Polisi: Yang Dicuri Hanya Rp250 Juta

In Utama

RADARDEPOK.COMK, DEPOK – Polisi masih menyelidiki siapa pencuri di rumah Budianto di kawasan Pancoranmas, Kota Depok. Berbeda dengan yang diberitakan sebelumnya, ternyata uang tunai yang dicuri hanya Rp250 juta.

Kasat Reskrim Polresta Depok Kompol Deddy Kurniawan mengatakan kerugian yang diderita Budianto tidak sampai miliaran.

“Tidak sampai (Rp1,2 miliar, Red). Kerugiannya ternyata uang tunainya kurang-lebih Rp250 juta,” kata Kasat Reskrim Polresta Depok Kompol Deddy Kurniawan, Senin (10/6).

Deddy menyampaikan kesalahan informasi kerugian lantaran laporan yang diterima polisi tidak valid. Setelah istri Budianto diperiksa, barulah diketahui kerugiannya uang tunai Rp190 juta dan uang asing senilai Rp 50 juta.

“Itu hasil pemeriksaan istri korban. Karena kemarin yang bikin LP kakaknya,” lanjutnya.

Selain uang, pencuri juga turut menggasak sembilan sertifikat rumah dan tanah, dua BPKB mobil dan tiga BPKB motor, dua buah laptop merek HP dan Toshiba, dua buah ponsel merek Samsung J5 PRO dan iPhone 5, lima buku tabungan, beberapa jam tangan, dan sejumlah perhiasan emas. Barang-barang tersebut disimpan di dalam brankas.

Sementara itu, saat ini pihak kepolisian  masih mencari pelaku pencurian.

Sebelumnya, kasus pencurian rumah kosong alias rumsong kerap terjadi saat libur lebaran. Karena kondisi lingkungan yang sepi, maling atau perampok dengan leluasa menggasak habis isi rumah korbannya.

Hal ini dialami warga Jalan Melati Raya Kelurahan Depok Jaya, Kecamatan Pancoranmas, Budi. Kasus itu diketahui sekitar pukul 03:00, Jumat (7/6). Saat kejadian, penghuni rumah sedang mudik.

Kakak korban, Hendri membenarkan, bahwa rumah adiknya dibobol pencuri. Bahkan pelaku merusak berankas serta menguras habis isi di dalamnya seperti, sembilan sertifikat tanah dan rumah, lima BKPB kendaraan roda dua dan empat. Selain itu, ada perhiasan, uang tunai, dua laptop, dua HP merk Samsung dan I Phone, serta dua sepatu merek Adidas.

“Jadi yang saya ketahui dari adik saya, di dalam brankas itu ada uang tunai Rp180 juta. Itu belum di total sama dolarnya, di antaranya yen, dan ringgit,” ujar Hendri, kepada Radar Depok.

Pelaku diduga masuk melalui gerbang utama dan mencongkel pintu menggunakan benda tajam. Namun, kasus ini telah dilaporkan ke Polresta Depok. Dia menjelaskan, kasus ini berawal ketika security perumahan bernama Agus curiga lantaran gerbang utama rumah tersebut dalam kondisi terbuka.

“Jadi, pertama kali yang tahu satpam yang jaga semalam, si Agus. Tengah malam, dia muter kondisi masih normal. Ketika sekitar jam tiga Agus lewat situ, ternyata rumahnya Pak Budi sudah terbuka. Ketika dipanggil-panggil enggak ada yang jawab,” ujar salah satu warga setempat Rulli, yang di temui di Pos Security.

Selanjutnya, merasa ada yang aneh, Agus kemudian melaporkan temuannya itu ke rekan dan warga lainnya, yang kemudian ditangani oleh polisi. (rub)

You may also read!

Demokrat Depok Tolak KLB

RADARDEPOK.COM, DEPOK – DPC Partai Demokrat Kota Depok menolak keras rencana Kongkres Luas Biasa (KLB) yang diusulkan sejumlah pendiri

Read More...

Sebar Hoaks, Pria di Bojongsari Diringkus

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Diduga telah menyebarkan hoaks tentang ‘kasus Kivlan Zen direkayasa aparat’, seorang pria warga Bojongsari berinisial YM

Read More...

Miliki Ragam Barang Kuno, Simpan Borgol Zaman Belanda

RADARDEPOK.COM – Beragam barang kuno dan tergolong langka masih dimiliki H Rosidi yang tersimpan di rumahnya di Kelurahan Duren

Read More...

Mobile Sliding Menu