PDAM Surati Perusahaan di Margonda

In Metropolis
PENGGUNAAN AIR TANAH : Suasana pemukiman penduduk dan pertokoan di kawasan Jalan Margonda Raya, beberapa waktu lalu. Penggunaan air tanah sampai saat ini masih banyak digunakan untuk keperluan rumah tangga atau komersial di kawasan tersebut. Foto : AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, DEPOK-Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Asasta Kota Depok, mulai menyurati calon pelanggan niaga dan industri. Surat tersebut ditujukan untuk segera berlangganan air bersih dari PDAM, yang sudah terdapat jaringan pipa air.

Manajer Pemasaran PDAM Tirta Asasta, Imas Dyah Pitaloka mengatakan, surat pemberitahuan dibuat berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) Kota Depok No 13 dan 14 tentang Izin Mendirikan Bangunan (IMB) yang menyebutkan, sumber air bersih harus diperoleh dari PDAM secara berlangganan. Untuk itu, pihaknya menyurati para calon pelanggan niaga dan industri untuk segera berlangganan air bersih dari PDAM.

“Surat pemberitahuan tersebut juga berkaitan dengan telah terpasangnya Jaringan Distribusi Utama (JDU) di lokasi  perusahaan atau pun apartemen. Sehingga harus segera berlangganan air bersih sesuai dengan Perda,” kata Imas kepada Harian Radar Depok, kemarin.

Dia menjelaskan, imbauan tersebut juga berkaitan dengan misi PDAM Tirta Asasta, untuk menjaga kelestarian air tanah. Dan lingkungan sesuai dengan perundang-undangan. Terlebih, calon pelanggan niaga serta industri tersebut berlokasi di pusat kota seperti Jalan Margonda Raya.

“Kami sedang melakukan pembangunan jaringan air bersih di Margonda Raya. Untuk itu, kami menyurati semua perusahaan yang ada di sana untuk segera berlangganan air PDAM,” katanya.

Dia menambahkan, pihaknya kini tengah melakukan pendataan calon pelanggan niaga dan industri yang telah terdapat jaringan air bersih dari PDAM. Menurutnya, dengan berlangganan air PDAM, kalangan usaha sudah berkontribusi meminimalisir penggunaan air tanah secara berlebihan.

“Pemasangan instalasi pipa PDAM Tirta Asasta adalah upaya untuk mencapai target 35 persen penduduk Kota Depok harus terakses air bersih dari PDAM. Termasuk para pelaku usaha dan niaga,” ucapnya.

Sementara sebelumnya, Walikota Depok, Mohammad Idris menyoroti, peliknya penggunaan air tanah. Ternyata membuat Pemkot Depok, dan Pemprov Jabar terus berkoordinasi. Namun, belum ada kata sepakat antara keduanya. Karena harga yang ditetapkan Jawa barat terlalu tinggi, dianggap belum menjangkau masyarakat Depok.

Peraturan daerah (Perda) penggunaan air tanah baru saja disahkan. Sehingga sudah berlandaskan hukum. Namun terkait penetapan harga pihaknya masih belum bisa memastikan, karena Perwal yang mengatur penetapan harga masih di koordinasikan.

Selama ini provinsi diketahui mengelola perijinan penggunaan air tanah di Kota Depok. Sementara dianggap belum menjangkau Kota Depok, sehingga kota Depok perlu diberikan kebebasan untuk mengelola penggunaan air tanah.

“Kami masih berjuang untuk mempertahankan harga terbaik agar bisa di jangkau oleh masyarakat,” kata Idris.

Namun, ia belum bisa memastikan berapa harga yang bakal ditetapkan pemerintah. “Saat ini harga yang ditawarkan pemprov terlalu tinggi,” tandasnya saat ditemui usai kunjungan Gubernur Jabar, Ridwan Kamil.(rub)

You may also read!

Serunya Ayu Tingting Rayakan HUT RI di Rumah Juanah Sarmili

LOMBA : Ayu Tingting dan Anggota DPRD Kota Depok, Juanah Sarmili melihat Ayah Rojak yang

Read More...

Upacara HUT ke-74 Republik Indonesia di Balaikota Depok

KHIDMAT : Pemerintah Kota Depok melaksanakan Upacara HUT Ke-74 Kemerdekaan Republik Indonesia di Lapangan Balaikota Depok, Sabtu (17/8). Acara

Read More...

Keseruan Anak-anak Mengikuti Perlombaan HUT ke-74 Republik Indonesia

SERU : Sejumlah anak mengikuti di Lapangan RT01/06, Kelurahan Tanah Baru, Kecamatan Beji, Sabtu (17/8). Warga di kawasan tersebut

Read More...

Mobile Sliding Menu