Poster K3 Akronim Poligami Dicopot

In Utama
SUDAH DITURUNKAN: Foto yang beredar di Twitter, spanduk itu dipasang oleh perusahaan kontraktor yang menggarap pembangunan gedung di Fakultas Teknik UI. Foto : IST

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Setelah ramai pro-kontra secure parking yang ada di kawasan Universitas Indonesia (UI), media sosial kembali dihebohkan dengan munculnya foto spanduk imbauan mengenai kesehatan dan keselamatan kerja (K3), yang ada di proyek pembangunan gedung di UI. Penyebabnya, imbauan tersebut menggunakan akronim ‘POLIGAMI’

Berdasarkan foto yang beredar di media sosial Twitter, spanduk tersebut dipasang oleh perusahaan kontraktor yang sedang menggarap pembangunan gedung di Fakultas Teknik UI.

Berikut ini tulisan yang tertera dalam spanduk tersebut:

POLIGAMI

Kita bisa selamat dunia akhirat

Pastikan berdoa sebelum memulai pekerjaan

Observasi area kerja sebelum bekerja.

Lakukan pekerjaan sesuai prosedur.

Ingatkan teman kerja bila berperilaku tidak aman.

Gunakan selalu APD saat melakukan pekerjaan.

Aplikasikan 7 aturan emas saat bekerja.

Manfaatkan waktu istirahat dengan baik.

Ingat keluargamu menunggu di rumah.

Terkait hal ini, Kepala Kantor Humas dan KIP Universitas Indonesia, Rifelly Dewi Astuti menegaskan, poster tersebut sudah dicopot. Ia menyatakan, poster tersebut murni inisiatif dari kontraktor yang merupakan pihak ketiga.

“Sudah diturunin, itu kan kontraktornya aja yang kreatif. Kreatif supaya inget mungkin, agar lebih mudah,” kata Rifelly kepada wartawan, Minggu (21/7).

Rifelly meyakini imbauan K3 itu sebenarnya memiliki tujuan baik. Tetapi, akronimnya saja yang kurang pas.

“Intinya imbauan dia kan bagus sebenarnya. Cuman nggak menggunakan akromin yang aneh-aneh aja. Itukan untuk K3 bagus, cuman masalah akronim,” jelasnya.

Mengenai lokasi poster. Rifelly mengaku belum mengetahui secara pasti. “(Lokasi) dekat FT kayaknya, saya juga belum lihat,” ucap Rifelly.

Gaduh Secure Parking UI Dipecahkan

Sebelumnya, Kegaduhan secure parking UI Depok mulai dipecahkan kampus berplat merah ini. Belum lama, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) se-Kecamatan Beji diundang pihak kampus. Bertempat di Ruang Rapat Gedung DPPF lantai 3 UI, seluruh aspirasi yang dilontarkan ditampung. Tapi, parkir berbayar tersebut tetap diberlakukan melebihi waktu 20 menit.

Ketua LPM Kukusan, Suryadi Tolib menjelaskan, pihak rektorat memberlakukan kebijakan tersebut, tapi belum berpihak pada lingkungan. Menurutnya, kebijakan parkir berbayar harus berkontribusi yang lebih terhadap fasilitas lingkungan. Program tersebut murni dilakukan, untuk pengendalian dalam masyarakat melintas.

“Pihak UI menyadari kurangnya komunikasi dengan masyarakat, terhadap kebijakan yang akan dilakukan UI,” kata Tolib kepada Radar Depok, beberapa waktu lalu.

UI lanjut dia, akan kembali melaksanakan koordinasi dan komunikasi yang pernah dilakukan antara UI dengan masyarakat secara regular. “Pihak UI akan memberlakukan masuk UI berbayar, apabila melebihi waktu 20 menit,” terang Tolib.

Ketua Forum Komunikasi (FK) LPM Kecamatan Beji, Sutrisna meminta, pihak kampus menyiapkan jalur Bikers Outer Ring Road (BORR) Utara menuju Jakarta. Dan BORR Selatan menuju Beji Timur dan Margonda. Sementara untuk BORR menuju arah Pondok Cina, secepatnya pihak UI akan berkoordinasi kepada pihak KAI. Ini terkait izin perlintasan sebidang, saat ini baru sampai pada RS UI. “Apabila diizinkan perlintasan sebidang oleh PT KAI, maka akan ada pelatihan khusus bagi penjaga perlintasan sebidang. Dimana penjaga tersebut diambil dari masyarakat,” kata Nano –sapaan akrab Sutrisna-. (dtc/net/gun/rdc)

You may also read!

PAUD Ceria Ajarkan Kemandirian di Lomba Kemerdekaan

SERU: Siswa-siswa PAUD Ceria sedang mengikuti perlombaan makan kerupuk yang diadakan sekolah, Senin (19/8). FOTO

Read More...

Tampil Beda, Petugas Samsat Depok Pakai Baju Kemerdekaan

LAYANI : Pamin STNK Samsat Kota Depok, Iptu Martha Catur Wurihandini (paling kanan) bersama jajaran,

Read More...

Hissein Grey Beri Lima Tips Sukses di SD Karakter GIS

WAWASAN BARU : Native Speaker asal Amerika Serikat Hissein Grey (tengah) bersama peserta didik Sekolah

Read More...

Mobile Sliding Menu