Miliki Ragam Barang Kuno, Simpan Borgol Zaman Belanda

In Metropolis

RADARDEPOK.COM – Beragam barang kuno dan tergolong langka masih dimiliki H Rosidi yang tersimpan di rumahnya di Kelurahan Duren Seribu, Kecamatan Bojongsari. Sekitar 200 barang kuno tersimpan dengan baik dan tertata rapi.

Laporan : Dicky Agung Prihanto

Memasuki ruang tamu dan utama milik H Rosidi di Jalan Sawangan Elok Kelurahan Duren Seribu, disugihi dengan beragam jenis barang kuno yang telah dikoleksi sejak lama. Sesekali Rosidi membersihkan barang tersebut, dari debu yang menempel diberbagai benda miliknya.

Sambil membersihkan, Rosidi mengatakan, barang kuno dan terbilang antik tersebut merupakan pemberian dari temannya. Sejak 2.000 silam, satu persatu barang kuno memenuhi tempat koleksinya yang tersimpan rapih di dalam rumahnya yang sejuk.

“Barang kuno saya dapatkan dari pemberian teman lama dan dikumpulkan di rumah,” ujar Rosidi.

Sambil memperlihatkan barang kuno, Rosidi menunjukan borgol yang menjadi peninggalan dan saksi sejarah perjuangan Indonesia melawan penjajahan Belanda. Untuk menjaga keaslian barang tersebut, Rosidi kerap melakukan perawatan dengan rutin mengelap borgol tersebut. Dan sebagai cerita kepada anak cucunya tentang sejarah Bangsa Indonesia melawan penjajah.

Selain borgol, lanjut Rosidi di rumahnya tersimpan berbagai barang kuno dan antik lainnya. Mulai dari sepeda ontel merk Hercules 1942, mesin jahit dengan bobot seberat 30 kilogram, hingga lesung yang berusia ratusan tahun. Bahkan koleksi televisi era 1970 hingga 1990an masih tersimpan dan menjadi barang koleksi miliknya.

“Barang saya dapatkan mulai dari Yogyakarta, Papua, Sukabumi dan sejumlah daerah lainnya,” terang Rosidi.

Rosidi menuturkan, banyaknya barang kuno dan antik tidak sedikit banyak penggemar barang kuno kerap menawar koleksi miliknya. Namun, Rosidi akan menjual apabila barang tersebut masih dapat dicari dan tidak akan menjual barang miliknya yang memiliki nilai sejarah tinggi.

“Sepeda ontel milik saya pernah digunakan Walikota Depok Nur Mahmudi Ismail karena keunikannya memiliki ban yang cukup besar,” ucap Rosidi. (bersambung)

You may also read!

Terima Kasih Masih Setia

RADARDEPOK.COM – Hari ini Harian Radar Depok berusia 9 tahun. Lahir 15 Juli 2010, di Jalan Raya Kartini No13,

Read More...

Ramai-ramai Sedot Air Tanah

RADARDEPOK.COM – Margonda amblas tinggal menunggu waktu. Hiruk pikuk padatnya jantung Kota Depok itu ternyata di dalam permukaan tanahnya,

Read More...

Agustus Pajak Air Tanah Naik

RADARDEPOK.COM – Tingginya penggunaan air tanah membuat Kota Depok berputar otak. 139  badan usaha wajib pajak pengguna air tanah

Read More...

Mobile Sliding Menu