsi lahan di depok

Tersangka Korupsi di Depok Bolos Sebulan

LAHAN APARTKOST : Suasana lahan untuk pembangunan Apartkost di kawasan Beji Timur yang kini tersandung

Read More...
PSSI Kota Depok

Benahi Managemen, Mohon Rekomendasi Asprov

URUS : Belum lama management Persikad mendatangi Asosisasi Provinsi (asprov) PSSI Jawa Barat untuk melengkapi

Read More...
ular kobra di bojongsari

AMANKAN : Ketua RW14, Daud Sulaiman bersama pawang ular mengamankan ular kobra di rumah kontrakan

Read More...

Mobile Sliding Menu