Mengupayakan Agar Anak Bisa Bersekolah dengan Bahagia

In Ruang Publik
Oleh: Alwiyah Bagir*)

Sebagai sekolah yang digagas berdasarkan misi membuat anak bahagia dalam belajar, berbagai tantangan kami alami dan rasakan. Terutama di SMA, di saat anak-anak memasuki usia remaja. Mereka yang sedang mengalami perkembangan fisik maupun mental merasa dirinya sudah besar dan bukan anak kecil lagi.

Di SMA Lazuardi, dijalankannya aturan dan tata tertib, justru dikatakan oleh sebagian besar siswa sebagai keunggulan SMA Lazuardi. Tata tertib sekolah kontennya hampir sama di setiap sekolah namun bedanya adalah bahwa SMA Lazuardi “menjalankannya” dengan berbagai kebijaksanaan.

Selama ini sebagian besar siswa SMA lazuardi terbilang sukses dan bahagia di sekolah. Mereka juga betah berlama-lama di sekolah pada sore hari. Namun harus diakui, ada juga beberapa siswa yang merasa tak suka dengan kegiatan-kegiatan yang ada dan kemudian menjadi malas.

Nah, apa yang harus dilakukan supaya semua atau lebih banyak anak sukses dan sekaligus bahagia?

Upaya SMA Lazuardi adalah, pertama menyadari bahwa ‘beberapa’ anak yang malas tetap merupakan ana-anak yang diamanatkan kepada kita untuk dididik. Kita sudah menerima mereka dan wajib bertanggungjawab atas kesuksesan dan kebahagiaan mereka. Kalau dijumpai kesulitan dalam menangani mereka maka itulah tantangan yang harus dihadapi dan harus segera digarap oleh para guru.

Kedua, melakuan pendekatan yang tepat. Biasanya anak-anak yang malas dan sulit ditangani ini adalah anak-anak yang punya masalah. Maka cara mendekatinya harus dengan bertanya dan kemudian menyiapkan empati dan mendampinginya menemukan solusi yang pas. Walaupun itu bukan hal yang terlalu mudah.

Berbeda dengan anak-anak kecil, pikiran dan perasaan anak remaja sudah dipenuhi dengan masalah yang dia bangun sendiri karena faktor internal dalam dirinya. Seperti, perubahan bentuk tubuh, suara maupun perasaan-perasaan yang berkaitan dengan pubertas yang sedang mereka alami. Maka ketika ada tambahan masalah selain dari yang itu, mereka akan makin berpikir bahwa dunia ini adalah tempat yang sulit dan tidak menyenangkan. Sebagai pengalihan dari perasaan tak nyaman itu, kadang-kadang anak remaja akan bertingkah tidak sewajarnya, seperti melakukan perbuatan bullying, vandalisme, menunjukkan sikap malas belajar, mencoba menarik hati teman lawan jenis, tidak peduli terhadap kewajibannya dan bahkan sengaja tidak melaksanakan instruksi guru.

Terkadang sikap anak seperti ini dilakukan terus menerus, sehingga menghambat perkembangan positif dalam dirinya.

Karena itu, para guru di SMA Lazuardi berusaha untuk selalu jaga dan awas terhadap keadaan anak-anak yang memang diyakini sedang sangat membutuhkan perhatian itu.

Menghadapi anak yang mempunyai masalah ini, sekolah juga akan menyediakan bantuan berupa biimbingan dan konseling yang jika dianggap perlu bahkan akan dilanjutkan dengan menghadirkan orangtua sampai ke pemeriksaan psikologis oleh psikolog sekolah. Guru, orangtua dan jika perlu psikolog harus bergandengan tangan dan bekerjasama untuk mencarikan jalan keluar bagi masalah yang dihadapi anak tersebut supaya survive baik di sekolah maupun di dalam pergaulan.

Para guru juga terus dibina untuk terus berusaha untuk sering-sering menyapa dan mendengar keinginan-keinginan dan kebutuhan-kebutuhan anak, kekhawatiran mereka, ataupun kegalauan hatinya. SMA Lazuardi secara terjadwal mengalokasikan waktu untuk pertemuan khusus antara wali kelas dan anak-anak di bawah asuhannya, programbya disebut Temu Wali Kelas. Ada juga forum pertemuan antara anak-anak dengan direktur sekolah.

Forum ini bisa merupakan inisiatif direktur untuk bertemu angkatan tertentu untuk memotivasi mereka ataupun merupakan permintaan angkatan tertentu kepada direktur sekolah untuk menyampaikan keluh kesah dan harapan mereka. Ada orangtua yang berpikir bahwa anak SMA sudah besar dan tidak perlu terlalu diperhatikan. Yang perlu perhatian adalah adik kecil. Pemikiran seperti ini harus diluruskan. Memang anak sma harus belajar mandiri tapi harus diingat bahwa semua anak, baik yang masih kecil, maupun yang sudah remaja, sama-sama memerlukan perhatian dan bimbingan orangtua. Kalau mereka tidak mendapatkannya maka akibatnya akan menyedihkan.

Karenanya, SMA Lazuardi selalu berusaha menyisipkan pertemuan dengan orangtua dalam setiap agenda pengambilan rapor siswa. Sangat diharapkan supaya setiap orangtua siswa berusaha keras untuk hadir dalam setiap undangan sekolah agar kerjasama ini lebih bisa terwujud.

Orangtua dan guru harus bergandengan tangan dan bekerjasama, berkomunikasi secara intens dan sungguh-sungguh untuk membantu anak berkembang dengan baik. Dengan begitu kebahagiaan dan keberhasilan anak bisa terwujud.

Upaya lain untuk menjaga kualitas pendidikan yang ada juga dengan menerbitkan buletin bulanan lazNewz, profil siswa selama satu bulan dan surat edaran yang bertujuan membuat orangtua mengetahui apa saja agenda dan aktifitas anak-anak di sekolah selama satu bulan.

Setiap informasi yang diterbitkan untuk orangtua bisa menjadi catatan untuk memantau perkembangan ananda. Dan juga mencatat tanggal- tanggal penting termasuk libur sekolah agar tidak berbenturan dalam mengatur acara liburan keluarga dan agenda lain-lainnya. (*)

*)Direktur SMA Lazuardi

You may also read!

Piala Bergilir Mochammad Yana Aditya antar Provinsi se-Jawa Siap Digulirkan

      Oleh: Supartono JW*) Pengamat Pendidikan Sepak Bola Nasional   Festival Sepak Bola antar Provinsi se-Jawa, Piala Bergilir Mochammad Yana Aditya U-8, U-10,

Read More...

Dapat Bisikan Misterius, Painah Loncat dari Jembatan Juanda Depok

BUNUH DIRI : Paniah yang mencoba bunuh diri dengan melompat dari jembatan di Jalan Juanda,

Read More...

Ratusan Pesilat Adu Jurus di Cimanggis Cup

BERTANDING : Dua orang pesilat sedang bertarung di Gelanggang A pada Kejuaraan Silat Cimanggis Cup

Read More...

Mobile Sliding Menu