Pemira sudah, Saatnya Penjaringan Eksternal

In Politika
FLASHMOB PKS : Presiden PKS, Sohibul Iman didampingi Ketua DPD PKS Kota Depok, Moh. Hafid Nasir menyapa kader dan simpatisan PKS saat kegiatan flashmob, di Jalan Margonda Raya, Sabtu (23/3). Foto : AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, DEPOK – DPD PKS Kota Depok telah melaksanakan Pemilihan Umum Internal Raya (Pemira) 7 Juli kemarin. Bagi politikus senior PKS Depok, M. Supariyono yang masuk dalam bursa pemilihan di internal itu, kini sudah saatnya PKS melakukan penjaringan dari eksternal untuk Pilkada Kota Depok 2020.

Ketua DPD PKS Kota Depok periode 2010-2015 ini mengatakan, Pemira itu adalah tradisi yang baik untuk melibatkan kader dalam kerja politik, termasuk dalam memilih calon kepala daerah. Sehingga, tidak ada kader yang tidak terlibat dan merasa ditinggal.

“Nah kalau kader sudah dilibatkan sekarang saatnya masyarakat juga dilibatkan sejak awal jangan hanya pada saat hari H saja,” kata Supariyono kepada Radar Depok, Kamis (7/11).

Wakil Ketua DPRD Kota Depok ini melanjutkan, PKS Depok telah sukses melaksanakan Pemira untuk memilih calon kepala daerah dari internal. Selanjutnya, ia menyarankan agar PKS juga melakukan penjaringan juga dari kalangan ekternal.

“Penjaringan eksternal ini menjadi penting dalam rangka mencari calon kepala daerah yang benar-benar berkualitas. Saya yakin di kota Depok ini banyak sekali orang orang hebat dan mampu membawa kota Depok jauh lebih baik lagi, tapi mereka terkendala tidak punya kendaraan (partai),” paparnya.

Menurut Supariyono, Depok memiliki banyak perguruan tinggi seperti Universitas Indonesia, Gunadarma dan lainnya yang di sana terdapat banyak orang hebat. Dengan menjaring calon dari eksternal juga akan membuat PKS memiliki lebih mudah memilih karena pilihannya lebih banyak.

“Tidak hanya dari akademisi juga sih, bisa profesional, pengusaha dan lainnya,” kata wakil rakyat dari Sukmajaya ini.

Lebih lanjut, kata dia, kriteriannya sendiri bebas. Tinggal membuka pendaftaran dan siapa yang berniat mendaftar. Sedangkan mekanismenya dibuat simpel, seperti audisi pada lomba-lomba umumnya yang disertai wawancara, psikotes, fit and profer tes dan lainnya.

“Ini belum pernah dilakukan PKS. Makanya saya mewacanakan ini supaya pilkada bisa menjadi milik semua kalangan dan bukan menjadi milik kalangan partai saja,” pungkasnya. (cky)

You may also read!

16 Kursi di Kabinet dari Partai, Sisanya Belum Diketahui

Presiden Joko Widodo (Jokowi).   JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) berencana akan mengumumkan nama-nama untuk formasi

Read More...

Presiden Jokowi : Seabad Indonesia Pendapatan Rp27 Juta per Kapita per Bulan

Presiden Indonesia, Joko Widodo (Jokowi).   JAKARTA - Rp 27 juta per kapita per bulan, itu menjadi

Read More...

LPM Duren Mekar Ajak Kembangkan Kebudayaan Betawi

BERSAHABAT : Ketua LPM Kelurahan Duren Mekar, Ahmad Khairul Kahfi (kanan) bersama Cablak diwilayah Kelurahan

Read More...

Mobile Sliding Menu