Pertahankan Budaya Betawi dengan Membuat Dodol Duren

In Metropolis

RADARDEPOK.COM – Kelurahan Duren Seribu, Kecamatan Bojongsari, memiliki potensi lokal yang sangat kuat dan perlu dipertahankan. Hal itulah yang menjadi penyemangat Rosidi untuk mempertahankan budaya betawi di wilayah Duren Seribu.

Laporan : Dicky Agung Prihanto

Sebuah rumah model betawi yang berada di Jalan Sawangan Elok, Kelurahan Duren Seribu, Kecamatan Bojongsari, menarik minat Radar Depok untuk mengetahui lebih dalam pemilik rumah tersebut. Di depan rumah terdapat sosok pria yang memasuki usia sekitar 50 tahun tengah duduk disebuah bangku dari batang pohon.

Ditelisik lebih dalam pria tersebut merupakan Rosidi tokoh masyarakat Kelurahan Duren Seribu. Rosidi mengatakan, sebagai putra daerah Rosidi ingin mempertahankan budaya betawi diwilayah Duren Seribu. Mempertahankan budaya betawi tersebut untuk mengingatkan kepada masyarakat sekitar maupun diwilayah Duren Seribu untuk tidak melupakan budaya peninggalan orang tua.

“Kami ingin mempertahankan tradisi betawi baik dirumah maupun lingkungan,” ujar pria beruban tersebut.

Pria yang menggunakan gelang bahar ditangan tersebut mengungkapkan, salah satu tradisi yang masih dipertahankan yakni membuat dodol. Dodol buatannya merupakan dodol duren yang telah dibuat dan digariskan secara turun temurun. Apalagi, dahulunya Kelurahan Duren Seribu tersohor akan tanaman duren yang menjadi daya tarik dan ciri khas wilayah Duren Seribu.

Rosidi menuturkan, pembuatan dodol umumnya dibuat untuk disajikan pada saat hari raya Idul Fitri, Idul Adha, atau sebagai suguhan penerimaan tamu. Untuk membuat dodol, dia menghabiskan sembilan liter beras dan kerap melakukan inovasi rasa dodol buatan Rosidi.

“Alhamdulillah banyak masyarakat yang memesan dodol buatan saya,” terang Rosidi.

Pria bercucu tersebut masih mengingat betul, wilayah Duren Seribu sangat kental akan budaya betawi. Bahkan, tradisi masih dipertahankan masyarakat Duren Seribu, yakni Rampak Bedug yang kerap ditampilkan saat kegiatan Pemerintah Kota Depok, baik ditingkat kecamatan maupun kota.

“Kami akan berusaha untuk tetap dan melestarikan budaya betawi di Duren Seribu,” ucap Rosidi. (bersambung)

You may also read!

Piala Bergilir Mochammad Yana Aditya antar Provinsi se-Jawa Siap Digulirkan

      Oleh: Supartono JW*) Pengamat Pendidikan Sepak Bola Nasional   Festival Sepak Bola antar Provinsi se-Jawa, Piala Bergilir Mochammad Yana Aditya U-8, U-10,

Read More...

Dapat Bisikan Misterius, Painah Loncat dari Jembatan Juanda Depok

BUNUH DIRI : Paniah yang mencoba bunuh diri dengan melompat dari jembatan di Jalan Juanda,

Read More...

Ratusan Pesilat Adu Jurus di Cimanggis Cup

BERTANDING : Dua orang pesilat sedang bertarung di Gelanggang A pada Kejuaraan Silat Cimanggis Cup

Read More...

Mobile Sliding Menu