PBB Wait and See

In Utama

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Isu dan tahapan Pilkada Depok 2020 sudah di depan mata. Sejumlah parpol masih menahan diri dalam menentukan sikapnya untuk Pilkada mendatang.

Seperti halnya DPC Partai Bulan Bintang (PBB) Kota Depok yang menyatakan masih wait and see perkembangan terbaru untuk kontestasi pesta demokrasi lima tahunan di kota sejuta maulid ini.

“Kemarin sudah berkoordinasi dengan yang lain, posisi masih wait and see. Kita juga sebelum Pilkada paling tidak, akan berkoordinasi dengan DPP,” kata Ketua DPC PBB Kota Depok, Muhammad Nurman saat dihubungi Radar Depok, Minggu (23/6).

Sejauh ini, sambung pria yang akrab disapa bang Nunu ini, pihaknya belum mengadakan atau mengagendakan untuk komunikasi serta koordinasi dengan partai lain di Kota Depok.

“Belum ada konsolidasi juga, mungkin masih terlalu dini ya,” tegas bang Nunu.

Ia menilai, figur yang saat ini sudah tampil dan berniat maju kontestasi Pilkada Kota Depok 2020 belum menunjukkan sesuatu yang signifikan di lapangan. Sehingga, baik partai, politikus hingga masyarakat masih menerka-nerka.

“Saat ini masih prediksi saja. Orang pun masih meraba-raba pasangan mana dan dipasang-pasangkan atas kepentingan mereka. Belum ada yang fix,” paparnya.

Yang pasti, bang Nunu menambahkan, kedepannya pasti akan muncul putra-putri terbaik Depok untuk bertarung mengikuti Pilkada, baik dari jalur partai maupun independen.

“Kan kita belum tahu juga, siapa tahu ada yang benar-benar maju lewat jalur independen, tinggal bagaimana penguatan koalisi yang akan mengangkat siapa yang pantas memimpin Depok,” tandasnya.

Sementara, di kubu Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Depok, sebelum menghadapi Pilkada, akan menggelar Pemilihan Raya (Pemira) pada 7 Juli 2019. Pemira digelar untuk memilih bakal calon Walikota dan Wakil Walikota Depok dalam Pilkada mendatang, dari PKS Depok.

Ketua DPD PKS Depok Hafid Nasir mengatakan, dalam Pemira nanti kader PKS di masing-masing kecamatan akan memilih nama bakal calon yang akan maju di Pilkada Depok 2020.

“Jadi kader langsung yang pilih nama bakal calonnya,” kata Hafid.

Setelahnya, lanjut Hafid, nama bakal calon di Pilkada Depok akan diranking menjadi delapan besar. Kemudian di usulkan ke tingkat pusat.

“Pemira ini sifatnya internal, hanya kader yang melakukan pilihan. Siapa pun nama itu kami bebaskan mereka untuk memilih, setelah itu kami bawa ke Tingkat DPP,” tukas Hafid. (cky)

You may also read!

16 Kursi di Kabinet dari Partai, Sisanya Belum Diketahui

Presiden Joko Widodo (Jokowi).   JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) berencana akan mengumumkan nama-nama untuk formasi

Read More...

Presiden Jokowi : Seabad Indonesia Pendapatan Rp27 Juta per Kapita per Bulan

Presiden Indonesia, Joko Widodo (Jokowi).   JAKARTA - Rp 27 juta per kapita per bulan, itu menjadi

Read More...

LPM Duren Mekar Ajak Kembangkan Kebudayaan Betawi

BERSAHABAT : Ketua LPM Kelurahan Duren Mekar, Ahmad Khairul Kahfi (kanan) bersama Cablak diwilayah Kelurahan

Read More...

Mobile Sliding Menu