Perangi Buta Huruf Hijaiyah, Gunakan Metode Mama Papa

In Satelit Depok
TERANGKAN: Lurah Duren Seribu, Suhendar mengunjungi Rumah Al Balad RW6, Kelurahan Duren Seribu, Kecamatan Bojongsari, beberapa waktu lalu. Foto : DICKY/RADARDEPOK

RADARDEPOK.COM – Aparatur Kelurahan Duren Seribu bersama dengan Rumah Al Balad RW6, kelurahan setempat, mempunyai misi yang sama, yakni memberantas buta huruf Hijaiyah. Untuk mempercepat pemahaman, Rumah Al Balad menggunakan metode pengajaran Mama Papa selama tiga jam.

Laporan : Dicky Agung Prihanto

Aparatur Kelurahan Duren Seribu mengunjungi Rumah Al Balad, dilingkungan RW6 Kelurahan Duren Seribu, Kecamatan Bojongsari. Di rumah tersebut, sejumlah lansia mempelajari huruf hijaiyah untuk memperlancar membaca Al Quran. Satu persatu peserta lansia mengikuti instruksi yang diberikan tenaga pengajar untuk membaca Al Quran.

Lurah Duren Seribu, Suhendar mengatakan, Kelurahan Duren Seribu sedang berusaha mengembangkan potensi wilayah untuk meningkatkan kualitas masyarakat, salah satunya untuk lansia. Mendapatkan masukan dan dorongan dari lansia yang ingin mempelajari Alquran, namun memiliki keterbatasan, pihaknya mendorong Rumah Al Balad untuk memberikan pengajaran.

“Kami bersinergi dengan Rumah Al Balad untuk memerangi buta huruf hijaiyah,” ujar pria berkumis tersebut.

Mantan Sekretaris Kelurahan Pondok Petir tersebut mengungkapkan, menyambut baik Rumah Al Balad yang memberikan penerangan kepada lansia secara detail tekhnik dan metode mempelajari membaca Alquran. Menggunakan metode Mama Papa selama tiga jam, Rumah Al Balad dapat mendorong lansia membaca Alquran.

Suhendar menuturkan, pengajaran yang diberikan Rumah Al Balad diikuti sekitar 25 lansia secara gratis. Pengajaran membaca Al Quran memerangi huruf hijaiyah dibuka secara umum dan apabila banyak peserta yang mengikuti, Rumah Al Balad akan menambah tenaga pengajar atau disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.

“Pemberantasan buta huruf hijaiyah selaras dengan visi Kota Depok,” tutup Suhendar. (*)

You may also read!

Terima Kasih Masih Setia

RADARDEPOK.COM – Hari ini Harian Radar Depok berusia 9 tahun. Lahir 15 Juli 2010, di Jalan Raya Kartini No13,

Read More...

Ramai-ramai Sedot Air Tanah

RADARDEPOK.COM – Margonda amblas tinggal menunggu waktu. Hiruk pikuk padatnya jantung Kota Depok itu ternyata di dalam permukaan tanahnya,

Read More...

Agustus Pajak Air Tanah Naik

RADARDEPOK.COM – Tingginya penggunaan air tanah membuat Kota Depok berputar otak. 139  badan usaha wajib pajak pengguna air tanah

Read More...

Mobile Sliding Menu