Mandiri Bikin Panik Nasabah Depok

In Metropolis
MELAKUKAN TRANSAKSI : Salah satu nasabah saat melakukan transaksi di ATM Mandiri di kawasan Jalan Margonda Raya, Minggu (21/7). Bank tersebut sempat mengalami sistem error yang mengakibatkan perubahan saldo kepada 10 persen atau sekitar 1,5 juta nasabahnya. Foto : AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, DEPOK– Solehudin warga Kecamatan Beji, terkejut melilhat saldo tabungannya di Anjungan Tunai Mandiri (ATM) Bank Mandiri SPBU Jalan KH M Usman, Beji, menjadi nol. Padahal, sebelumnya saldo pria berusia 34 tahun ini ada Rp5 juta.

“Saya panik, karena mau ambil uang untuk isi bensin kok malah kosong,” kata Ole –sapaan Solehudin- kepada Harian Radar Depok, kemarin.

Mengetahui isi saldonya bermasalah, Ole langsung mendatangin Bank Mandiri KPC Depok I, di Jalan Nusantara Raya. “Saya sempat ke Bank Mandiri, nanya ke costumer service, menurut penjelasan mereka saldo saya aman,” terang Ole.

Dia juga tambah yakin saat melihat di media, PLN sudah menjelaskan secara resmi, sehingga saldonya aman. “PLN sudah klarifikasi ada sistem yang eror,” ujar Ole.

Hal serupa juga dialami Eko Widodo (41), warga RT 1/1, Kelurahan/Kecamatan Cilodong. Dia  mengatakan, sudah mendatangi sejumlah ATM Bank Mandiri untuk melakukan penarikan tunai. Dana tersebut untuk biaya istrinya yang sedang di rawat di RSUD Kota Depok.

“Saya tadi liat berita, makanya tidak tahu kalau error. Udah panik saya, istri masuk Rumah Sakit kena DBD. Akhirnya dirawat di RSUD Depok tanpa BPJS. Pas mau ambil uang malahan ATM enggak bisa. Pusing sendiri jadinya ini,” katanya saat ditemui.

Eko hanya bisa berharap masalah ini cepat teratasi. Sebab menurutnya, jika kondisi darurat akan sangat fatal dampaknya apabila tidak bisa melakukan penarikan tunai. “Biasanya uang yang di simpan di ATM merupakan uang cadangan dan simpanan, untuk dibutuhkan dalam keadaan mendesak, tapi kalau eror begini malah jadi bingung,” tegas Eko.

Corporate Secretary Bank Mandiri Rohan Nafas menegaskan, pihaknya telah mengupayakan untuk mengatasi permasalahan tersebut dalam waktu 2-3 jam.

Rohan mengatakan, saldo asli nasabah aman dan sudah ter-record oleh back up server yang dimiliki Bank Mandiri. “Kami pastikan uang nasabah aman. Memang untuk menyesuaikan saldo seperti awal, butuh waktu. Kami harus double check karena ada saldo yang berkurang, ada yang bertambah,” kata Rohan dalam keterangan pers kemarin (20/7).

Dia menjelaskan, ketidaknyamanan yang sempat dialami nasabah itu disebabkan adanya error saat perpindahan proses dari core system ke back up system yang rutin dilaksanakan pada akhir hari. Masalah itu disebut Rohan menimpa sekitar 10 persen atau 1,5 juta nasabah Bank Mandiri. “Sekali lagi kami mohon maaf kepada masyarakat,” katanya.

Sebagai langkah antisipasi, lanjut Rohan, Bank Mandiri akan melakukan investigasi dan audit secara menyeluruh pada sistem. “Ini baru kali pertama terjadi. Akan investigasi dan audit, apakah ini malfunction di hardware atau software. Saat ini penanganan sudah dilakukan dengan back up server,” tuturnya.

Direktur Eksekutif-Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Onny Widjanarko juga memastikan bahwa dana-dana nasabah akan tetap aman. “Di BI juga ada aturan-aturan pemulihan sistem. Kami yakin bank-bank besar punya business continuity plan (rencana kerja untuk mengantisipasi kondisi saat terjadinya insiden, Red),” jelasnya.(rub/JPC)

You may also read!

PAUD Ceria Ajarkan Kemandirian di Lomba Kemerdekaan

SERU: Siswa-siswa PAUD Ceria sedang mengikuti perlombaan makan kerupuk yang diadakan sekolah, Senin (19/8). FOTO

Read More...

Tampil Beda, Petugas Samsat Depok Pakai Baju Kemerdekaan

LAYANI : Pamin STNK Samsat Kota Depok, Iptu Martha Catur Wurihandini (paling kanan) bersama jajaran,

Read More...

Hissein Grey Beri Lima Tips Sukses di SD Karakter GIS

WAWASAN BARU : Native Speaker asal Amerika Serikat Hissein Grey (tengah) bersama peserta didik Sekolah

Read More...

Mobile Sliding Menu