PN Sidang di Pasar Kemirimuka

In Metropolis
SIDANG LAPANGAN : Pengadilan Negeri Kota Depok saat melaksanakan gelar sidang lapangan terkait sengketa lahan Pasar Kemirimuka, Kecamatan Beji, Jumat (12/7). Foto  : AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, DEPOK-Tak lama lagi rebutan Pasar Kemirimuka, antara Pemkot Depok dengan PT Petamburan Jaya Raya (PJR) akan berakhir. Kemarin, Pengadilan Negeri (PN) Depok mengagendakan sidang di tempat untuk meninjau objek sengketa di Pasar Kemirimuka, Beji. Kamis (25/7), sidang akan dilanjutkan dengan agenda kesimpulan gugatan Pemkot Depok.

Kasi Datun Kejari Depok, Neneng Rahmadini mengatakan, pihaknya telah mengikuti agenda sidang pemeriksaan setempat untuk gugatan Pemkot Depok ke PT PJR. Terkait perbuatan melawan hukum, karena tidak mematuhi ketentuan dalam Izin Lokasi.

Neneng mengatakan, Pasar Kemirimuka masih dalam penguasaan dan pengelolaan Pemkot Depok melalui Unit Pelaksanaan Teknis (UPT) Pasar Kemirimuka. “Selama bertahun-tahun pemkot sudah mengeluarkan anggaran untuk Pasar Kemirimuka,” tegas Neneng kepada Harian Radar Depok di lokasi, kemarin.

Dia juga mengatakan, pembangunan jalan pasar, drainase, gorong-gorong, los dan kios pasar yang sempat terbakar. Juga telah dianggarkan Pemkot Depok. Hal tersebut terlihat dalam pemeriksaan setempat yang dilakukan PN Depok.

“Jadi jelas dari hasil pemeriksaan setempat memang mendukung dalil-dalil dalam gugatan kami,” ujar Neneng Rahmadini.

Sementara itu, Kuasa Hukum PT PJR, dari Kantor Hukum Hendro Priono, Supriadi Adi mengatakan, putusan hukum di Indonesia memang tidak jelas. Padahal menurutnya, dia sudah memegang putusan yang sudah inkrah yang dimenangkan oleh PT PJR. Bahkan, sempat dilakukan eksekusi namun batal.

“Ini menurut saya hanya menunda-nunda untuk menjalankan perintah eksekusi. Tapi kenapa pemkot masih bisa menggugat,” kata Supriadi Adi.

Humas PN Depok, Nanang Herjunanto mengungkapkan, telah menjalankan sidang pemeriksaan setempat, yang telah dihadiri semua pihak. “Kami sudah menjalankan sidang pemeriksaan setempat, dan sidang akan dilanjutkan dua minggu kedepan, Kamis (25/7) dengan agenda pembacaan kesimpulan,” tandas Nanang Herjunanto.(rub)

You may also read!

renovasi rumah cagar budaya KOOD Tapos

KOOD Tapos Akan Renovasi Situs Budaya

AGENDA : Rumah yang akan direnovasi oleh KOOD Kecamatan Tapos dan akan menjadikannya sebagai cagar

Read More...
artikel FKM UI pengmas

Pengembangan Sistem Database Online Risiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja pada Pekerja UMKM di Desa Gunung Sari, Kecamatan Citeureup

  Oleh : Mahasiswa Departemen K3 FKM UI Research Assistant  Department Occupational Health and Safety Faculty of Public Health Universitas Indonesia   SESUAI dengan renstra Universitas

Read More...
Artikel desa tarikolot pengmas ui

Mahasiswa FKM UI Kembangkan SiUMKM Berbasis Data untuk UMKM di Kecamatan Citeureup

  Oleh : Muhammad Fitrah Habibullah Undergraduate Student of Occupational Health and Safety Major Faculty of Public Health Universitas Indonesia   SEBAGAI salah satu perwujudan

Read More...

Mobile Sliding Menu