Pendatang Masih dari Jawa Barat

In Metropolis

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Ratusan ribu pemudik sudah kembali memadati Kota Depok. Sebagian besar dari mereka membawa sanak saudara dari kampung halamannya. Rata-rata pendatang masih berasal dari Jawa Barat,  seperti Cirebon dan Kuningan.

Kepala Bidang Pendaftaran Penduduk Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Depok, Diarmansyah mengatakan, pendatang yang masuk dan akan bermukim di Kota Depok mayoritas dari kota-kota yang berasal di Jawa Barat.

Kata dia, Depok dianggap sebuah kota yang seksi bagi masyarakat urban untuk bermukim, sekaligus termasuk dalam wilayah Jawa Barat.

“Kebanyakan pendatang yang kami temukan saat operasi yustisi di Terminal Jatijajar berasal dari Cirebon, Bogor, Kuningan, dan wilayah lainnya yang masih dari Jawa Barat,” kata Diarmansyah kepada Radar Depok, kemarin (11/6).

Dalam pendataan yang dilakukan Disdukcapil dalam operasi yustisi, lanjut Diarmansyah, pihaknya mendapatkan beberapa kendala. Sehingga dalam proses pendataan penduduk tidak berjalan dengan maksimal. Seperti minimnya penumpang bus yang turun kembali di Terminal Jatijajar. Kebanyakan dari mereka turun di persimpangan jalan.

“Belum lagi pendatang yang naik mobil pribadi itu juga kan tidak bisa kami prediksi. Sehingga kami tidak bisa memprediksi berapa pendatang yang tiba di Depok setelah Lebaran,” terangnya.

Dia menuturkan bahwa akan mendata penduduk kembali pada Juli mendatang. Karena Disdukcapil Kota Depok telah memiliki kegiatan rutin satu bulan setelah Lebaran yang dinamakan operasi pendataan penduduk non permanen yang melibatkan unsur RT, RW, dan kelurahan. Dimana hasil pendataan tersebut nantinya akan dilaporkan ke Kementerian Dalam Negeri melalui Gubernur Provinsi Jawa Barat.

“Kegiatan ini untuk mendata warga yang tidak ber-KTP Depok yang tinggal cukup lama namun tidak berniat untuk tinggal di sini untuk mengetahui tujuannya apa,” tangkasnya.

Berdasarkan data Disdukcapil Depok, pada 2018 lalu jumlah pendatang mencapai 20 ribu orang yang bermukim di tiga kecamatan yakni Cimanggis, Pancoranmas, dan Sukmajaya. “Mereka beralasan rata-rata mengikut keluarga yang tinggal di Depok,” paparnya.

Ia mengimbau, agar para pendatang segera melaporkan diri ke RT dan RW untuk dibuatkan surat pengantar ke kelurahan. Hal ini sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) nomor 10 tahun 2015 tentang penyelenggaraan administrasi kependudukan, masyarakat yang datang sebagai tamu dengan waktu 1×24 jam, harus melapor ke RT dan RW untuk dibuatkan surat pengantar ke kelurahan.

“Nanti kelurahan mengeluarkan Surat Keterangan Tempat Tinggal yang berlaku selama enam bulan,” beber dia.

Terpisah, Lurah Duren Seribu, Suhendar menyambut baik imbauan yang disampaikan oleh Walikota Depok, Mohammad Idris terkait pembuatan Surat Keterangan Tempat Tinggal (SKTT) bagi pendatang baru. Untuk itu, kelurahannya siap membuatkan SKTT bagi warga yang ingin menetap sementara di wilayahnya.

Menurut Suhendar, para pendatang harus menyertakan surat pengantar dari RT/RW setempat untuk pembuatan SKTT. Sebab, ketua RT/RW merupakan orang yang paling mengenal warganya sendiri.

“Silahkan bagi warga pendatang yang ingin membuat SKTT. Karena itu, Kelurahan Duser terbuka untuk memberikan pelayanan khususnya untuk pembuatan SKTT ini,” kata Suhendar.

Dirinya menuturkan, demi mengefektifkan sosialisasi pembuatan SKTT, kelurahan bakal bekerja sama dengan tiga pilar bersama RT/RW, LPM, dan tokoh masyarakat. Dengan begitu, bagi pendatang yang ingin tinggal di Duser diminta untuk langsung lapor ke RT/RW. Setelah itu baru dibuatkan SKTT di kelurahan.

“SKTT berlaku enam bulan saja, dan bisa diperpanjang. Namun kalau ingin tinggal permanen warga diminta untuk mengurus berbagai surat pindah domisili,” tandasnya. (san)

Operasi Yustisi Disdukcapil:

Mayoritas Pendatang:

– Asal Jawa Barat

– Cirebon, Kuningan, dan Bogor

 

Kendala Yang Terjadi:

– Minimnya penumpang bus yang turun kembali di Terminal Jatijajar

 

Yustisi Lanjutan:

– Pada kegiatan pendataan penduduk non permanen Juli 2019

– Peraturan Daerah (Perda) nomor 10 tahun 2015 tentang penyelenggaraan administrasi kependudukan

– Bekerjasama dengan RT, RW, dan kelurahan setempat

– Meminta pendatang melapor ke RT 1×24 jam

– Membuat Surat Keterangan Tempat Tinggal yang berlaku enam bulan

 

Data pendatang di Depok 2018:

– Mencapai 20 ribu orang di Cimanggis, Pancoranmas, dan Sukmajaya

 

You may also read!

Demokrat Depok Tolak KLB

RADARDEPOK.COM, DEPOK – DPC Partai Demokrat Kota Depok menolak keras rencana Kongkres Luas Biasa (KLB) yang diusulkan sejumlah pendiri

Read More...

Sebar Hoaks, Pria di Bojongsari Diringkus

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Diduga telah menyebarkan hoaks tentang ‘kasus Kivlan Zen direkayasa aparat’, seorang pria warga Bojongsari berinisial YM

Read More...

Miliki Ragam Barang Kuno, Simpan Borgol Zaman Belanda

RADARDEPOK.COM – Beragam barang kuno dan tergolong langka masih dimiliki H Rosidi yang tersimpan di rumahnya di Kelurahan Duren

Read More...

Mobile Sliding Menu