Proyek Desari II Bikin Kekeringan

In Metropolis

RADARDEPOK.COM, DEPOK-Pembangunan jalan Tol Depok-Antasari (Desari) tahap II benar-benar banyak negatifnya. Setelah membuat banjir, terbarunya warga di RT4/2 Kelurahan Grogol, Limo mengalami kekeringan.

Ketua RT4/2, Kelurahan Grogol, Endri menuturkan, akibat pembangunan tol Desari tahap II yang membelah RT4/2, Kelurahan Grogol, warga yang berbatasan langsung dengan proyek harus rela kekeringan. Ini dikarenakan kedalaman pengerukan tanah yang terdampak tol Desari, mencapai delapan meter.

“Ada beberapa faktor yang menyebabkan kekeringan, karena kemarau panjang, dan dampak pembangunan Tol Desari tahap II,” kata Endri kepada Harian Radar Depok, kemarin.

Sementara kemarau panjang, kata dia tidak terjadi. Kemungkinan besar, kekeringan ini lantaran pembangunan Tol Desari. Bisa dibayangkan, kedalaman cut and fill yang dilakukan pihak kontraktor mencapai delapan meter dari permukaan tanah, hampir menyamakan dengan  kedalaman sumur warga.

Dia mengatakan, kekeringan selalu terjadi pagi hingga sore hari. Sehingga tak jarang saat pagi hari warga kesulitan untuk mendapatkan air bersih. “Rata-rata warga masih menggunakan air tanah, sehingga sangat dirugikan,” tegas Endri.

Sementara, pihaknya juga merasa terganggu dengan jam operasional kerja yang tidak menentu. Pasalnya, pengerjaan proyek berlangsung hingga tengah malam. “Jam operasional yang tidak menentu, bahkan bisa sampai pukul 23.00,” kata Endri.

Kekeringan juga dikeluhkan Nyamah (65) warga RT4/2, Kelurahan Grogol, Limo yang rumahnya berdempetan dengan proyek tol Desari. “Setiap pagi airnya pasti kecil, kalau mau wudhu untuk sholat subuh saja ngga bisa, karena ngalirnya kecil,” kata Nyamah.

Menurutnya, kekeringan tersebut sudah terjadi saat pembangunan Tol Desari tahap II. “Sebelumnya, alat berat yang mengeruk tanah malah sampai menemukan mata air, tapi sekarang sudah diuruk lagi,” terang Nyamah.

Menimpali hal ini, konsultan pengawas pembangunan Tol Desari tahap II, Teguh Wiyono mengaku, belum mengetahui masalah yang dialami warga Kelurahan Grogol. “Kami belum tahu, barangkali bisa menayakan ke Owner PT. Citra Waspphutowa. Karena hal-hal yang terkait dengan Keluhan masyarakat disekitar proyek langsung ke pemilik proyek,” kata Teguh Wiyono.

Sedangkan Direktur Utama PT Citra Waspphutowa, Djoko Sapto M. Mulyo belum menjawab pertanyaan Radar Depok.(rub)

You may also read!

PKB Bentuk Poros Empat

RADARDEPOK.COM, DEPOK–Menghadapi Pilkada Kota Depok banyak partai yang ingin menunjukkan eksistensinya, dan menunjuk calon sendiri. DPC PKB Kota Depok

Read More...

Disdik Jabar Evaluasi PPDB

RADARDEPOK.COM, DEPOK-Semrawutnya pendaftar Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2019 di Kota Depok, jadi sorotan Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jawa

Read More...

Elly Farida Harapkan Boponter Juara

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Kelurahan Bojong Pondok Terong (Boponter) yang masuk tiga besar dalam Lomba Kinerja dan Inovasi Kelurahan Tingkat

Read More...

Mobile Sliding Menu