Kasus Pungli Pasar Cisalak Mandek

In Metropolis
NORMAL: Meski terdapat masalah hukum aktifitas di sekitaran Pasar Cisalak berjalan normal. Foto : RUBIAKTO/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, DEPOK-Kasus pungli di sekitaran Pasar Cisalak, Cimanggis yang sedang digarap Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Depok, masih stuck. Korps Adhyaksa yang bermarkas di GDC Komplek Perkantoran, Jalan Boulevard Raya ini, belum bisa memastikan kelanjutan pungli tersebut.

Kasi Intel Kejari Depok, Kosasih mengaku, belum bisa pastikan kasus tersebut. Kasusnya belum berlanjut. Sementara dia mengatakan, akan melaksanakan ibadah haji ke tanah suci Mekkah. “Masih menunggu,” singkatnya, saat ditemui di sela-sela keberangkatan jamaah haji Kloter 11, Kota Depok.

Saat ini dia akan berangkat haji. Sehingga empat puluh hari kedepan akan fokus beribadah, di Arab Saudi. “Saya berangkat 40 hari, sementara diringankan dalam urusan hukum, guna fokus beribadah,” kata Kosasih.

Dia juga mengatakan, masih menunggu instruksi dari Kepala Kejari Depok. Karena menurutnya, kebijakan berapa pada Kajari. “Saya juga belum ada instruksi dari atasan untuk menjelaskan masalah pungli,” papar Kosasih.

Sementara, saat ini aktifitas di lokasi supataran Pasar Cisalak seperti tempat pembuangan sampah, parkir, serta pungli pedagang berjalan normal.

Kepala UPT Pasar Cisalak, Sutisna menjelaskan, aktivitas pengangkut sampah dari gedung pasar ke TPS berjalan normal. “Aktivitas berjalan normal, setiap pagi sampah diangkut oleh truk DLHK ke TPA Cipayung,” beber Sutisna.

Menurutnya, pedagang memang mengikuti peraturan Perda dengan membayar retribusi ke pemerintah secara legal. “Ada petugas pasar yang keliling untuk memungut retribusi, jangan sampai kenyamanan pedagang terganggu dengan aktivitas pengangkut sampah,” tandas Sutisna.

Perlu diketahui, 12 Juni 2019 sebelumnya, Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Depok, Sufari menegaskan, saat ini mulai mendalami kasus dugaan pungutan liar Pasar Cisalak. Dilokasi tersebut seperti tempat pembuangan sampah, parkir, serta pungli pedagang diduga bernilai ratusan juta rupiah.

Jaksa, kata dia sudah melakukan pengumpulan data dengan meminta keterangan dari 4 pejabat, serta 10 staf dan pegawai kontrak.

”Kami meminta keterangan dari empat pejabat dilingkungan Pemkot Depok. Ini merupakan tahapan pengumpulan data, bahan, dan keterangan,” tegas Sufari.(rub)

You may also read!

Terima Kasih Masih Setia

RADARDEPOK.COM – Hari ini Harian Radar Depok berusia 9 tahun. Lahir 15 Juli 2010, di Jalan Raya Kartini No13,

Read More...

Ramai-ramai Sedot Air Tanah

RADARDEPOK.COM – Margonda amblas tinggal menunggu waktu. Hiruk pikuk padatnya jantung Kota Depok itu ternyata di dalam permukaan tanahnya,

Read More...

Agustus Pajak Air Tanah Naik

RADARDEPOK.COM – Tingginya penggunaan air tanah membuat Kota Depok berputar otak. 139  badan usaha wajib pajak pengguna air tanah

Read More...

Mobile Sliding Menu