Ganjil Genap Ditunda

In Metropolis
DITUNDA: Sejumlah kendaraan melintas di kawasan Jalan Raya Margonda, Minggu (14/7). Pemerintah Kota Depok menunda rencana penerapan ganjil genap di kawasan tersebut pada hari libur. Program tersebut akan kembali dikaji ulang. Foto : AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Rencana penerapan ganjil genap di Jalan Raya Margonda pada hari libur tertunda. Padahal kebijakan baru ini sebelumnya digadang-gadang dapat meminimalisir kemacetan di sepanjang ruas jalan protokol Kota Depok.

Walikota Depok, Mohammad Idris mengatakan, penerapan ganjil genap dianggap tidak cukup sifginifikan untuk mengurai kemacetan. Bahkan hanya akan membuat Jalan Raya Margonda semakin macet akibat penuhnya kendaraan yang keluar saat hari libur.

“Sebetulnya belum resmi dibatalkan, hanya kita tunda dulu untuk sementara,” kata Idris, kepada Radar Depok.

Wacana penerapan ganjil genap di Depok sudah ramai sejak akhir 2018 lalu. Idris menuturkan, Dinas Perhubungan bersama instansi terkait telah mengkaji adanya wacana tersebut. Hasilnya ganjil genap diklaim akan menimbulkan kemacetan berkepanjangan.

“Memang dampaknya tidak signifikan menurunkan kemacetan, bahkan akses UI dampaknya akan lebih macet kalau itu diterapkan. Sehingga saya minta untuk dikaji ulang bersama-sama lagi,” tegas Idris.

Sementara itu, Pengamat Transportasi Universitas Katolik Soegijapranata, Djoko Setijowarno mengungkapkan, ganjil genap memang tidak cocok diterapkan di Kota Depok. Dia mengusul seharusnya Pemerintah Kota Depok mulai menyediakan angkutan umum massal yang memadai untuk masyarakat.

“Program ganjil genap ini pasti mendapat banyak tantangan, harusnya Pemkot Depok sediakan angkutan umum yang memadai bukan angkutan alternatif dari wilayah atau perumahan warga,” ungkap Djoko, kemarin (14/7).

Menurut Djoko, sebelum menerapkan kebijakan ganjil genap seharunya Pemkot Depok sudah mengatasi persoalan yang terjadi di jantung Kota Depok tersebut. Apabila moda transportasi telah memadai, masyarakat Depok dipastikan tidak membawa kendaraan untuk bepergian di dalam Depok.

“Permasalahan ini tidak mudah, tetapi perbaikan itu harus dilakukan sejak sekarang. Banyak daerah yang sudah melakukan dengan kemampuan SDM dan keuangan daerahnya,” pungkas Djoko. (san)

You may also read!

renovasi rumah cagar budaya KOOD Tapos

KOOD Tapos Akan Renovasi Situs Budaya

AGENDA : Rumah yang akan direnovasi oleh KOOD Kecamatan Tapos dan akan menjadikannya sebagai cagar

Read More...
artikel FKM UI pengmas

Pengembangan Sistem Database Online Risiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja pada Pekerja UMKM di Desa Gunung Sari, Kecamatan Citeureup

  Oleh : Mahasiswa Departemen K3 FKM UI Research Assistant  Department Occupational Health and Safety Faculty of Public Health Universitas Indonesia   SESUAI dengan renstra Universitas

Read More...
Artikel desa tarikolot pengmas ui

Mahasiswa FKM UI Kembangkan SiUMKM Berbasis Data untuk UMKM di Kecamatan Citeureup

  Oleh : Muhammad Fitrah Habibullah Undergraduate Student of Occupational Health and Safety Major Faculty of Public Health Universitas Indonesia   SEBAGAI salah satu perwujudan

Read More...

Mobile Sliding Menu