Korban Medsos 134 Kasus

In Utama

RADARDPOK.COM, DEPOK – Belum lama ini viral di media sosial WhatsApp video yang memperlihatkan seorang pria mengalami gangguan jiwa, dan diduga akibat keseringan main game smartphone. Bahkan ketika di tangannya sudah tidak ada smartphone, jari-jemarinya masih saja bergerak seolah-olah ia masih memegang handphone.

Kejadian tersebut tentu menjadi perhatian dan sorotan masyarakat, khususunya keluarga dalam mengawasi anggotanya saat menggunakan smartphone.

Menyikapi kejadian ini, Komisioner Bidang Pornografi dan Cyber Crime Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Margaret Aliyatul Maimunah mengaku, pengaduan yang masuk ke KPAI bahwa anak-anak dalam mengakses internet rentan terpapar berbagai konten negatif.

Margaret juga menilai, dengan smartphone anak-anak atau siapapun sangat mudah mengakses berbagai konten negatif. Mulai dari akses pornografi, game online bermuatan kekerasan dan pornografi, informasi hoaks, ujaran kebencian, adiksi gadget, radikalisme, serta perilaku sosial menyimpang dari gadget. Maka hal ini harus menjadi perhatian serius semua pihak, terutama orang tua.

“Kasus pengaduan anak berdasarkan cluster perlindungan anak bidang pornografi dan cyber crime KPAI tahun 2011-2018 mengalami kenaikan,” ungkap Margaret kepada Radar Depok, kemarin (22/7).

Selain itu lanjut Margaret, jenis aduan yang ia terima di antaranya anak korban kejahatan seksual online, anak pelaku kejahatan online, anak korban pornografi di medsos, anak pelaku kepemilikan media pornografi, dan anak pelaku bullying di medsos.

Total pengaduan kasus pornografi dan cybercrime yang diterima KPAI tahun 2014 sebanyak 322 kasus, 2015 ada 463 kasus, 2016 meningkat 587 kasus, 2017 menjadi 608 kasus dan tahun 2018 naik menjadi 679 kasus.

“Sedangkan, kasus anak yang menjadi korban di medsos tahun 2019 ada 134 kasus. Tentunya, kita mewaspadai ancaman adanya kasus pornografi melalui medsos dan cybercrime,” paparnya.

Ia menambahkan, bentuk pengaduan kejahatan siber seperti: pelaku video pornografi, sexting (Chat bermuatan konten pornografi), terlibat dalam grup-grup pornografi, grooming (Proses untuk membangun komunikasi dengan seorang anak melalui internet dengan tujuan memikat, memanipulasi, atau menghasut anak tersebut agar terlibat dalam aktivitas seksual).

Selain itu, ada juga sextortion (pacaran online berujung pemerasan), Cyber bully, perjudian online, Live streaming video dan trafficking dan penipuan online. “Dengan adanya kasus ini adalah tantangan bagi orang tua dalam mendidik anaknya di tengah deras dan cepatnya perkembangan teknologi melalui internet. Maka perlu adanya kewaspadaan orang tua dalam melindungi anak-anaknya,” tukasnya.

Salah satunya, diperlukan pendampingan orang tua dalam penggunaan HP dan internet. Selain itu, adanya komunikasi dan kesepakatan antara orang tua dalam penggunaan internet melalui HP maupun laptop.

“Melihat ancaman bahaya tersebut, perlunya antisipasi dalam melindungi anak-anak kita dari pengaruh negatif internet dan kejahatan siber. Belum lagi, adanya ancaman UU ITE bagi anak. Tugas melindungi anak itu tidak dibebankan pada pemerintah saja, tapi juga pada orang tua dan masyarakat secara umum,” tandasnya.

Terpisah, Anggota Komisi D DPRD Kota Depok, Lahmudin Abdullah menilai, guna meminimalisir munculnya hal negatif gegara penggunaan smartphone atau akses internet, diperlukan pengawasan orang tua agar anak-anak mereka tidak kecanduan gadget. Dan perlu diperhatikan pergeseran perilaku anak-anak yang kecanduan gadget.

“Harus menjadi perhatian serius, orang tua juga perlu mengawasi ketat penggunaan gadget pada anak,” kata Lahmudin kepada Radar Depok, kemarin (22/7).

Lahmudin juga menjelaskan, agar masyarakat mau sama-sama saling mengingatkan. Menurutnya, Kota Depok belum memiliki aturan yang kuat terkait penggunaan gadget. “Belum ada aturan yang mengikat, sehingga perlu pengawasan bersama,” pungkas Lahmudin. (rub)

You may also read!

TPU Pedurenan Jadi Lokasi Kebakaran di Harjamukti, Kota Depok

UPAYA : Personil Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan saat berusaha memadamkan api yang melahap TPU

Read More...

‘Si Jago Merah’ Bakar Harjamukti

TERBAKAR : Terlihat seorang pengendara motor saat melintas di lokasi kebakaran. Kelurahan Harjamukti, Kecamatan Cimanggis,

Read More...

Mobil Remuk Tertimpa Pohon di Universitas Pancasila, Satu Orang Tewas

Mobil hancur karena tertimpa pohon di Universitas Pancasila. FOTO : JAWA POS   JAKARTA - Sebuah mobil

Read More...

Mobile Sliding Menu